Lombok Post
Selong

Cara Mahasiswa KKN Unram Bantu Pulihkan Ekonomi Pascagempa

BAZAR MAKANAN: Camat Sambelia Zaitul Akmal didampingi mahasiswa KKN Unram sedang melihat kripik buatan warga Desa Bagik Manis saat bazar di Desa Bagik Manis, Kecamatan Sambelia, kemarin (13/3).

Warga Desa Bagik Manis, Kecamatan Sambelia beramai-ramai mengolah hasil pekarangan rumah mereka. Hal itu mereka lakukan bersama sejumlah mahasiswa KKN Universitas Mataram (Unram). Bagaimana mereka memulainya?

Fatih Kudus Jaelani, Lombok Timur

===========================

Tak butuh waktu satu bulan untuk menumbuhkan kesadaran warga. Etika Lailaturrahman, salah seorang mahasiswa KKN Unram mengatakan, ide tersebut berawal dari pemetaan potensi yang dimiliki warga. “Desa Bagik Manis ini subur, tapi warga belum bisa memanfaatkan lahannya dengan maksimal,” kata Etika.

Menurut dia, selama ini pertanian masih dipahami secara umum. Menanam di sawah dengan menggunakan pupuk kimia. Padahal, jika melihat potensi lahan, pekarangan rumah tanpa pupuk pun bisa dimanfaatkan warga. Hasilnya tidak hanya untuk dikonsumsi pribadi, akan tetapi lebih dari itu. “Hasilnya bisa diolah dan dijual,” terangnya.

Ide itu pun tak hanya mampir di kepala. Namun segera diterapkan. Menurut Etika, warga mesti mendapatkan edukasi mengenai hal itu. Bersama mahasiswa lainnya, ia pun mulai menanam sayur mayur di pekarangan rumah warga. Selain itu, ia juga memanfaatkan sejumlah lahan kosong yang ada. “Kami juga mengajarkan kepada warga bagaimana memanfaatkan pupuk organik,”  ujarnya.

Hasilnya tak membutuhkan waktu yang lama. Warga tentu sangat terbantu. Sebab dengan memiliki memiliki tanaman sendiri di pekarangan rumah, mereka tak perlu membeli sayur. Dengan begitu, uang yang tadinya dipakai untuk membeli kebutuhan lauk pauk, bisa ditabung atau digunakan untuk mencukupi kebutuhan lain.

Setelah kebutuhan dapur rumah tangga selesai, mahasiswa ini juga mengajak warga untuk mengolah sayur tersebut menjadi makanan yang bernilai ekonomis. Bayam merah, pak coy, dan selada bisa diolah menjadi beraneka produk makanan. Mulai dari kripik bayan, kue bolu, es krim, dan lain sebagainya.

Pemdes Bagik Manis pun mengapresiasi kerja tersebut dengan membantu pemasaran produk olahan dari pekarangan rumah tersebut. Bazar hasil olahan itu pun dibuat. Kepala Desa Bagik Manis Fathurrahman mengatakan, kerja produktif yang dilakukan warga bersama mahasiswa harus bisa dilanjutkan.

“Semoga kesadaran memanfaatkan pekarangan ruma ini tidak selesai di sini. Tapi bisa dilanjutkan dan menjadi percontohan untuk desa-desa lainnya,” harap Fathurahman. (*/r7)

Berita Lainnya

Perjuangan Pedagang Cilok di Pusuk Sembalun

Redaksi LombokPost

Bocah Lima Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Embung Jago

Redaksi LombokPost

Rp 50 Juta kok kayak Gini?

Redaksi LombokPost

Kementerian PUPR Tarik 126 Fasilitator, Pembangunan RTG Terancam Terganggu

Redaksi LombokPost

Serah Terima Surat SuaraTunggu Penyortiran dan Pelipatan

Redaksi LombokPost

Destinasi Wisata di Sembalun Belum Direhab, Diguncang Gempa Lagi

Redaksi LombokPost

Rekompak: Konstruksi RTG yang Rusak Akibat Gempa Belum Sempurna

Redaksi LombokPost

Gempa Tak Ganggu Ujian Nasional

Redaksi LombokPost

Dapur Umum Rumahan ala Pengungsi Desa Pesanggrahan, Montong Gading

Redaksi LombokPost