Lombok Post
Tanjung

Ratusan Pemuda Dilatih Budidaya Lele

TANJUNG-Ratusan pemuda Kabupaten Lombok Utara (KLU) mendapatkan bantuan pelatihan wirausaha perikanan lele. Pelatihan ini merupakan program Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) KLU untuk pemberdayaan ekonomi pemuda. Pelatihan wirausaha lele ini digelar merata di lima kecamatan.

“Tidak hanya menggelar pelatihan, kami juga membantu pembangunan kolam lele,” ujar Kepala Dikpora KLU Fauzan Fuad, Jumat lalu (15/2).

Ia menuturkan, program pelatihan tersebut diberikan pada 250 pemuda KLU. Masing-masing kecamatan terdapat lima kelompok dengan anggota masing-masing 10 orang per kelompok.

Sedangkan kolam yang dibuat nantinya berbahan besi dan baja. Menariknya, kolam budidaya lele ini bisa dipindahkan lokasinya.

“Bisa dipindah-pindah,” sambungnya.

Ia melanjutkan, pihaknya juga memberikan bantuan seribu ekor bibit lele per kelompok. Termasuk juga pakan untuk kebutuhan hingga panen.  Setelah panen, Dikpora KLU juga yang menyediakan pembelinya. Sedangkan keuntungan dalam budidaya lele ini nantinya akan dibagi ke masing-masing anggota kelompok.

”Itu dihibahkan murni untuk mereka,” kata Fauzan

Program wirausaha ini bertujuan agar para pemuda KLU memiliki usaha sendiri. Apalagi mereka butuh bangkit pascagempa ini. Program ini sekaligus untuk menciptakan wirausaha baru (WUB) di kalangan pemuda.

“Sasarannya pemuda yang usianya 16- 30 tahun,” ungkapnya.

Sebelum memulai wirausaha lele, ratusan pemuda KLU tersebut diberikan pelatihan terlebih dahulu. Tujuannya agar saat pengaplikasian nantinya tidak terjadi kendala. Setelah pelatihan, mereka diberikan bantuan kolam dan ikannya.

Kolamnya tidak begitu luas, hanya 3 x 3 meter dan bisa dipindah. Kolam tersebut langsung menjadi hak milik atau aset kelompok masing-masing.  Fauzan mengungkapkan, menciptakan WUB dengan memberikan uang agak sulit. Terdapat sejumlah regulasi yang menjadi kendala.

“Makanya diberikan dalam bentuk barang supaya tidak sulit,” katanya.

Sementara untuk pengawasannya, Fauzan mengaku akan ditangani Bidang Pemuda dan Olahraga Dikpora KLU. Mereka akan rutin turun sekali sebulan untuk melakukan pengecekan. Bahkan ketika ditemukan masalah akan langsung segera dikoordinasikan.

Fauzan mengatakan, dirinya belum melakukan pengecekan distribusi bibit ikan. Namun untuk kolam semua sudah berhasil disalurkan pada masing-masing kelompok. Pihaknya memilih bibit ikan lele dikarenakan kondisi KLU yang kekurangan air. Lele dinilai mampu bertahan dengan satu kali pengisian air hingga panen tiba.

Anggaran bantuan budidaya ikan lele tersebut diakui Fauzan tidak begitu besar. Hanya Rp 10 juta per kelompok untuk 25 kelompok. Artinya Dikpora menganggarkan Rp 250 juta melalui APBD KLU untuk budidaya tersebut.

“Selain lele, tahun ini kami juga memprogramkan bantuan budidaya belut. Tingginya harga belut di pasaran dinilai menjadi prospek bagi peternak belut,” tambahnya. (fer/r3)

Berita Lainnya

Ratusan Surat Suara Rusak di KLU

Redaksi LombokPost

Penataan Jalan Gili Air Terus Berlanjut

Redaksi LombokPost

Mata Air Lokoq Prabu Hilang

Redaksi LombokPost

Puting Beliung Rusak Rumah Warga di Dusun Kuripan, Kayangan

Redaksi LombokPost

Sikap Najmul Undang Polemik

Redaksi LombokPost

Fasilitator Iri Dengan Pemkot Mataram

Redaksi LombokPost

Gizi Buruk di KLU Tinggal 4 Persen

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Dapat Santunan dari Kemensos

Redaksi LombokPost

Musibah di Senaru Harus Jadi Pelajaran

Redaksi LombokPost