Lombok Post
Selong

Draf SK Pemecatan ASN Mantan Koruptor Sudah Siap

M Khairi

SELONG-Sebanyak 16 ASN mantan napi korupsi lingkup Pemkab Lombok Timur selangkah lagi akan resmi dipecat. Kepala BKPSDM Lotim M Khairi mengatakan, pemberhentian tersebut dilakukan dengan tidak terhormat. “Drafnya sudah kita buat,” kata Khairi kepada Lombok Post, kemarin (12/3).

Sesuai dengan surat Menpan-RB, pimpinan daerah diberikan batas akhir per 30 April. Dalam surat tersebut, jika tak diindahkan, Menpan menegaskan kembali sanksi berat berupa pemberhentian bupati. Karena itu, mau tak mau, bupati harus menandatangani SK tersebut.

“Bupati sendiri sedang menimbang-nimbang dan tak bisa mengelak ketika saya sodorkan surat dari Menpan tersebut,” terangnya.

Mengomentari tenggat waktu, Khairi menegaskan jika pihaknya akan mengeluarkan SK tepat di 30 April. Ia menerangkan, pemberhentian yang dibebankan pada daerah tak semudah itu untuk dilakukan. Mengingat ASN terkait telah puluhan tahun mengabdi untuk Lotim.

Kata Khairi, di sinilah letak tidak adilnya pusat dalam mengurus persoalan. “Kalau yang enak-enak dia yang eksekusi, kalau yang sulit-sulit begini diberikan pada daerah. Sama halnya seperti PPPK,”  tegas Khairi.

Adapun mengenai kabar banding ke MK yang dilakukan ASN mantan napi korupsi se-Indonesia masih menunggu hasil. Jika dalam perjalanan permintaan mereka diterima, maka ada waktu untuk membatalkan SK. Namun sesuai dengan surat tersebut, mau tak mau draf harus segera dikirim ke Bupati.

Dengan SK pemecatan, maka dengan sendirinya ASN mantan napi korupsi tak mendapatkan tunjangan pensiun. Kata Khairi, semua yang seharusnya didapatkan ASN ketika berhenti juga tak diberikan. Termasuk asuransi dari Taspen. “Karena mereka berhenti secara tidak terhormat itu,” terangnya.

Sebelumnya, Wakil Bupati Lotim H Rumaksi menerangkan jika pemberhentian ASN mantan napi korupsi membuat dilema bagi hampir semua pimpinan daerah di Indonesia. “Tidak hanya kita yang belum, tapi semua pimpinan daerah di Indonesia ini,”  kata Rumaksi. (tih/r7)

Berita Lainnya

Perjuangan Pedagang Cilok di Pusuk Sembalun

Redaksi LombokPost

Bocah Lima Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Embung Jago

Redaksi LombokPost

Rp 50 Juta kok kayak Gini?

Redaksi LombokPost

Kementerian PUPR Tarik 126 Fasilitator, Pembangunan RTG Terancam Terganggu

Redaksi LombokPost

Serah Terima Surat SuaraTunggu Penyortiran dan Pelipatan

Redaksi LombokPost

Destinasi Wisata di Sembalun Belum Direhab, Diguncang Gempa Lagi

Redaksi LombokPost

Rekompak: Konstruksi RTG yang Rusak Akibat Gempa Belum Sempurna

Redaksi LombokPost

Gempa Tak Ganggu Ujian Nasional

Redaksi LombokPost

Dapur Umum Rumahan ala Pengungsi Desa Pesanggrahan, Montong Gading

Redaksi LombokPost