Lombok Post
Sumbawa

Ayo Hijaukan Kembali Wilayah DAS

PENGHIJAUAN: Sekda Sumbawa H. Rasyidi menanam bibit pohon dalam kegiatan penanaman pohon di DAS Semongkat Rabu sore lalu

SUMBAWA-Keberadaan hutan sangat penting bagi keberlangsungan ekosistem. Karenanya hutan harus senantiasa dijaga, jangan sampai rusak.

“Kerena hutan merupakan sumber kehidupan bagi kita semua,” tegas Sekda Sumbawa H. Rasyidi dalam kegiatan penanaman pohon di DAS Semongkat Rabu lalu (13/3).

Kegiatan ini digelar dalam rangka konservasi alam dan pelestarian lingkungan yang diselenggarakan oleh Forum Komunitas Hijau Samawa Rea (FKHSR). Kegiatan berlangsung di Dusun Semongkat, Brang Desa Kelungkung, Kecamatan Batulanteh.

Disampaikan, kualitas lingkungan saat ini cendrung semakin menurun. Adanya banjir di musim hujan, kelangkaan air ketika kemarau, serta pencemaran air tanah dan sungai dinilai dapat mengancam kehidupan manusia. Kondisi ini terjadi disebabkan perilaku manusia yang hanya mengeksploitasi alam tanpa memperhatikan keseimbangan atau kelestarian lingkungan hidup.

Disampaikan, hutan merupakan paru-paru dunia. Jika air merupakan sumber kehidupan, maka hutan dapat dikatakan sebagai penyangganya. Akar-akar kayu yang ada di hutan berfungsi untuk menyerap dan menyimpan air.

“Singkatnya, hutan merupakan mesin sirkulasi air paling canggih yang tak dapat digantikan dengan apapun. Hutan menghasilkan air dan oksigen sebagai komponen yang sangat diperlukan bagi kehidupan umat manusia,” tegasnya.

Untuk menggerakkan masyarakat agar melakukan penanaman pohon, presiden RI telah menyerukan kepada seluruh masyarakat agar dapat melakukan penanaman pohon sebanyak 25 batang setiap orang selama hidupnya. Untuk itu, bupati mengharapkan kepada semua masyarakat untuk bersama-sama menanam pohon bagi kepentingan generasi kedepannya. Demi mendapatkan lingkungan yang sejuk, bersih dan sehat.

“Diharapkan, ikhtiar yang telah dilakukan komunitas ini dapat diikuti dengan pemeliharaan yang baik oleh masyarakat sekitar,” harapnya.

Pohon yang ditanam adalah bibit-bibit tanaman yang bernilai ekonomi tinggi. Yang tentunya sangat bermanfaat, baik bagi peningkatan pendapatan masyarakat. Maupun untuk menjaga ketersediaan air serta memberi manfaat perlindungan bagi keanekaragaman hayati. (run/r3) 

Berita Lainnya

Jembatan Brang Punik Kembali Putus

Redaksi LombokPost

Pemerintah KSB Bangun Zona Integritas Menuju WBK dan WBBM

Redaksi LombokPost

Dua Jembatan Limpas Bakal Ditingkatkan

Redaksi LombokPost

Kemendes PDTT Gelar Festival Paranata Adat

Redaksi LombokPost

Dikes Sumbawa Tangani Dua Pasien HIV

Redaksi LombokPost

Penyimpangan Tender Gudang Garam Makin Terkuak

Redaksi LombokPost

PPK Dilatih Teknis Pemungutan Suara

Redaksi LombokPost

Sumbawa Usulkan Penambahan P3K

Redaksi LombokPost

Listrik Padam Akibat Ujicoba Mesin PLTMG

Redaksi LombokPost