Lombok Post
Metropolis

Permintaan Eliminasi Anjing Cukup Tinggi

H Mutawalli

MATARAM-Virus gigitan anjing gila atau rabies di Dompu telah menyebar ke Kabupaten Sumbawa. Tentu hal ini menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah lain, termasuk Kota Mataram.

Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram H Mutawalli menjelaskan, selama bulan ini, pihaknya sudah intens mengeliminasi anjing liar. Eliminasi dilakukan pada malam hari.

“Malam minggu besok, kita lakukan eliminasi anjing di wilayah Pagutan Timur dan Kekalik Jaya,” tegasnya, kemarin (15/2).

Alasan melakukan eliminasi pada malam hari, agar anjing yang ada pemiliknya tidak terkena racun. Ia menyebut, ada dua tim eliminasi yang diterjunkan. Masing-masing berjumlah lima orang. “Nanti daging yang sudah tercampur racun, dilempar ke anjingnya kemudian ditungguin, baru diangkut dan ditanam,” ujarnya.

Biasanya hasil eliminasi pada malam hari lebih banyak. Bahkan bisa mencapai 10 ekor anjing. Sebenarnya, eliminasi anjing liar telah dilakukan secara berkala. Namun karena ada kasus gigitan anjing gila maka pihaknya tentu lebih gesit lagi.

Jika sebelum ada kasus, eliminasi dilakukan hanya sebulan sekali. Namun sekarang eliminasi dilakukan sudah dilakukan sebanyak empat kali. Sementara ini, eliminasi anjing liar dilakukan untuk memenuhi permintaan masyarakat terlebih dulu

“Sudah ada lebih 20 surat yang masuk ke kami, dari berbagai macam lingkungan di Kota Mataram, meminta tim kami turun untuk lakukan eliminasi,” kata Mutawalli.

Tentu eliminasi dilakukan secara bertahap, mengingat jumlah tim eliminasi juga terbatas. Jika semua permintaan masyarakat sudah terpenuhi, maka timnya melakukan survei, mana daerah potensial untuk dilakukan eliminasi.

Mutawalli menjelaskan, untuk persediaan racun striknin masih cukup untuk beberapa bulan ke depan. Kalau pun habis, akan dibeli lagi. Begitu juga untuk vaksin anti rabies.

Karena kasus gigitan anjing liar terus bertambah, ia tidak henti-hentinya mengimbau kepada warga Kota Mataram, yang memelihara Hewan Pembawa Rabies (HPR) untuk segera divaksin. Bisa dibawa ke Puskeswan Selagalas atau bisa juga ke Dinas Pertanian.

“Begitu juga bagi warga yang lingkungannya ingin dieliminasi anjing-anjing liar oleh tim kami, datang saja ke kantor atau gak bisa bersurat, agar bisa kami tindaklanjuti,” tutupnya. (yun/r7)

Berita Lainnya

Korban Gempa Dikadali, BPBD Terima Laporan Bahan Rumah Korban Gempa Tak Sesuai Spek

Kedubes Prancis Kunjungi Poltekpar Lombok

Dapil Satu-Dua Milik Kepala Garuda

320 Jamaah Belum Lunasi BPIH

Korban Gempa Tarawih di Masjid Darurat

Caleg Gagal Malas Hadiri Rapat Paripurna

Pansus DPRD Terima LKPJ Wali Kota Tahun Anggaran 2018

Perjuangan Para Pahlawan Demokrasi Mewujudkan Pemilu Jujur dan Adil

Restoran Siap Saji Dapat Toleransi