Lombok Post
Selong

Jangan Lagi Ada Plt-plt!

BAHAS RAPERDA: Ketua dan Wakil Ketua DPRD Lotim R Rahadian Soedjono (kiri) dan H Daeng Paelori (dua dari kiri) bersama Ketua Komisi IV DPRD Lotim HL Hasan Rahman (dua dari kanan) sedang memimpin pembahasan Raperda RPJMD 2018-2023 di Ruang Sidang DPRD Lotim, kemarin (14/3).

SELONG-Ketidakhadiran sejumlah kepala OPD dalam pembahasan Raperda RPJMD 2018-2023 cukup menghambat jalannya persidangan, kemarin (14/3). Padahal pembahasan Komisi II dan IV kemarin membutuhkan kehadiran kepala OPD selaku eksekutor visi dan misi eksekutif. “Ini harus ditunda, untuk kepala OPD mitra komisi II absen semua ini,” kata salah seorang anggota dewan dalam sidang tersebut.

Ketua Komisi IV DPRD Lotim HL Hasan Rahman menyanggah pendapat salah seorang anggota tersebut. Menurutnya, jangan sampai mengabaikan juga kehadiran kepala OPD yang lain. Kepada awak media sendiri, ia menerangkan jika lebih dari 50 persen kepala OPD yang hadir. “Yang diwakili sekitar 25 persen,” kata Rahman saat jeda sidang berlangsung.

Di luar ketidakhadiran sejumlah kepala OPD, Rahman menegaskan jika sudah seharusnya pemkab menetapkan formasi kepala OPD Lotim. Dalam pembahasan RPJMD, sekiranya masih boleh diikuti oleh pelaksana tugas (plt). Kata Rahman, namun jangan sampai setelah pembahasan, masih ada dinas yang kosong.

“Kita mohon kepada bupati, setelah pembahasan ini tidak ada lagi plt-plt. Harus ada formasi yang tetap,” ujarnya.

Rahman menegaskan, setelah RPJMD, tugas dari kepala OPD selanjutnya adalah menyusun RKA dan RAPBD. Itulah sebabnya, kepala dinas harus diisi oleh pejabat definitif.

Lebih lanjut, politisi Golkar itu juga mengatakan, jika seharusnya isi mengenai RPJMD bisa menjadi bahan untuk panitia seleksi. Karena di sanalah diuji pemahaman mengenai RPJMD-nya.

“Jangan hanya like dan dislike saja. Akan tetapi visi dan misi nakhoda harus bisa diterjemahkan dari poin-poin RPJMD yang sudah tertera jelas.

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Lotim H Daeng Paelori justru menegaskan, jika sudah seharusnya kepala OPD bisa membaca RPJMD dengan baik. “Siapapun kepala OPD itu saya kira sudah bisa mengejawantahkan harapan bupati dalam RPJMD itu,” kata Daeng. (tih/r7)

Berita Lainnya

Hearing Buntu, Aldi Tempuh Jalur Hukum

Ramai-ramai Berburu Takjil

Gara-Gara Kritis, Aldi Tak Diluluskan Sekolah

Dua Pelaku Curas Tertangkap, Dua Masih Buron

Redaksi LombokPost

Pekan Depan Pembangunan Taman Rinjani Mulai Dilelang

Redaksi LombokPost

Para Penjaga Rumah Allah di Gumi Patuh Karya (2)

Redaksi LombokPost

Jalan Rusak Picu Lakalantas

FPR Minta Amaq Har Dibebaskan

Tolong, Mata Kiri Nadir Diserang Tumor