Lombok Post
Tanjung

Fasilitas Dermaga Harus Dibenahi

PERLU DIPERHATIKAN: Salah satu fastboat tengah bersandar di dermaga Gili Air yang terdampak gempa tahun lalu.

TANJUNG-Gili Matra (Meno, Trawangan, Air) merupakan salah satu magnet pariwisata di Kabupaten Lombok Utara (KLU). Akibat gempa lalu, sejumlah fasilitas penunjang pariwisata di tiga gili ini mengalami kerusakan. Terutama dermaga, baik di Bangsal maupun yang ada di gili.

Hal ini mendapat sorotan DPD Insan Pariwisata Indonesia (IPI) NTB. IPI mendorong Pemerintah KLU lebih tanggap terhadap kondisi dermaga. Baik itu kondisi fisik, pelayanan hingga kualitas SDM di dermaga tersebut.

“Terutama dermaga di Bangsal ini harus diperhatikan lagi kondisinya,” ujar Kepala Bidang Humas dan Sosialisasi DPD IPI NTB I Gede Gunanta usai rapat koordinasi percepatan pemulihan pariwisata KLU, kemarin (14/3).

Ia menuturkan, IPI memiliki banyak anggota yang merupakan pengusaha travel agent. Gili Matra, Rinjani dan Senaru menjadi jualan mereka. Sehingga fasilitas memadai dinilai sangat penting sebagai bagian dari promosi.

“Karenanya kami sangat mendukung rencana bupati yang ingin membangun jety di belakang pulau,”sambungnya.

Gede mengatakan, pembangunan jety tersebut akan memberikan dampak positif bagi pariwisata. Tamu yang datang dengan menggunakan fastboat dari Bali akan merasa lebih nyaman. Fastboat dari Bali juga harus benar-benar diperhatikan. Hal ini mengingat Bali sebagai penyumbang tamu wisatawan terbesar di KLU.

Untuk percepatan pemulihan pariwisata di KLU, menurut Gede tergantung komitmen pemkab dalam memperbaiki fasilitas di daerah pariwisata. Selain itu juga dipengaruhi faktor eksternal, seperti tingginya harga tiket pesawat dan sebagainya.

Menurutnya, dunia pariwisata di KLU harus bangkit. Nasib para pekerja di sektor pariwisata di daerah ini sangat tergantung angka kunjungan wisatawan. Ia tidak menampik, lumpuhnya dunia pariwisata di KLU akibat gempa lalu berdampak pada terjadinya banyak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) para pekerja hotel.

“Kita berharap kondisi ini akan segera berakhir dan pariwisata di NTB, khususnya KLU kembali bangkit,” tegasnya. (fer/r3)

Berita Lainnya

Ratusan Surat Suara Rusak di KLU

Redaksi LombokPost

Penataan Jalan Gili Air Terus Berlanjut

Redaksi LombokPost

Mata Air Lokoq Prabu Hilang

Redaksi LombokPost

Puting Beliung Rusak Rumah Warga di Dusun Kuripan, Kayangan

Redaksi LombokPost

Sikap Najmul Undang Polemik

Redaksi LombokPost

Fasilitator Iri Dengan Pemkot Mataram

Redaksi LombokPost

Gizi Buruk di KLU Tinggal 4 Persen

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Dapat Santunan dari Kemensos

Redaksi LombokPost

Musibah di Senaru Harus Jadi Pelajaran

Redaksi LombokPost