Lombok Post
Headline Kriminal

Dana BOS SLB Diduga Dikorupsi

Ibnu Salim

MATARAM-Dugaan mark up penerima dana BOS pada sejumlah sekolah luar biasa (SLB) di NTB mulai ditangani kepolisian. Laporan dugaan korupsi ini diserahkan ke penyidik Subdit III Ditreskrimsus Polda NTB, setelah sempat ditangani Inspektorat NTB.

Inspektur Inspektorat NTB Ibnu Salim mengatakan, ketika ditangani Inspektorat, jajarannya telah menjalin komunikasi dengan pihak terkait. Termasuk memberi keleluasaan kepada mereka untuk memberi penjelasan.

”Artinya, itu tidak ada tindak lanjut (dari mereka). Kita bawa ke APH sesuai dengan PKS (perjanjian kerja sama),” kata Ibnu.

Terkait laporan dugaan korupsi dana bos SLB, Ibnu tidak mendetailkan isinya. Yang pasti, kata dia, ada dugaan penyimpangan dalam pengelolaan dana BOS di sejumlah SLB di NTB. ”Pelaksanaan ada potensi penyimpangan,” ujarnya.

Terpisah, Dirreskrimsus Polda NTB Kombes Pol Syamsudin Baharuddin membenarkan adanya pelimpahan dari Inspektorat. Menindaklanjuti itu, jajarannya telah membentuk tim untuk melakukan penyelidikan.

”Sudah kita terima dan ditindaklanjuti,” kata dia, kemarin.

Laporan ini sebelumnya diterima posko Satgas Saber Pungli di Inspektorat NTB. Saat itu, ada 12 laporan dugaan korupsi, salah satunya mengenai dugaan penyimpangan pengelolaan dana BOS untuk sejumlah SLB.

SLB mendapat bantuan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB tahun 2017. Bantuan yang diberikan untuk dana pendidikan berupa dana BOS, bagi siswa berkebutuhan khusus di sejumlah SLB. Nilainya mencapai Rp 2 juta per siswa.

Terdapat indikasi fiktif dan mark up dalam prosesnya. Dalam laporan yang terima, jumlah siswa ditambah pengelola SLB, sehingga tidak sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

Mark up untuk mendapatkan dana BOS, tentu kontradiktif dengan kemudahan yang diberikan pemerintah. Dalam beleid dikeluarkan Mendikbud, khusus SLB, meski jumlah siswa hanya terhitung jari, anggaran dana BOS yang dikeluarkan setara dengan 60 siswa.

Informasi yang koran ini dapatkan, dugaan mark up terjadi di salah satu SLB di Bima. Di sana, pengelola SLB menaikkan jumlah siswa hingga di angka ratusan. Padahal, jumlah siswa sebenarnya hanya di bawah 10 orang.(dit/r2)

Berita Lainnya

Penyidik Diminta Cari Pembanding Harga Terkait Kasus Korupsi Marching Band

Redaksi LombokPost

Pemilu, Polda Turunkan 9.600 Personel

Redaksi LombokPost

31 Kerapas Penyu Dimusnahkan

Redaksi LombokPost

Polisi Akhirnya Turun Tangan Tertibkan Galian C Ilegal

Redaksi LombokPost

Jaringan Irigasi Jangan Dikorupsi!

Redaksi LombokPost

Taufik Rusdi Terus Bernyanyi

Redaksi LombokPost

Jadi Kurir Sabu, Pasutri Terancam Tujuh Tahun Bui

Redaksi LombokPost

Jaksa Limpahkan Kasek dan Bendahara Terkait Dugaan Korupsi Dana BOS SMAN 1 Monta

Redaksi LombokPost

Pemalsuan Data Tes P3K Mencuat

Redaksi LombokPost