Lombok Post
Metropolis

Pansel Serahkan Nama Calon Kadisnaker

BIKIN PENASARAN: Sekda dan Tim Pansel menyerahkan hasil seleksi Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Mataram di Pendopo Wali Kota Mataram, Kamis (14/3).

MATARAM-Hasil Seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) untuk Kepala Dinas Tenaga sudah diterima Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh. Sekda dan Tim Panitia Seleksi (Pansel) langsung menyerahkannya di pendopo.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Baiq Nelly Kusumawati mengatakan, kesekretariatan selanjutnya menunggu arahan dari Ahyar kapan menggelar Mutasi. Menyusul tiga nama yang direkomendasikan tim pansel telah dikantongi wali kota.

“Bisa besok (hari ini, Red) atau minggu depan, tergantung PPK,” kata Nelly.

Seperti diketahui, Pansel punya kewajiban menyerahkan tiga nama dengan nilai tertinggi. Sementara peserta seleksi kali ini diikuti empat orang pejabat. Antara lain Haris A Rasyid (Kabid Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup), H Muslim (Kabid Kepemudaan Dispora). Lalu ada nama Hariadi (Camat Mataram), dan Suhartono Toemiran (Sekretaris DP3A).

Nama Muslim paling disorot, menyusul ada masalah hukum (asusila) dengan Baiq Nuril yang sempat jadi pemberitaan media-media nasional. Masalah itu terjadi ketika Muslim masih menjabat sebagai Kepala Sekolah di SMA 7 Mataram.

“Yang jelas nanti hasilnya tidak akan mengecewakan, tidak seperti yang dikhawatirkan media,” sinyal Nelly saat ditanya soal perankingan.

Nelly enggan memperjelas maksudnya itu. Namun bila dikaitkan dengan pemberitaan tentang Muslim yang sempat membuat heboh tanah air dengan kasusnya bersama Baiq Nuril Maknun, bisa jadi itu tanda Muslim tidak masuk tiga besar.

Namun, apa yang dikatakan Nelly bertolak belakang dengan pernyataan Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito. Menurut Sekda, H Muslim memiliki hak untuk mengikuti seleksi. “Kalau jadi atau tidak kepala dinas, itu tergantung wali kota,” cetusnya.

Lombok Post berupaya mencari informasi tambahan dengan menghubungi ‘orang dalam’. Hasilnya, orang itu menyebutkan Muslim tidak masuk dalam tiga besar.

Menurut informasi ini Muslim punya rekam jejak yang kurang bagus. Sehingga, ia gagal menempati tiga besar. “Iya (diganti posisinya oleh Suhartono),” kata sumber ini.

Suhartono, berhak bersaing bersama dua nama lainnya. Yaitu Hariadi dan Haris. Ranking ini merupakan hasil penilaian murni. Tanpa ada invetervensi kuat dari pihak manapun. Artinya jika komposisi ini berubah, maka dipastikan ada invervensi yang dilakukan oleh seseorang.

“Ini tanpa intervensi, murni,” tegasnya.

Lantas kira-kira siapa yang akan terpilih?

Sumber ini belum bisa memastikan siapa yang akan naik. Menyusul Ahyar belum mau menggelar mutasi hari ini. Sebab ada agenda yang tak bisa dilewatkan wali kota.

“Ia (Ahyar) maunya minggu depan,” terangnya.

Namun ada sinyal, Kepala Dinas Tenaga Kerja yang akan terpilih yakni Hariadi, Camat Mataram. Hariadi berpeluang menggantikan posisi almarhum Abdul Latif Nadjib. Karena selain punya track record yang baik. Hariadi juga masuk dalam perankingan.

“Hanya pilihannya (Ahyar) sering berubah-ubah di last minute,” ujarnya.

Saat ini kandidat paling kuat memang Hariadi. Tapi dua nama lain berpeluang juga untuk menjadi Kepala Dinas Tenaga Kerja. Seperti misalnya Hartono yang juga menantu dari mantan Wali Kota Mataram HL Mas’ud.

“Semua masih punya peluang, karena pelantikan diundur satu minggu lagi,” terangnya.

Para pejabat punya peluang untuk ‘beratraksi’ dan lobi-lobi. Sehingga kecondongan Ahyar pada Hariadi bisa saja berubah nantinya.

Sementara itu tentangan karir Muslim tidak hanya datang dari hasil pansel. Aktivis perempuan NTB ikut mengamati perkembangan mutasi di Kota Mataram. Nur Janah salah satu aktivis perempuan NTB, berharap pemkot benar-benar mempertimbangkan track record Muslim.

“Ya saya rasa kalau menunggu keputusan hukum, apakah dia (Muslim) bersalah atau tidak, saya tidak ada waktu lagi,” kata Janah.

Pandangan perempuan NTB saat ini tertuju pada jalannya mutasi. Apakah kepala daerah akan kembali memberi peluang bagi Muslim untuk menikmati promosi lagi. Setelah kasusnya yang membuat heboh banyak orang.

Atau sebaliknya memberi peluang pada pejabat lain yang lebih dipercaya publik.

“Saya rasa inilah saatnya partisipasi publik ikut jadi bahan pertimbangan Pansel (Panitia Seleksi),” harapnya.

Mereka diminta mempertimbangkan empat nama itu dengan baik. Terutama track record-nya. Bagaimanapun nama Muslim sudah kadung membawa persepsi, buruk bagi Pemerintah Kota Mataram. Kecuali pemkot menurutnya ingin buat sensasi.

“Kasus itu kan tamparan keras bagi Pemkot Mataram,” cetusnya. (zad/jay/r5)

Berita Lainnya

Korban Gempa Dikadali, BPBD Terima Laporan Bahan Rumah Korban Gempa Tak Sesuai Spek

Kedubes Prancis Kunjungi Poltekpar Lombok

Dapil Satu-Dua Milik Kepala Garuda

320 Jamaah Belum Lunasi BPIH

Korban Gempa Tarawih di Masjid Darurat

Caleg Gagal Malas Hadiri Rapat Paripurna

Pansus DPRD Terima LKPJ Wali Kota Tahun Anggaran 2018

Perjuangan Para Pahlawan Demokrasi Mewujudkan Pemilu Jujur dan Adil

Restoran Siap Saji Dapat Toleransi