Lombok Post
Metropolis

Ini Penyebab Supermarket Bertumbangan

Iwan Harsono

MATARAM-Pihak Giant Ekstra Gegutu memilih tutup mulut. Terkait beredarnya surat yang berisi arahan bagi para vendor atau rekenan menyudahi pengiriman barang ke Giant Ekstra Gegutu. Dalam surat itu, disebutkan supermarket itu akan tutup per tanggal 1 April 2019.

Pengamat Ekonomi dari Universitas Mataram Dr Iwan Harsono yakin, ambruknya penjualan beberapa supermarket, termasuk Giant Ekstra Gegutu karena ada pengaruh gempa kemarin.

“Saya melihat ini masih dari pengaruh gempa,” kata Iwan.

Lebih lanjut ia mengatakan, kondisi ekonomi Kota Mataram tidak bisa lepas dari kondisi NTB pada umumnya. Satu kesatuan yang utuh dan tak bisa dipisahkan. “Pertumbuhan ekonomi NTB saat ini 3,08 persen. Itu rendah sekali,” kata Iwan.

Padahal sebelumnya, tanpa tambang menurut Iwan, ekonomi NTB di angka 7,1 persen. Amburknya ekonomi NTB ini menandai betapa rapuhnya NTB tanpa pariwisata dan pertanian. Terbukti ketika pariwisata dan pertanian lumpuh selama gempa, ekonomi NTB terjun bebas.

“Makanya kita sempat merevisi RPJMD NTB itu dari targetnya sekitar 7 persen, menjadi 4-5 persen tanpa tambang,” terangnya.

Ambruknya pertumbuhan ekonomi NTB ini, lanjut dia, telah berdampak bagi sektor jasa dan perdagangan di Kota Mataram. Termasuk ikut memantik tutupnya beberapa supermarket dan sepinya mal. Iwan menilai, gempa memang telah melumpuhkan sendi-sendi perekonomian masyarakat.

Karena itu, ia melihat rencana tutupnya Giant sebagai sesuatu yang wajar. Di tengah lesunya pertumbuhan ekonomi. “Saya rasa ini sesuatu yang logic,” ujar Iwan.

Dalam hukum pasar yang ia pahami, sebuah cabang ritel ditutup menurutnya wajar saat penjualannya tidak sesuai harapan. Pemilik usaha biasanya akan memilih langkah menutup gerai itu untuk sementara waktu. Sampai akhirnya pertumbuhan ekonomi kembali pulih.

“Mengurangi biaya operasional ditutup sementara, nanti kalau sudah normal kan bisa dibuka lagi,” ujarnya.

Iwan mengatakan, peluang bangkit ini pun ia prediksi tidak lama. Antara satu-dua tahun ke depan kondisi itu akan normal kembali. Apalagi rencana gelaran MotoGP di Mandalika, Lombok Tengah diyakini imbasnya akan sampai ke Mataram.

“Sangat besar dampaknya itu bagi ekonomi daerah di NTB, lihat saja nanti,” yakinnya.

Sementara itu, Cokorda Sudira Muliarsa, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Mataram enggan berkomentar. Terksit isu akan tutupnya Giant Ekstra Gegutu.

“Bagaimana saya harus komentar, pemberitahuannya belum kami terima,” kata Cok.

Ia pun belum bisa menghitung berapa pengangguran yang akan bertambah. Jika Giant Ekstra benar-benar tutup per tanggal 1 April mendatang. Saat ini pemkot masih menganggap supermarket itu beroperasi seperti biasanya.

Kalau belum ada pemberitahuan, ya masih beroperasi. Kita lihat saja nanti seperti apa,” tandasnya. (zad/r5)

Berita Lainnya

Korban Gempa Dikadali, BPBD Terima Laporan Bahan Rumah Korban Gempa Tak Sesuai Spek

Kedubes Prancis Kunjungi Poltekpar Lombok

Dapil Satu-Dua Milik Kepala Garuda

320 Jamaah Belum Lunasi BPIH

Korban Gempa Tarawih di Masjid Darurat

Caleg Gagal Malas Hadiri Rapat Paripurna

Pansus DPRD Terima LKPJ Wali Kota Tahun Anggaran 2018

Perjuangan Para Pahlawan Demokrasi Mewujudkan Pemilu Jujur dan Adil

Restoran Siap Saji Dapat Toleransi