Lombok Post
Kriminal

Jaksa Kembalikan Berkas Penerima Gratifikasi Dorfin

AKHIRNYA DITANGKAP: Tersangka penyelundup narkoba Dorfin Felix berhasil ditangkap tim Reskrim Polres Lombok Utara di Pusuk Pass, perbatasan antara Lombok Barat dan Lombok Utara, Februari lalu.

MATARAM-Berkas dugaan gratifikasi dengan tersangka TU dikembalikan jaksa peneliti. TU merupakan oknum polisi yang sebelumnya bertugas di Dittahti Polda NTB. Yang bersangkutan diduga kuat terlibat atas kaburnya Dorfin Felix dari sel tahanan, belum lama ini.

Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi (Kejati) NTB Dedi Irawan mengatakan, ada sejumlah syarat formil dan materiil yang belum terpenuhi dalam berkas. Karena itu, pihaknya mengembalikan berkas kepada penyidik kepolisian.

”Sudah kita kembalikan lagi, disertai dengan petunjuk,” kata Dedi, kemarin (13/3).

Petunjuk jaksa, sebut Dedi, tak bisa dipublikasikan. Pastinya, penyidik memiliki kewajiban untuk memenuhi petunjuk sebagai bagian dari kelengkapan berkas perkara. ”Kalau nanti dilimpahkan kembali dan petunjuk sudah terpenuhi, berkas baru bisa kita nyatakan lengkap,” jelas dia.

Sementara itu, Kabidhumas Polda NTB AKBP Purnama mengatakan, kasus yang menjerat oknum polisi TU tetap diproses. Penanganannya terus berjalan. Termasuk dengan berusaha memenuhi petunjuk dari jaksa peneliti.

”Yang jelas kita akan menegakkan hukum. Semuanya masih dalam proses dan dilakukan dengan hati-hati,” kata Purnama beberapa waktu lalu.

TU diketahui ditetapkan sebagai tersangka usai diduga menerima gratifikasi. Perempuan yang sebelumnya menjabat sebagai Kasubdit Pamtahti ini, juga sempat menjalani penahanan di Rutan Polda NTB.

Pertengahan Februari, penahanan terhadap TU ditangguhkan berdasarkan pertimbangan tertentu dari penyidik. Meski demikian, penyidik tetap memproses pelanggaran kode etik dan dugaan tindak pidana yang dilakukan TU.

Saat itu, Wakapolda NTB Brigjen Pol Tajuddin menegaskan, meski tidak lagi ditahan, bahwa proses hukum terhadap oknum TU tetap berjalan. ”Proses hukum tetap berjalan itu. Tetap kita proses,” tegas dia.

Wakapolda menerangkan, TU tersangkut pelanggaran kode etik dan dugaan tindak pidana terkait pungutan liar serta gratifikasi. Untuk kode etik, saat ini pemeriksa internal Bidang Profesi Pengamanan (Propam) Polda NTB tengah memprosesnya.

Penetapan tersangka terhadap TU tak terlepas dari dugaan keterlibatannya atas kaburnya Dorfin Felix, penyelundup narkoba asal Prancis. Saat ini, Dorfin tengah menjalani proses persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Mataram.(dit/r2)

Berita Lainnya

Rekanan Proyek THR Diklarifikasi

Dae Ferra Berkelit Tak Terima Fee

Cari Selamat, Maling Amatir Hianati Kawan

Dorfin Dituntut 20 Tahun Penjara

Redaksi LombokPost

Jaksa Usut Pengadaan Bibit THR

Redaksi LombokPost

Terpidana Kasus Hutan Sekaroh Melawan

Redaksi LombokPost

Kadis Hingga Kades Terjerat Tipilu

Redaksi LombokPost

Curi Motor Guru “Bonus” Sebutir Peluru

Redaksi LombokPost

Dae Ade Tandatangan Kontrak, Dae Ferra Urus Proyek

Redaksi LombokPost