Lombok Post
Metropolis

Penjualan Hasil Laut Masih Menggunakan Cara Konvensional

MASIH KONVENSIONAL: Seorang wanita menyiapkan ikan tongkol untuk dijual di Lingkungan Pondok Prasi, Kota Mataram, kemarin. Karena tidak diolah, nilai jual ikan hasil tangkapan nelayan pun menjadi sangat rendah.

MATARAM-Pengolahan hasil laut seperti ikan tongkol harusnya tidak berakhir pada proses pemindangan atau  menjadi ikan bakar. Tetapi bisa diolah menjadi abon atau nugget ikan, agar memiliki nilai jual lebih tinggi.

Sayangnya, menjual dengan cara konvensional dinilai lebih laku. Meskipun hasilnya lebih sedikit. “Kita sudah kemas dalam bentuk abon, tetapi kalau nggak ada label, kita susah melakukan pemasaran,” kata Inak Enjun, salah satu istri nelayan di Pantai Tanjung Karang.

Menurutnya, pendampingan dari berbagai pihak, dalam mengelola hasil laut melalui pemberdayaan istri nelayan, sudah sering dilakukan. Tapi semua sebatas pengolahan. Sementara cara memasarkan hasil olahan itu, belum pernah ia dapatkan.

“Kekurangannya masih berkutat di situ. Mau masukkan ke pusat perbelanjaan atau di komplek, ya nggak bisa karena nggak ada label. Kami berharap pemerintah bisa mengajari kami soal ini,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kelauatan dan Perikanan (DKP) Kota Mataram Hj Baiq Sujihartini meminta istri-istri nelayan mengkomunasikan masalah ini dengan pembina atau penyuluh DKP Kota Mataram yang ada di lingkungan masing-masing. Atau bisa langsung ke kantor DKP Kota Mataram.

“Bisa bicara ke penyuluh atau langsung datang ke kantor, kita juga ada pembinaan secara swadaya. Karena kita juga pendamping terkait pemasaran hasil olahan ini,” kata Sujihartini.

Dijelaskan, sejauh ini, program pemberdayaan istri nelayan melalui pelatihan pengolahan hasil laut, sampai dengan pemasaran agar menghasilkan produk yang berkualitas, masih menjadi salah satu program utama DKP Kota Mataram.

“Yang selama ini dia sangat tergantung dari suaminya, sekarang mereka bisa punya usaha sendiri. Sehingga, walaupun cuaca buruk dan suami tidak melaut, mereka tetap punya penghasilan,” tegasnya.

Dalam hal pemasaran produk, ia rasa para istri nelayan di Kota Mataram tidak perlu khawatir. Sebab DKP Kota Mataram telah bekerja sama dengan UKM Ares. Salah satu UKM binaan untuk bidang pemasaran hasil olahan laut. Sehingga hasil produksi bisa diarahkan ke sana agar bisa dipasarkan.

“Jadi kita akan bina berkaitan dengan kemasan dan labelnya. Tentu sesuai dengan standar binaan kami,” tutupnya. (yun/r5)

Berita Lainnya

Korban Gempa Dikadali, BPBD Terima Laporan Bahan Rumah Korban Gempa Tak Sesuai Spek

Kedubes Prancis Kunjungi Poltekpar Lombok

Dapil Satu-Dua Milik Kepala Garuda

320 Jamaah Belum Lunasi BPIH

Korban Gempa Tarawih di Masjid Darurat

Caleg Gagal Malas Hadiri Rapat Paripurna

Pansus DPRD Terima LKPJ Wali Kota Tahun Anggaran 2018

Perjuangan Para Pahlawan Demokrasi Mewujudkan Pemilu Jujur dan Adil

Restoran Siap Saji Dapat Toleransi