Lombok Post
Selong

Pendamping di Lotim Mulai Terapkan E-PKH

PELATIHAN E-PKH: Koordinator Kabupaten Pendamping PKH Lotim Saparudin (dua dari kanan) sedang memberikan sambutan pada pelatihan aplikasi e-PKH kepada Korcam Pendamping PKH dan operator PKH di Pendopo Wakil Bupati Lotim, kemarin (13/3).

SELONG-Pendamping program keluarga harapan (PKH) Lombok Timur mulai menerapkan aplikasi e-PKH dalam menginput pemutakhiran data. Penerapan tersebut diawali dengan pelatihan pengisian e-PKH di ruang pertemuan Pendopo Wakil Bupati Lotim, kemarin (13/3).

“Pelatihan ini diikuti oleh 21 operator dan 21 koordinator kecamatan pendamping PKH Lotim,” kata Koodinator Kabupaten Pendamping PKH Lotim Saparudin.

Ia menerangkan, sistem informasi manajemen (SIM) dimulai sejak 2011 sampai sekarang. Sebelum adanya e-PKH, kesulitan yang dihadapi pihaknya adalah tidak maksimalnya pembaharuan entry data. Kata Saparudin, kelompok penerima manfaat (KPM) sebanyak 119 ribu selama ini hanya dikerjakan oleh empat orang operator kabupaten. Masing-masing operator diharuskan mengentri puluhan ribu PKM.

“Itulah sebabnya perubahan komponen pemutakhiran tidak pernah bisa tercapai. Hal itulah yang mengakibatkan adanya komplain dari masyarakat penerima manfaat,” ungkapnya.

Misalnya, saja pemutakhiran bantuan sesuai jenjang pendidikan PKM. Untuk SD, SMP, dan SMA mendapatkan jatah yang berbeda. Sementara selama ini, seringkali perubahan jenjang pendidikan penerima tidak tertulis. Selalu ada keterlambatan dan yang lewat.

Ditambahkan Saparudin, keterbatasan itu membuat pihaknya tidak pernah mencapai seratus persen. Sementara setiap batas waktu pemutakhiran akan berakhir, tugas entry pemutakhiran baru datang.

Dengan sistem yang baru, aplikasi e-PKH dianggap akan sangat membantu. Sebanyak 369 pendamping PKH sudah bisa melakukan pemutakhiran tersebut melalui Androidnya masing-masing. Sehingga dengan begitu, pemutakhiran data akan terlaksana. Dengan demikian, tugas operator kabupaten bisa terfokus pada perekapan.

“Masing-masing pendamping selama ini mendampingi 200 sampai 300 PKM. Saya rasa akan sangat bisa dilakukan,” harapnya.

Kabid Perlindungan dan Jaminan Sosial Masyarakat, Dinsos Lotim Huzaefah menerangkan, e-PKH menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas kerja pendamping. Kata Huzaefah, seratus siswa saja ditangani sepuluh guru. “Ini ratusan KPM ditangani satu orang,” terangnya.

Karena itu, pendamping PKH juga diharapkan mampu bekerja serius dalam melakukan pendampingan. Sesuai tugas dan tanggung jawab yang diberikan. Ia tak ingin lagi mendengar adanya permasalahan yang datangnya dari penerima manfaat. “Sebelum itu terjadi, kitalah yang terlebih dahulu harus mengetahuinya,” tegasnya.

Berkaitan dengan hal tersebut, ia juga tak segan-segan akan memberikan surat peringatan tahap dua jika mendapatkan adanya pendamping PKH nakal. “Kenapa harus SP satu jika tingkat pelanggarannya berat. Bila perlu langsung SP 3,” kata Huzaefah. (tih/r7/*)

Berita Lainnya

Hearing Buntu, Aldi Tempuh Jalur Hukum

Ramai-ramai Berburu Takjil

Gara-Gara Kritis, Aldi Tak Diluluskan Sekolah

Dua Pelaku Curas Tertangkap, Dua Masih Buron

Redaksi LombokPost

Pekan Depan Pembangunan Taman Rinjani Mulai Dilelang

Redaksi LombokPost

Para Penjaga Rumah Allah di Gumi Patuh Karya (2)

Redaksi LombokPost

Jalan Rusak Picu Lakalantas

FPR Minta Amaq Har Dibebaskan

Tolong, Mata Kiri Nadir Diserang Tumor