Lombok Post
Selong

Residivis Spesialis Pencuri Rumah Kosong Tak Berkutik

DILUMPUHKAN: DI, 32 tahun, tersangka pelaku curat tak berdaya karena luka tembak pada betis kirinya setelah diamankan Tim Resmob Satreskrim Polres Lotim di Mapolres Lotim, kemarin (13/3).

SELONG-Tim Resmob Satreskrim Polres Lombok Timur menangkap pelaku tindak pidana pencurian dengan pemberatan (curat). Penangkapan tersebut berlangsung di Desa Gapuk, Kecamatan Suralaga, Selasa (12/3) lalu. “Pelaku tertangkap tepat pada saat sedang melakukan aksinya,” kata Kasatreskrim Polres Lotim AKP I Made Yogi Purusa Utama, kemarin (13/3).

Yogi menerangkan, tersangka DI, 32 tahun merupakan residivis dan DPO yang selama ini diincar polisi. Ia juga menegaskan jika tersangka beroperasi di wilayah Kecamatan Selong dan sekitarnya. Kata Yogi, DI inilah biangnya atau spesialis pembobol rumah kosong, kos-kosan, toko, dan konter-konter HP.

Pada saat ditangkap, DI dikatakan sempat melakukan perlawanan. Dua orang tim Resmob yang berusaha menangkapnya mendapat perlawanan serius. Perlawanan yang dilakukan DI, kata Yogi, sempat dianggap perkelahian antar pemuda oleh warga. Sampai pada akhirnya warga mengetahui kejadian yang sebenarnya setelah DI berhasil dilumpuhkan.

Penangkapan DI berdasarkan atas empat laporan polisi mengenai tindakan pencurian pemberatan (curat). Laporan tersebut bertarikh satu kasus tahun 2018, dan tiga kasus lainnya 2019. “Dua di antara korbannya adalah salah seorang jaksa dan kepala PN Selong yang saat itu masih menjabat wakil,” jelas Yogi.

Dalam melakukan aksinya, DI mencongkel jendela atau pintu rumah korban. Pelaku melakukan aksinya seorang diri. “Kami juga mendapatkan barang bukti berupa rekaman CCTV pelaku saat melakukan aksinya,” terangnya.

Adapun barang bukti lainnya yang diamankan polisi berupa satu buah laptop, sepeda motor, dan 13 handphone. Selain itu ditemukan juga tiga buah besi cukit, sebilah pisau, dan satu kotak peralatan beserta isinya.   “Kita juga mengamankan penadah yang membeli barang curiannya,” terang Yogi.

Atas tindakannya, DI dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian pemberatan dengan ancaman kurungan paling lama tujuh tahun. (tih/r7)

Berita Lainnya

Perjuangan Pedagang Cilok di Pusuk Sembalun

Redaksi LombokPost

Bocah Lima Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Embung Jago

Redaksi LombokPost

Rp 50 Juta kok kayak Gini?

Redaksi LombokPost

Kementerian PUPR Tarik 126 Fasilitator, Pembangunan RTG Terancam Terganggu

Redaksi LombokPost

Serah Terima Surat SuaraTunggu Penyortiran dan Pelipatan

Redaksi LombokPost

Destinasi Wisata di Sembalun Belum Direhab, Diguncang Gempa Lagi

Redaksi LombokPost

Rekompak: Konstruksi RTG yang Rusak Akibat Gempa Belum Sempurna

Redaksi LombokPost

Gempa Tak Ganggu Ujian Nasional

Redaksi LombokPost

Dapur Umum Rumahan ala Pengungsi Desa Pesanggrahan, Montong Gading

Redaksi LombokPost