Lombok Post
Metropolis

RSUD Kota Mataram Siapkan Tenaga Medis Sambut MotoGP 2021

AKRAB: Menteri Kesehatan RI dr Nila Moeloek (kanan) didampingi Direktur RSUD Kota Mataram dr HL Herman Mahaputra pada peluncuran program public safety center (PSC) RSUD Kota Mataram, kemarin (13/3).

MATARAM-RSUD Kota Mataram siap mendukung MotoGP 2021 yang akan digelar di lintasan kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah. Tenaga medis di RSUD, entah itu perawat maupun dokter siap turun  membantu. Baik untuk rider maupun penonton.

“RSUD Kota Mataram bisa diandalkan membantu dalam bidang kesehatan pada MotoGP 2021 nantinya. Rumah sakit ini nantinya bisa berstandar internasional,” kata Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh pada peluncuran program public safety center (PSC) RSUD Kota Mataram, kemarin (13/3).

RSUD Kota Mataram akan menerapkan medical tourism. Rumah sakit diharapkan akan masuk memberikan pelayanan kepada pembalap atau mekanik moto GP. Kini kata dia, rumah sakit ini kembali meluncurkan program PSC. Program tidak main-main. Sebab, PSC sudah dilengkapi gedung dan fasilitas penunjang lainnya.

“Pelayanan ini dibuka 24 jam,” kata orang nomor satu di Kota Mataram ini.

Program PSC diluncurkan RSUD Kota Mataram  bekerja sama dengan pihak kepolisan, Dinas Pemadam Kebakaran, Jasa Raharja, dan berbagai instansi lainnya. Pada gempa Agustus 2018 lalu kata Ahyar, rumah sakit sempat mengalami kerusakan. Namun karena ada bantuan dari pemerintah langsung dikerjakan dengan baik.

Ahyar juga cukup gerah dengan sikap Menteri Kesehatan Nila Moeloek yang telat datang. Sejatinya, peluncuran program PSC akan dimulai pukul 10.00 Wita, namun malah molor sampai pukul 13. 00 Wita.

Direktur RSUD Kota Mataram dr HL Herman Mahaputra mengatakan, pihaknya meluncurkan layanan tanggap darurat public safety center (PCS) 119. Kehadiran layanan PSC 119 ini yang tidak hanya berhubungan dengan kecelakaan tetapi juga dalam situasi kritis.

Menurutnya, peluncuran layanan PSC 119 ini karena pelayanan kesehatan merupakan pemerintah untuk memelihara dan meningkatkan kualitas kesehatan.

“Dengan adanya nomor pelayanan kesehatan ini, masyarakat bisa mendapatkan pelayan ambulans dan tenaga medis saat berada kondisi gawat darurat. Apa yang kita lakukan ini dalam upaya meningkatkan kesehatan masyarakat,” ucapnya.

Pelayanan ini juga berlaku untuk para wisatawan mancanegara. Sebagai daerah pariwisata, ia ingin memberikan pelayanan kepada turis. Bahkan pihaknya juga menyiapkan alat tranportasi berupa speedboat dan pesawat. “Kita menyiapkan ini semua bagi pasien,” tuturnya.

Sementara itu Menteri Kesehatan Nila Moeloek mengatakan, RSUD Kota Matram ini menjadi rumah sakit rujukan di NTB. Pasien yang tidak bisa ditangani di kabupaten/kota lainnya akan dibawa ke RSUD Kota Mataram. Begitu juga dengan bantuan yang diberikan pemerintah pusat pascagempa dikerjakan dengan baik.

Kini, kata Nila, RSUD Kota Mataram meluncurkan program PSC 119. Jadi, sebelum pasien datang ke rumah sakit, pihak rumah sakit sudah bergerak menangani pasien di lokasi kejadian atau rumah.

“Ini satu-satunya RSUD yang menyiapkan pesawat dalam perawatan. Meski kerja sama dengan pihak lain,” sebutnya.

Nila juga akan meminta video film terkait RSUD Kota Mataram dalam progran PSC 119. Program ini katanya sangat bagus dan nantinya bisa ditiru rumah sakit lainnya di Indonesia.

“Kami sangat bangga dengan kemajuan Kota Mataram,” tutupnya. (jay/r5)

Berita Lainnya

Korban Gempa Dikadali, BPBD Terima Laporan Bahan Rumah Korban Gempa Tak Sesuai Spek

Kedubes Prancis Kunjungi Poltekpar Lombok

Dapil Satu-Dua Milik Kepala Garuda

320 Jamaah Belum Lunasi BPIH

Korban Gempa Tarawih di Masjid Darurat

Caleg Gagal Malas Hadiri Rapat Paripurna

Pansus DPRD Terima LKPJ Wali Kota Tahun Anggaran 2018

Perjuangan Para Pahlawan Demokrasi Mewujudkan Pemilu Jujur dan Adil

Restoran Siap Saji Dapat Toleransi