Lombok Post
Metropolis

Perbaikan Rumah Dinilai Tidak Transparan

HAMPIR RAMPUNG: Para tukang mengerjakan kerangka atap pada pembangunan Rumah Instan Sederhaha (Risha) di Lingkungan Jangkuk, Kecamatan Sandubaya, belum lama ini.

MATARAM-Pembangunan rumah rusak kategori ringan dan sedang dinilai tidak transparan. Sebab, harga bahan-bahan yang digunakan untuk melakukan perbaikan tidak diketahui penerima bantuan.

Di Lingkungan Jangkuk, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram, warga diminta tanda tangan di nota kosong. “Tidak ada rincian harga bahan-bahan bangunan. Langsung nominalnya,” kata warga setempat Hendri Sinatera, kemarin.

Hendri melihat ada kejanggalan dengan sikap ketua kelompok masyarakat (pokmas) membelanjakan uang dari pemerintah pusat ini. Bahan-bahan yang digunakan untuk melakukan perbaikan tidak dicantumkan secara spesifik, berapa harga barang-barang yang dibeli.

“Langsung nominal dalam jumlah yang cukup besar,” sebutnya.

Mestinya, lanjut dia, ada rincian harga bahan-bahan yang  dibeli. Seperti semen, pasir, bata, atau kayu. Namun ini tidak ada.

“Kita tidak mau tanda tangan, barangnya tidak akan datang. Serba salah,” sebutnya.

Ia menduga ada permainan dalam pembelian bahan-bahan bangunan. Harga bahan-bahan yang dibelanjakan ketua pokmas tidak riil. Bisa saja nantinya menaikkan harga barang.

“Kalau belanja terus kayak gini pasti ada keuntungan,” sebutnya.

Hendri tidak ingin ada masalah di kemudian hari. Oleh sebab itu, ia  menyimpan kuitansi kosong yang diberikan ketua pokmas.

Jika nantinya ada pemeriksaan, ia tinggal menunjukkan kuitansinya dengan bahan-bahan yang ia terima.

Terpisah Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kota Mataram HM Kemal Islam menegaskan, pembelanjaan setiap bahan-bahan bangunan harus jelas. Apa barang yang dibeli harus tepat sasaran. Jangan sampai nantinya ada sisa tapi digunakan oleh pokmas sendiri.

“Jangan sampai nantinya pas pemeriksaan harga barang tidak sesuai dengan yang di toko,” tutupnya. (jay/r5)

Berita Lainnya

Rekonstruksi Sudah Progresif, Presiden Instruksikan Jajaran Terus Lakukan Percepatan

Redaksi LombokPost

Kabar Gembira untuk Infrastruktur

Redaksi LombokPost

Revitalisasi KBC Dilanjutkan, Ini Sumber Dananya

Redaksi LombokPost

Durian Runtuh buat PNS, Rapelan Gaji Masih Tunggu Hitungan Taspen

Redaksi LombokPost

Cara Menghilangkan Bau Tak Sedap di Sepatu ala BROOK.LIN

Redaksi LombokPost

Relokasi Dua Pasar Belum Jelas

Redaksi LombokPost

Warga Harus Tetap Waspada DBD

Redaksi LombokPost

Dua Jempol untuk Dinas PUPR

Redaksi LombokPost

Ahyar Bisiki Presiden Jokowi, Rehab Rekon Terkendala Semen dan Tukang

Redaksi LombokPost