Lombok Post
Metropolis

RSUD Kota Mataram Siapkan Aplikasi SIMRS

SETIA MENUNGGU: Beberapa pasien sedang menunggu di loket penyerahan resep di RSUD Kota Mataram, belum lama ini.

MATARAM-Perkembangan teknologi informasi, menjadikan pelayanan di berbagai bidang lebih efisien dan inovatif. Termasuk di bidang kesehatan. Karena itulah dalam waktu dekat RSUD Kota Mataram akan meluncurkan layanan aplikasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS).

“Semua rumah sakit sekarang ini telah menggunakan perangkat IT, kami ingin melalui ini semuanya bisa terintegrasi,” kata Direktur RSUD Kota Mataram dr H L Herman Mahaputra, kemarin (15/2).

Dijelaskan, SIMRS disiapkan untuk menangani keseluruhan proses manajemen RSUD Kota Mataram. Mulai dari pelayanan terhadap pasien, apotek, penagihan, pemesanan tempat tidur dan kegiatan RS lainnya.

“Misalnya setelah dokter memeriksa pasiennya, kemudian memberikan resep, dokter cukup menulis lewat tab-nya nanti, lengkap dengan obat yang diambil di apotek,” ujar pria yang akrab disapa dr Jack ini.

Soal efisiensi, RSUD Kota Mataram nantinya tidak lagi menggunakan banyak kertas untuk rekam medik atau data lain. Sehingga, tidak terlalu banyak pegawai RS yang akan duduk di front office. Cukup dua atau tiga pegawai yang standby.

“Sebab masyarakat sudah bisa mendaftar sendiri dari rumahnya, melalui layanan aplikasi ini,” tegasnya.

Layanan aplikasi ini memudahkan warga Kota Mataram, untuk memeriksa berapa jumlah kamar dan tempat tidur yang tersedia di RS. Termasuk harga dan kelas mana saja yang masih tersedia, stok obat, aset-aset RS, laporan keuangan dan masih banyak lagi.

Selain itu, manfaatnya bisa mengurangi jumlah antrean di RSUD Kota Mataram. Sebagai rumah sakit milik pemerintah dan tipe B, tentu saja bisa menerima semua rujukan pasien dari seluruh NTB.

Namun, dr Jack meminta masyarakat untuk bersabar. Aplikasi ini belum bisa dinikmati dalam waktu dekat. Karena penerapannya harus melalui mekanisme tender, dan sudah masuk dalam sistem Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pemkot Mataram.

“Masih dalam proses tender terkait dengan pengadaan server dan alat pendukung lainnya,” kata dia.

Anggaran pengadaan aplikasi SIMRS mencapai Rp 2,8 miliar bersumber dari APBD 2019. Dokter Jack berharap, pada Maret mendatang, pengerjaan proyek ini sudah bisa berjalan, agar dampaknya bisa segera dirasakan oleh masyarakat dan pihak RSUD Kota Mataram. (yun/r7)

Berita Lainnya

Korban Gempa Dikadali, BPBD Terima Laporan Bahan Rumah Korban Gempa Tak Sesuai Spek

Kedubes Prancis Kunjungi Poltekpar Lombok

Dapil Satu-Dua Milik Kepala Garuda

320 Jamaah Belum Lunasi BPIH

Korban Gempa Tarawih di Masjid Darurat

Caleg Gagal Malas Hadiri Rapat Paripurna

Pansus DPRD Terima LKPJ Wali Kota Tahun Anggaran 2018

Perjuangan Para Pahlawan Demokrasi Mewujudkan Pemilu Jujur dan Adil

Restoran Siap Saji Dapat Toleransi