Lombok Post
NASIONAL

Tiga Kuintal Bom Diledakkan di Sibolga

Darwis Halawa/New Tapanuli Tim Jibom saat melakukan pemusnahan bom di Rindu Alam yang ditemukan dari terduga teroris di Sibolga

TAPTENG-Sekitar 300 Kg bom milik terduga teroris Husein alias Abu Hamzah dan istrinya serta jaringannya yang ditemukan Detasemen Khusus Anti Teror di Kota Sibolga akhirnya dimusnakan dengan cara diledakkan oleh Penjinak Bom (Jibom) di wilayah sepi penduduk, tepatnya di Rindu Alam, Kelurahan Sibuluan Nauli, Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah (Tapteng), Kamis (14/3) pagi.

Tampak, sebelum dilakukan disposal oleh Tim Jibom, tanah kosong di Rindu Alam itu telah lubangi menggunakan ekskavator untuk tempat ditanamnya bom dan kemudian diledakkan.

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Agus Andrianto beserta Walikota Sibolga Syarfi Hutauruk, Wakil Walikota Edy Polo Sitanggang dan Wakil Bupati Tapteng Darwin Sitompul turut menyaksikan pemusnahan bom tersebut.

Peledakan pertama adalah bom dengan berat kurang dari 3 Kg dengan daya ledak dan suara yang sangat keras. Menyaksikan ledakan itu, Kapolda Sumut menuturkan bahwa disposal selanjutnya perlu dilakukan secara khusus dan di tempat yang khusus.

“Masih kecil barang bukti yang diledakkan (tidak termasuk yang dalam tabung kemasan atau tabung container) seperti itulah yang rekan-rekan saksikan. Atas pertimbangan keamanan dari tim Jibom yang melaksanakan disposal, apabila dilakukan disposal terhadap (bom, red) yang (di tabung, red) kontainer maupun yang tabung gas, dikhawatirkan akan membahayakan,” ujar Agus.

Kapolda juga menjelaskan bahwa sebelumnya pihaknya mengeluarkan informasi adanya penemuan 300 kg bahan baku bom. Namun setelah dilakukan pemeriksaan dan uji laboratorium lebih lanjut, ternyata 300 kg itu sudah merupakan bahan jadi.

“Kemarin kami sampaikan, apabila bahan dicampurkan, (jumlahnya, red) hampir 300 kg. Ternyata laporan dari tim yang melakukan pemeriksaan dan uji laboratorium terhadap barang bukti yang ditemukan, ternyata sudah bahan jadi. Tim akan melakukan pemusnahan secara khusus di tempat yang khusus pula. Karna dengan barang bukti yang nggak sampai 3 kg saja, (ledakannya, red) sudah seperti itu. Apalagi kalau sampai 300 kg,” katanya.

Dia juga menuturkan, untuk kepemilikan bom yang cukup banyak itu merupakan milik Husein alias Abu Hamzah dan istrinya yang diduga telah melakukan bom bunuh diri di rumahnya di Jalan Cendrawasih, Kelurahan Pancuran Bambu, Sibolga Sambas. Termasuk juga jaringannya yang juga berada di Kota Sibolga. “Ya, milik AH dengan keluarganya dan termasuk jaringan yang sudah ditangkap saat ini,” katanya.

 Irjen Pol Agus menduga, terduga teroris yang ditangkap di wilayah Lampung juga memasok bahan peledak dari terduga teroris di Sibolga. “Mereka ini memang menyiapkan bahan itu di sini, kemudian, kemungkinan seperti yang ditangkap di Lampung, mengambil barang rakitan dari wilayah ini,” jelasnya.

Disinggung jenis barang bukti yang ditemukan, Irjen Pol Agus menuturkan ada Potasium klorat, Sulfur dan Arang. “Potasium klorat, sulfur dan arang, ini merupakan campuran yang sudah dimix oleh mereka dan siap untuk digunakan. Kemarin di dalam satu rompi ada 10 pipa yang sudah mereka rakit dan diisi,” tuturnya.

 Ditambahkannya, sesuai informasi yang diterimanya dari hasil penyelidikan, masih ada sejumlah bom yang ditemukan di bawah tanah sekitar TKP peledakan bom di Jalan Cendrawasi, Kelurahan Pancuran Bambu. “Masih ada di beberapa tempat ditanam yang bisa ditemukan oleh tim pada saat melakukan sterilisasi,” katanya.

 Mengungsi

Sementara itu, warga Jalan Cendrawasih ramai-ramai mengungsi akibat trauma dengan ledakan bom dari rumah terduga teroris Upang alias Tupang alias Abu Hamzah. Kamis (14/3) Mereka harus meninggalkan rumah dan untuk sementara tinggal di rumah keluarga dekat. Barang-barang berharga dan kebutuhan sehari-hari juga ikut dibawa. “Mengungsilah kami. Takut kami tinggal di situ (rumah),” kata Juli, diamini rekannya yang lain.

Apalagi katanya, setelah mendengar dentuman bom yang meledak dua hari kemarin. Dimana As alias Sol, istri Abu Hamzah dan putranya Ab yang masih berusia 3 tahun meledakkan diri. “Ah, takut kami mendengar bom itu,” ungkapnya.

Saat wartawan memperlihatkan sebuah foto yang diduga merupakan As, Juli membenarkan bahwa foto wanita berhijab menggendong bayi tersebut adalah As dan anaknya Ab. “Iya, inilah di As itu sama anaknya si Ab,” pungkasnya.

Dengan nada kesal, sambil menunjuk foto, dia menyebut As sebagai wanita yang tidak punya hati. “Inilah perempuan yang gak punya hati itu. Tega dia berbuat seperti itu,” ketusnya.

Amatan di jalan Cendrawasih, masih terlihat lengang. Berbondong-bondong warga mengangkat barang-barangnya keluar dari rumah.(dh/ts/JPG/r8)

Berita Lainnya

Selandia Kenang Serangan Christchurch : PM Jacinda Ardern Kutip Hadis, Live Nasional Azan Duhur

Redaksi LombokPost

Ngotot Tidak Bersalah, Romy Mengaku Cuma Meneruskan Aspirasi

Redaksi LombokPost

Pengumuman PPPK Belum Jelas

Redaksi LombokPost

Menag “Kalah” dari Bakri

Redaksi LombokPost

Menteri Agama Makin Terpojok, KPK Temukan Ratusan Juta di Ruang Kerja Menteri Agama

Redaksi LombokPost

Ongkos Haji NTB Turun Rp 343 Ribu

Redaksi LombokPost

Pembagian Hotel Berdasarkan Asal Daerah Jamaah Haji

Redaksi LombokPost

Rapelan Kenaikan Gaji PNS Dipastikan Cair April

Redaksi LombokPost

Presiden Bertemu Siti Aisyah di Istana

Redaksi LombokPost