Lombok Post
Metropolis

Eks Honorer K2 Kecewa! Pelamar PPPK Sudah Ditentukan?

Ahmad Mujahidin

MATARAM-Hingga penutupan akhir pendaftaran Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Sama (PPPK) Minggu (17/2) dini hari kemarin, pendaftar dari eks honorer K2 yang masuk sebanyak 80 pelamar. Dari total 87 formasi, minus 1 formasi di Tenaga Penyuluh Pertanian.

“Rupanya setelah kita cek, tenaga penyuluh dokter hewan itu, data milik provinsi yang masuk ke kota,” kata Ahmad Mujahidin, Kabid Pengembangan Aparatur BKPSDM Kota Mataram.

Muja mengatakan, sebenarnya portal dibuka sejak hari Kamis (14/2) pekan lalu. Hanya saja, karena ada maintenance server, sempat sulit diakses oleh para pelamar. Kondisi sulit akses, terjadi hingga Jumat (15/4).

Pendaftaran baru efektif bisa dilakukan sejak hari Sabtu-Minggu, kemarin. “Jadi sudah kita umumkan,” terangnya.

BKPSDM juga telah berkordinasi dengan Dinas Pertanian, Dinas Perikanan dan Dinas Pendidikan. Terkait lowongan PPPK yang akhirnya dibuka pemkot. Mengikuti jadwal penerimaan secara nasional.

Proses pendaftaran sempat berjalan alot dan banyak keluhan. Banyak pendaftar rupanya yang tidak keluar namanya. Sebab tidak masuk dalam data base Badan Kepegawian Nasional (BKN).

“Ya sempat ada keluhan, mereka datang ke BKPSDM,” terangnya.

Setelah dilakukan pendmpingan pendaftaran ternyata tetap juga gagal. Rupanya, hal ini karena nama pendaftar memang terlebih dahulu terekam dalam sistem pendaftaran online. Sehingga, pelamar tinggal mencocokan dan memperbaiki sesuai dengan biodata mereka.

“Jadi formasi yang kita terima itu sudah data-datanya dalam sistem BKN, siapa saja yang bisa mendaftar sedangkan yang tidak masuk otomatis ditolak,” terangnya.

Hal itu akhirnya membuat banyak pelamar eks honorer K2 kecewa. Lalu pulang dengan tangan hampa. Nama-nama yang boleh mendaftar rupanya, telah terekam dalam data dapodik Kemendiknas dan BKN.

“Tinggal dicocokan saja,” imbuhnya.

Tidak hanya itu, ada juga yang sudah masuk data base, tapi tidak masuk dalam kriteria.

“Seperti di kesehatan dari enam yang dibuka, tapi empat yang memenuhi kriteria. Dua ternyata tidak masuk kualifikasi,” terangnya.

Sementara untuk formasi guru, dari 72 yang tersedia. Hanya 67 yang lulus proses verifikasi online melalui portal. Sehingga ada sekitar lima formasi yang lowong. Muja mengatakan, 80 pelamar yang ada ini masih ada kemungkinan untuk berkurang.

“Karena mereka harus ikut CAT juga,” ulasnya.

Usai verifikasi secara online, peserta yang lolos menunggu tahapan selanjutnya dari pemerintah pusat. Kapan pelaksaaan akan digelar Computer Assisted Test (CAT).

“Yang penting sudah verifikasi, takut ditutup portalnya. Sekarang tinggal menunggu jadwal berikutnya,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Forum K2 Kota Mataram Muzakallah mengaku kecewa. Apalagi setelah mengatahui 88 formasi yang tersedia tidak bisa diperebutkan secara sehat.

“Hanya mereka yang masuk dapodik saja yang bisa ikut,” cetus Mung.

Dapodik atau Data Pokok Pendidikan ini telah diinput oleh BKN sejak lama. Tanpa pernah dimutakhirkan dan disesuaikan dengan kondisi riil K2 di Kota Mataram. Sebagai contoh, ada tenaga guru yang sebelumnya berstatus honorer K2.

Lalu melanjutkan pendidikan sarjana demi peningkatan kemampuan mengajar. Ternyata, lanjut Mung, pilihan untuk meningkatkan kompetensi mengajar itu dianggap mengundurkan diri dari K2.

“Di BKN dianggap keluar dan ketika melamar kemarin ditolak sistem,” terangnya.

Padahal pihaknya memegang catatan honorer K2 jumlahnya mencapai 600 lebih. Yang seharusnya bisa bersaing secara sehat. Namun, karena telah ditentukan lebih dahulu, maka pendaftaran itu tak lebih hanya formalitas belaka.

“Kalau saya usul sebaiknya formasi ini Pemkot harus berani menolak, karena tidak adil bagi K2 yang lain,” cetusnya. (zad/jay/r5)

Berita Lainnya

Korban Gempa Dikadali, BPBD Terima Laporan Bahan Rumah Korban Gempa Tak Sesuai Spek

Kedubes Prancis Kunjungi Poltekpar Lombok

Dapil Satu-Dua Milik Kepala Garuda

320 Jamaah Belum Lunasi BPIH

Korban Gempa Tarawih di Masjid Darurat

Caleg Gagal Malas Hadiri Rapat Paripurna

Pansus DPRD Terima LKPJ Wali Kota Tahun Anggaran 2018

Perjuangan Para Pahlawan Demokrasi Mewujudkan Pemilu Jujur dan Adil

Restoran Siap Saji Dapat Toleransi