Lombok Post
Tanjung

Bupati KLU Segera Surati Presiden Terkait Mahalnya Bagasi Pesawat

TANJUNG-Mahalnya harga tiket dan bagasi pesawat menjadi perhatian Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU) H Najmul Akhyar. Kebijakan maskapai penerbangan ini dinilai berdampak terhadap kunjungan wisatawan ke KLU. Karenanya bupati berencana bersurat ke gubernur bahkan presiden agar memberikan perhatian serius terkait masalah ini.

“Gubernur dan presiden harus membuat kebijakan khusus, sehingga kenaikan harga tiket dan bagasi pesawat ini tidak sampai mengganggu dunia pariwisata,” tegasnya usai membuka rakor percepatan pemulihan pariwisata KLU, kemarin (14/3).

Ia mengungkapkan, pemprov sempat berencana melounching penerbangan 24 jam di Lombok International Airport (LIA). Namun di tengah kondisi penerbangan yang sepi seperti saat ini, rencana tersebut bisa jadi sulit terealisasi.

“Selesaikan dulu harga bagasi dan tiket yang mahal, agar dunia penerbangan kembali bergairah,” sambungnya.

Ia melanjutkan, dampak mahalnya harga tiket dan bagasi pesawat sangat terasa bagi KLU. Kondisi penerbangan yang lesu membuat kunjungan wisatawan ke KLU terjun bebas. Padahal KLU butuh pariwisata untuk bangkit dari keterpurukan akibat gempa tahun lalu.

“Kondisi penerbangan berdampak langsung terhadap pariwisata kita,” katanya.

Namun, ia tidak hanya menyalahkan mahalnya harga tiket penerbangan. Pariwisata dinilainya juga dipengaruhi kreatifitas para pelaku usaha di bidang tersebut. Karenanya ia mendorong para pelaku wisata untuk bekerja lebih keras dalam menarik kunjungan wisatawan.

“Pemkab sudah mendatangkan pengusaha dari Trengganu dan Selangor Malaysia. Mereka mau mendukung potensi kita, termasuk pariwisata,” jelasnya.

Kerja sama dengan Kerajaan Trengganu juga dinilainya menjadi salah satu terobosan di tengah lesunya sektor pariwisata. KLU kini tidak boleh hanya mengandalkan pariwisata. Banyak sektor lain yang juga dinilai potensial untuk membangkitkan ekonomi masyarakat.

“Harapan kami pemerintah pusat bersedia untuk membantu kita,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas dan Sosialisasi DPD Insan Pariwisata Indonesia (IPI) NTB I Gede Gunanta mengakui, naiknya harga tiket pesawat sangat berpengaruh terhadap usaha pariwisata. Ia bahkan mengungkapkan, banyak pengusaha pariwisata yang gulung tikar.

“Banyak yang menjadi pengangguran sekarang ini,” ungkapnya.

Karenanya ia mendorong pemerintah untuk mendesak maskapai penerbangan agar menurunkan harga tiket pesawatnya. (fer/r3)

Berita Lainnya

Progres RTG Belum Sesuai Harapan

Bupati Dorong Percepatan Pembangunan di KLU

DASI dan Lombok Post Buka Puasa dengan Korban Gempa

Bapenda Segera Tertibkan Reklame Kedaluarsa

17 Ribu Data Korban Gempa Bermasalah

Jayaboard Restorasi Gedung Sekolah

Pemkab KLU Bakal Datangi Kemenkum HAM RI

Redaksi LombokPost

2.400 Paket Santunan Segera Disalurkan

Lahan Polteknik Vokasi Diklaim Sudah Clear