Lombok Post
Metropolis

Fatwir Ingin Jadikan Semua Sekolah Unggul, Tidak Ada Sekat

BERJUANG: H Lalu Fatwir Uzali (empat dari kiri), Kepala Disdik Kota Mataram saat mengikuti tes tulis seleksi JPT Pratama, pekan lalu.

Selama ini sekolah sering dikotak-kotakkan. Ada sekolah unggul dan ada juga yang tidak. Di bawah kepemimpinan Lalu Fatwir Uzali sebagai Kepala Disdik semua SD dan SMP di Kota Mataram akan dijadikan sebagai sekolah unggul.

ALI ROJAI, Mataram

===============

TAK diduga, Lalu Fatwir Uzali menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Mataram. Dia dilantik oleh Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh Jumat (15/2) lalu. Sebelumnya, nama Fatwir begitu ia disapa tidak terlalu diunggulkan memimpin dinas pendidikan Kota Mataram. Sebab, ada sejumlah nama-nama besar yang menjadi kompetitor pada  seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama  Lingkungan Pemerintah Kota Mataram.

Seperti Kepala SMAN 2 Mataram Sahnan dan Kabid Dikdas Disdik Kota Mataram HL Mohammad Sidik.Selain itu terdapat nama Kabid Dinas Perpustakaan dan Kearsipan NTB H Muhtadi Hairi dan Kepala SMPN 3 Mataram Suherman.

Dilantiknya Fatwir tidak ada kejutan atau spekulasi miring. Sebab, track record Fatwir dalam bidang pendidikan di kota Mataram cukup moncer. Dulu, saat SMA/SMK dikelola kabupaten/kota, Fatwir sudah menjadi nakhoda beberapa sekolah besar di kota Mataram. Seperti SMAN 4 Mataram, SMAN 7 Mataran, dan terakhir SMAN 1 Mataram.

Namun ketika peralihan SMA/SMK ke provinsi, dia harus terpental karena aturan. Di mana, kepala sekolah tidak boleh menjabat dua periode di sekolah yang sama. Sehingga ia harus pindah ke sekolah lain. Alih-alih mau dipindah menjadi kepala sekolah di SMA yang lain, ia malah dijadikan guru biasa di SMAN 3 Mataram.

Perasaan aneh tentu dirasakan Fatwir. Karena ia termasuk kepala sekolah senior tiba-tiba diturunkan sebagai guru biasa. Apalagi selama menjadi kepala sekolah Fatwir memiliki seabrek prestasi. Di SMAN 7 Mataram, Fatwir pernah membawa harum nama NTB ketika Smanju menjadi sekolah satu-satunya di NTB yang dinobatkan sebagai sekolah sehat tingkat nasional. Begitu juga di SMAN 1 Mataram banyak prestasi yang ditorehkan.

Fatwir bukan orang baru di dunia pendidikan. Tentunya ia sudah memiliki visi akan membawa ke mana pendidikan Kota Mataram ini. Apalagi sebentar lagi ia akan dihadapkan dengan gawe nasional. Yakni ujian nasional (UN). Ia harus bisa mempertahankan Kota Mataram sebagai peraih nilai UN tertinggi di NTB. “Ini yang harus kita pertahankan, bila perlu hasil UN lebih tinggi dari tahun-tahun sebelumnya,” harap mantan Kepala SMAN 4 Mataram ini.

Sebagai kasek yang cukup lama, Fatwir tentunya banyak makan garam dalam dunia pendidikan. Saat ini yang utama dilakukan akan meningkatkan pelayanan pendidikan dan kualitas sekolah. Dalam pelayanan  pendidikan harus ada standar pelayanan dan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS). Setelah itu baru dilakukan evaluasi diri sekolah (EDS) serta akreditasi.

Jika ini sudah dilakukan ujar Fatwir,  maka semua sekolah di Kota Mataram akan unggul. Sehingga dengan sistem zonasi nantinya  masyarakat bisa menyekolahkan anaknya kemana saja karena semua sekolah di Kota Mataram unggul semua. “Kita harus ciptakan sekolah unggul,” sebutnya.

Selama ini kata Fatwir, pada penerimaan peserta didik baru (PPDB)  masyarakat cenderung memaksakan anaknya ke sekolah yang unggul. Kini tidak bisa lagi dilakukan seiring ada sistem zonasi. Jadi, mau tidak mau kepala sekolah harus melakukan perubahan membuat sekolahnya menjadi sekolah unggul agar dilirik masyarakat. “Semua sekolah di Kota Mataram harus unggul. Tidak boleh lagi ada yang unggul dan tidak unggul,” sebutnya.

Dalam waktu yang cukup singkat ini Fatwir juga harus membuat gebrakan. Selama ini sekolah-sekolah di kota Mataram seperti kehilangan induknya setelah kepala Disdik sebelumnya H Sudenom tersangkut kasus. Kini, ia harus bisa membuat gebrakan agar dunia pendidikan di kota bermoto Maju Religius, dan Berbudaya kembali kemasa keemasannya. “Mataram harus menjadi yang terbaik dalam peraihan hasil UN nantinya,” tutupnya. (*/r7)

Berita Lainnya

Korban Gempa Dikadali, BPBD Terima Laporan Bahan Rumah Korban Gempa Tak Sesuai Spek

Kedubes Prancis Kunjungi Poltekpar Lombok

Dapil Satu-Dua Milik Kepala Garuda

320 Jamaah Belum Lunasi BPIH

Korban Gempa Tarawih di Masjid Darurat

Caleg Gagal Malas Hadiri Rapat Paripurna

Pansus DPRD Terima LKPJ Wali Kota Tahun Anggaran 2018

Perjuangan Para Pahlawan Demokrasi Mewujudkan Pemilu Jujur dan Adil

Restoran Siap Saji Dapat Toleransi