Lombok Post
Kriminal

Pengebom Ikan Ditangkap TNI AL dan DKP NTB

BARANG BUKTI: Petugas gabungan dari TNI AL dan DKP NTB mengamankan pelaku dan perahu yang diduga melakukan illegal fishing, di perairan Teluk Serewe, Lombok Timur, kemarin (14/3).

MATARAM-Tim gabungan Pangkalan TNI AL (Lanal) Mataram bersama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) NTB menangkap nelayan pengebom ikan, kemarin (14/3). Sebelum tertangkap, para pelaku sempat kabur dari pemeriksaan petugas.

Danlanal Mataram Kolonel Laut (P) Ludi Muharjo mengatakan, ada empat orang yang diamankan petugas gabungan. Mereka seluruhnya berasal dari Desa Seriwe, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur (Lotim).

”Sudah kita amankan di Mako Lanal dan sedang dimintai keterangan,” kata Ludi, kemarin.

Pelaku yang diamankan petugas gabungan berjumlah empat orang. Yakni, Murnan, 50 tahun; Manaf, 32 tahun; Tohri, 29 tahun; dan Opan, 18 tahun. Seluruhnya tertangkap dalam satu perahu di perairan Teluk Serewe, Lotim.

Pasi Intel Lanal Mataram Mayor Laut (S) Agung Setiyono mengatakan, selain pelaku, petugas mengamankan satu unit perahu yang digunakan. Di dalam perahu, ditemukan satu kompresor serta selang; dua jeriken berisi bensin; kantong jaring besar; lima boks; dan alat panah.

”Seluruh barang bukti juga diamankan petugas,” kata Agung yang memimpin operasi gabungan tersebut.

Agung menyebut, keempat orang tersebut diduga melakukan ilegal fishing. Mengambil ikan di perairan dengan cara mengebom. Kecurigaan petugas muncul saat berpatroli di perairan Teluk Serewe.

Sekitar pukul 08.30 Wita, kemarin, kapal patroli bertemu dengan perahu nelayan yang dinakhodai Murnan. Ketika didekati untuk dilakukan pemeriksaan, para pelaku tidak kooperatif.

Mereka kabur dengan mempercepat laju kapalnya. Tindakan tersebut mengundang kecuriaan petugas gabungan. Agung mengatakan, anggota di lapangan bahkan mengeluarkan tiga kali tembakan peringatan.

”Kita juga telah meminta, secara lisan, kepada mereka untuk berhenti,” terang Agung.

Perahu baru berhenti melaju setelah mendengar kapal patroli mengeluarkan tembakan keempat. Laju perahu perlahan melambat hingga bisa didekati petugas gabungan. ”Setelah berhenti, kita giring menuju Pelabuhan Tanjung Luar,” tandas dia.(dit/r2)

Berita Lainnya

Rekanan Proyek THR Diklarifikasi

Dae Ferra Berkelit Tak Terima Fee

Cari Selamat, Maling Amatir Hianati Kawan

Dorfin Dituntut 20 Tahun Penjara

Redaksi LombokPost

Jaksa Usut Pengadaan Bibit THR

Redaksi LombokPost

Terpidana Kasus Hutan Sekaroh Melawan

Redaksi LombokPost

Kadis Hingga Kades Terjerat Tipilu

Redaksi LombokPost

Curi Motor Guru “Bonus” Sebutir Peluru

Redaksi LombokPost

Dae Ade Tandatangan Kontrak, Dae Ferra Urus Proyek

Redaksi LombokPost