Lombok Post
Metropolis

Warga Datang Rombongan Berburu Barang Lelangan di Giant

BERBURU DISKON: Pengunjung berburu kebutuhan rumah tangga yang dijual dengan harga miring di Giant Ekstra Gegutu, kemarin (13/3).Supermarket ini akan menutup gerainya 1 April 2019 mendatang.

Giant Ekstra Gegutu tengah menjadi buah bibir warga Kota Mataram. Salah satu supermarket besar di Kota Mataram itu, pada 1 April mendatang akan gulung tikar. Agar tidak ada barang yang tersisa, pihak manajemen perusahaan mulai melelangnya.

YUYUN ERMA KUTARI, Mataram

===========================

Suasana ramai begitu terasa. Tua dan muda, pria dan wanita, sibuk memilih barang apa saja yang akan dibeli. Pemandangan itu sekarang ini terjadi di gerai Giant Ekstra Gegutu. Maklum saja, toko itu sedang menggelar diskon sampai besar besarang menjelang hari penutupannya pada 1 April mendatang.

Keadaan ini ternyata mampu menyedot animo masyarakat Kota Mataram. Ingin memburu barang murah.

Koran ini berhasil menemui Ibu Ari, di sela-sela kesibukannya memilih barang. Saat itu ia sedang memilih handuk. Bolak balik, melihat corak, ukuran hingga ke bagian paling penting. Banderol harga. Tampak wajahnya semringah, ternyata warga Gebang ini berhasil mendapatkan harga barang yang sesuai dengan kantongnya.

“Lumayan diskon sampai 30 persen,” katanya.

Dirinya beralih ke perabotan rumah tangga, memilih dan memilah mana yang sesuai dengan harga yang diinginkan. Sampai kemudian ke rak pakaian hingga bahan-bahan dapur. Sebagai seorang ibu rumah tangga, cuci gudang merupakan hal yang paling ditunggu, karena diskon besar-besaran yang harus dimanfaatkan.

“Makanya pas ada info cuci gudang, saya harus datang,” terang Ari.

Ia mendengar kabar Giant Ekstra Gegutu melakukan cuci gudang, dari para tetangganya. Rupanya, kabar itu tengah berhembus kencang dikalangan ibu-ibu. Setelah itu, ia mulai menyusun rencana bersama beberapa teman-temannya, untuk berburu barang diskonan di toko ritel modern itu.

“Senang aja sih kita dapat harga murah, ini saya datang bareng rombongan,” tegasnya.

Benar saja. Ibu-ibu yang ikut dalam rombongan wanita 42 tahun ini ada enam orang, belum lagi yang sedang menyusul, yang katanya sedang dalam perjalanan menuju Giant Ekstra Gegutu.

“Ini kami lagi tunggu mereka juga, biar sama-sama pilih barang,” jelasnya.

Koran ini mencoba menggali lagi. Tanggapan pengunjung tentang penutupan ritel modern itu? Tak disangka Ari menjawab, sebenarnya sangat disayangkan bahwa keputusan yang diambil manajemen berakhir pada penutupan toko. Yang sangat ia kasihani adalah para karyawan yang kena PHK.

“Kasihan kan, karyawannya yang sekarang ada penghasilan eh malah gak ada, belum lagi yang kerja di sini menjadikan ini sebagai penghasilan utama, kasihan ya,” mirisnya.

Menurutnya, itu memang sudah menjadi sebuah konsekuensi. Ibarat hidup, Ari mengatakan ada awal pasti ada akhir. Namun, sebagai warga yang tidak tahu seluk beluk permasalahan manajemen, tindakan perusahaan juga tidak bisa disalahkan sepenuhnya. Mungkin ada alasan karena daya beli masyarakat turun sehingga ada kerugian besar. Semuanya tidak ada yang tahu.

“Ya mau gimana lagi, orang jualan pasti ingin untung, kalau yang ada rugi terus ya bahaya juga, yang terbaiklah buat semua pihak,” tutupnya sambil pamit melanjutkan belanja.

Disisi lain, ada Ibu Lia. Seorang warga Sandik, Kabupaten Lombok Barat juga turut menjajal diskon cuci gudang Giant Ekstra Gegutu. Ia datang bersama keluarga, untuk membeli beberapa perabot rumah tangga.

Sama dengan Ari, Lia pun mengetahui adanya cuci gudang ini dari para tetangganya. Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan, dirinya langsung datang untuk berburu barang-barang dengan potongan harga itu. Saat berbincang dengan Koran ini, Lia sedang asyik memilih barang.

“Sudah ramai ini dibicarain sama tetangga saya, penasaran kan apa benar ya udah hari ini saya datang, Alhamdulillah ada yang harganya murah,” tegasnya.

Lia sendiri jarang sekali pergi ke toko yang sedang cuci gudang. Tetapi entah mengapa saat ada kabar Giant Gegutu Ekstra, rasanya apa yang ingin dia beli selama ini, sebentar lagi akan dia miliki.

Terlepas dari itu semua, ia juga menyayangkan jika toko ritel sebesar ini harus gulung tikar. “Karena jadi berkurang deh pilihan kita mau belanja dimana,” pungkasnya. (*/r5)

Berita Lainnya

Rekonstruksi Sudah Progresif, Presiden Instruksikan Jajaran Terus Lakukan Percepatan

Redaksi LombokPost

Kabar Gembira untuk Infrastruktur

Redaksi LombokPost

Revitalisasi KBC Dilanjutkan, Ini Sumber Dananya

Redaksi LombokPost

Durian Runtuh buat PNS, Rapelan Gaji Masih Tunggu Hitungan Taspen

Redaksi LombokPost

Cara Menghilangkan Bau Tak Sedap di Sepatu ala BROOK.LIN

Redaksi LombokPost

Relokasi Dua Pasar Belum Jelas

Redaksi LombokPost

Warga Harus Tetap Waspada DBD

Redaksi LombokPost

Dua Jempol untuk Dinas PUPR

Redaksi LombokPost

Ahyar Bisiki Presiden Jokowi, Rehab Rekon Terkendala Semen dan Tukang

Redaksi LombokPost