Lombok Post
NASIONAL

Pembagian Hotel Berdasarkan Asal Daerah Jamaah Haji

JAKARTA–Kementerian Agama (Kemenag) terus mengebut penyiapan akomodasi haji di Arab Saudi. Akomodasi itu meliputi hotel, katering, dan layanan transportasi. Sudah berjalan sebulan, penyiapan akomodasi haji berjalan 50 persen.

Keterangan tersebut disampaikan Sekjen Kementerian Agama (Kemenag) Nur Kholis Setiawan dalam rapat bersama sembilan anggota Komisi VIII DPR. Rapat tersebut digelar di kantor Daerah Kerja (Daker) Makkah.

’’Proses penyediaan, utamanya terkait layanan akomodasi jamaah haji di Arab Saudi dalam rentang sebulan ini, Alhamdulillah, sudah mencapai 50 persen,’’ kata mantan Irjen Kemenag tersebut.

                Dia menjelaskan, mulai tahun ini Kemenag memberlakukan skema baru dalam penempatan jamaah haji. Selama ini penempatan diundi secara acak. Nah, mulai tahun ini jamaah haji akan ditempatkan berdasarkan asal daerah. Pengelompokan ini diberlakukan dalam sistem wilayah atau zona tertentu.

                Menurut Nur Kholis, skema zonasi diharapkan mempermudah pengawasan dan pelayanan jamaah haji. ’’Serta meminimalisasi munculnya permasalahan karena perbedaan budaya dan bahasa,’’ kata dia.

Sehingga dengan kebijakan ini, maka seluruh jamaah haji asal NTB nantinya akan ditempatkan di satu wilayah. Tidak terpisah-pisah seperti sebelumnya karena terkait pengundian.

                Penataan juga diikuti dengan penyesuaian penyediaan katering. Dengan begitu, diharapkan menu yang diterima jamaah menyesuaikan dengan cita rasa daerah masing-masing.

                Kemenag juga terus menyelesaikan urusan penyediaan layanan katering dan transportasi lokal di Saudi. Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kemenag Sri Ilham Lubis menuturkan, proses pengadaan katering sudah memasuki tahapan kasyfiyah atau tinjauan langsung ke lapangan.

’’Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan dapur perusahaan yang telah mengajukan penawaran,’’ katanya.

            Dia mengatakan, tahapan kasyfiyah adalah fase kelima dalam proses penyediaan katering. Sebelumnya telah melalui proses pengumuman pengadaan, pendaftaran, lalu tender. Setelah itu perusahaan katering mengajukan penawaran serta penyerahan berkas kelengkapan administrasi.

Untuk layanan transportasi, hingga kini masih dalam tahap pendaftaran. Sri mengatakan, layanan ini meliputi transportasi antarkota dan layanan bus salawat atau pengumpan. Bus pengumpan ini melayani mobilasi jamaah dari pemondokan di Makkah menuju Masjidilharam. Layanan ini rencananya menggunakan 395 bus.

Layanan transportasi antarkota terdiri atas enam rute. Di antaranya adalah rute Madinah ke Makkah dan sebaliknya. Dengan total perjalanan mencapai 14.409 trip. Sri mengatakan, layanan bus antarkota ini disediakan oleh naqobah atau organisasi asosiasi perusahaan jasa angkutan dan perusahaan di Saudi.

JAKARTA–Kementerian Agama (Kemenag) terus mengebut penyiapan akomodasi haji di Arab Saudi. Akomodasi itu meliputi hotel, katering, dan layanan transportasi. Sudah berjalan sebulan, penyiapan akomodasi haji berjalan 50 persen.

Keterangan tersebut disampaikan Sekjen Kementerian Agama (Kemenag) Nur Kholis Setiawan dalam rapat bersama sembilan anggota Komisi VIII DPR. Rapat tersebut digelar di kantor Daerah Kerja (Daker) Makkah.

’’Proses penyediaan, utamanya terkait layanan akomodasi jamaah haji di Arab Saudi dalam rentang sebulan ini, Alhamdulillah, sudah mencapai 50 persen,’’ kata mantan Irjen Kemenag tersebut.

                Dia menjelaskan, mulai tahun ini Kemenag memberlakukan skema baru dalam penempatan jamaah haji. Selama ini penempatan diundi secara acak. Nah, mulai tahun ini jamaah haji akan ditempatkan berdasarkan asal daerah. Pengelompokan ini diberlakukan dalam sistem wilayah atau zona tertentu.

                Menurut Nur Kholis, skema zonasi diharapkan mempermudah pengawasan dan pelayanan jamaah haji. ’’Serta meminimalisasi munculnya permasalahan karena perbedaan budaya dan bahasa,’’ kata dia.

Sehingga dengan kebijakan ini, maka seluruh jamaah haji asal NTB nantinya akan ditempatkan di satu wilayah. Tidak terpisah-pisah seperti sebelumnya karena terkait pengundian.

                Penataan juga diikuti dengan penyesuaian penyediaan katering. Dengan begitu, diharapkan menu yang diterima jamaah menyesuaikan dengan cita rasa daerah masing-masing.

                Kemenag juga terus menyelesaikan urusan penyediaan layanan katering dan transportasi lokal di Saudi. Direktur Pelayanan Haji Luar Negeri Kemenag Sri Ilham Lubis menuturkan, proses pengadaan katering sudah memasuki tahapan kasyfiyah atau tinjauan langsung ke lapangan.

’’Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan dapur perusahaan yang telah mengajukan penawaran,’’ katanya.

                Dia mengatakan, tahapan kasyfiyah adalah fase kelima dalam proses penyediaan katering. Sebelumnya telah melalui proses pengumuman pengadaan, pendaftaran, lalu tender. Setelah itu perusahaan katering mengajukan penawaran serta penyerahan berkas kelengkapan administrasi.

Untuk layanan transportasi, hingga kini masih dalam tahap pendaftaran. Sri mengatakan, layanan ini meliputi transportasi antarkota dan layanan bus salawat atau pengumpan. Bus pengumpan ini melayani mobilasi jamaah dari pemondokan di Makkah menuju Masjidilharam. Layanan ini rencananya menggunakan 395 bus.

Layanan transportasi antarkota terdiri atas enam rute. Di antaranya adalah rute Madinah ke Makkah dan sebaliknya. Dengan total perjalanan mencapai 14.409 trip. Sri mengatakan, layanan bus antarkota ini disediakan oleh naqobah atau organisasi asosiasi perusahaan jasa angkutan dan perusahaan di Saudi. (wan/oni/JPG/r8)

Berita Lainnya

Polri Klaim May Day Aman

Naruhito Resmi Duduki Takhta Krisan

Proses Visa Dimulai, Kemenag Kumpulan Paspor Jamaah

Bambang Haryo Desak Kemenhub Tunda Operasional Bandara NYIA Kulon Progo

Jokowi dan Sandi Langsung ke Saudi

Redaksi LombokPost

Jangan Ada Hoax dan Kecurangan! SBY dan Ibu Ani Nyoblos di Singapura

Redaksi LombokPost

Sisi-Sisi ”Capres-Cawapres Juga Manusia” dalam Rangkaian Debat Pilpres 2019

Redaksi LombokPost

Adu Kuat Babak Akhir, Jokowi Ma’ruf Akan Sajikan Hal Baru, Prabowo-Sandi Mengalir Tanpa Hafalan

Redaksi LombokPost

Prabowo Janjikan Perubahan di Depan Lautan Manusia

Redaksi LombokPost