Lombok Post
Headline Kriminal

Bunuh Polisi, Jinggo 20 Tahun di Bui

DIPUTUS MAKSIMAL: Terdakwa I Made Subrata alias Jinggo menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri Mataram, kemarin (14/3).

MATARAM-Pembunuh anggota Polri Nengah Sukarta, I Made Subrata alias Jinggo harus mendekam di penjara selama 20 tahun. Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Mataram memvonis Jinggo bersalah secara sengaja menghilangkan nyawa korban.

”Menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan bersalah dengan pidana penjara selama 20 tahun,” kata Ketua Majelis Hakim Didiek Jatmiko membaca amar putusan, kemarin (14/3).

Putusan 20 tahun penjara sesuai dengan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU). Terdakwa terbukti bersalah dalam dakwaan kedua. Yakni, di Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan sengaja dan Pasal 362 KUHP mengenai pencurian.

Alasan yang memberatkan terdakwa, Jinggo merupakan residivis yang pernah tersangkut kasus narkoba; terdakwa mengetahui korban sedang sakit; dan terdakwa adalah kerabat dekat korban.

”Vonis sesuai dengan tingkat kekejian perbuatan tedakwa. Dan, perbuatan terdakwa itu melanggar norma-norma agama,” terang dia.

Meski diputus sesuai dengan tuntutannya, JPU Kejaksaan Negeri (Kejari) Mataram Ema Muliawati mengaku masih pikir-pikir. Begitu juga dengan penasihat hukum terdakwa Deni Nur Indra.

”Kami pikir-pikir dulu,” kata Deni.

Perbuatan terdakwa terjadi November 2018. Pelaku memukul bagian belakang kepala korban dengan menggunakan pipa besi. Ketika pukulan pertama, korban sempat bangun dan berusaha mengejar. Tetapi, Jinggo semakin beringas. Dia kembali melancarkan pukulan sebanyak lima kali.

Perbuatan terdakwa membuat Sukarta terkapar. Setelah korban tak bernyawa, Jinggo mengambil kain dan berusaha membersihkan darah yang berceceran di lantai. Terdakwa kemudian mengambil dua unit handphone milik korban. Jinggo juga membawa kabur motor Sukarta yang terparkir di garasi.

Handphone korban kemudian digadai sebesar Rp 1,2 juta. Adapun motor Honda Vario milik korban digadai dengan nilai lebih besar, yakni Rp 5 juta. Uang tersebut digunakan Jinggo untuk menebus motor lain, sejumlah Rp 3 juta. Sisa uang kemudian digunakan terdakwa untuk berjudi.(dit/r2)

Berita Lainnya

Menelusuri Penyebaran Islam di Pulau Lombok dari Buku Karya Dr Jamaluddin (2)

Korban Gempa Dikadali, BPBD Terima Laporan Bahan Rumah Korban Gempa Tak Sesuai Spek

Menelusuri Penyebaran Islam di Lombok dari Buku Karya Dr Jamaluddin (1)

Kedubes Prancis Kunjungi Poltekpar Lombok

Zohri Spektakuler! Genggam Tiket ke Tokyo 2020

BNI Tebar 100 Ribu Bingkisan Ramadan

Hearing Buntu, Aldi Tempuh Jalur Hukum

Progres RTG Belum Sesuai Harapan

Alhamdulillah, Bantuan Jadup Cair Besok