Lombok Post
Sumbawa

Tim Sergap Mabes TNI Kunjungi KSB

MENUNJAU: Ketua Tim Sergap Mabes TNI Kolonel Bambang Toro didampingi Dandim 1628/Sumbawa Barat Letkol Eddy Oswaronto dan Kadis Pertanian KSB Suhadi saat meninjau salah satu lahan pertanian di KSB, kemarin

TALIWANG-Tim serapan gabah petani (Sergap) Mabes TNI, turun ke Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) kemarin (14/3). Tim yang dikomandoi langsung Kolonel Bambang Toro ini juga meninjau langsung sejumlah lokasi pertanian di KSB.

Didampingi Dandim 1628/Sumbawa Barat Letkol Eddy Oswaronto dan Kadis Pertanian, Perkebunan dan Peternakan KSB Suhadi, tim Sergap Mabes TNI melihat sejumlah lokasi pertanian siap panen di Kecamatan Brang Ene.

 Bambang menilai semangat petani KSB mengalahkan petani di Jawa. Pola tanam yang diterapkan cukup sederhana, tapi hasilnya luar biasa. Apalagi sistem pengairannya juga cukup bagus.

“Apalagi nanti ketika Bendungan Bintang Bano sudah selesai. KSB bisa menjadi alternatif di luar Pulau Jawa sebagai lumbung padi nasional,’’ katanya.

Bambang juga memberikan apresiasi terhadap kebijakan pemkab setempat. Ia menilai ke depan, KSB tidak hanya menjadi penghasil padi. KSB juga ditargetkan menjadi salah satu daerah yang mampu menghasilkan produk beras.

Dalam kunjungan tersebut, tim juga didampingi sejumlah pejabat Bulog. Harapannya, dengan melibatkan Bulog secara langsung, mereka juga bisa melihat langsung kondisi di lapangan. Selain gabah, tahun ini Bulog juga menerima beras premium.

‘’Tidak ada alasan lagi bagi Bulog untuk tidak menerima beras dengan kualitas baik. Kalau kita bisa menghimpun beras terbaik ini, tidak menutup kemungkinan kita bisa ekspor,’’ tandasnya.

Selain untuk ekspor, yang tidak kalah penting, bagaimana ketahanan pangan secara nasional aman. ‘’Ketahanan pangan ini sangat penting. Kita tidak mau sebagai negara agraris tapi tidak memiliki cadangan beras yang mencukupi secara nasional,’’ ingatnya.

Bambang menambahkan, khusus untuk harga gabah di tingkat petani, dirinya kembali menegaskan agar para tengkulak tidak memainkan harga. Karena harga gabah ini sudah diatur dalam Harga Eceran Tertinggi (HET).

‘’HET gabah itu sudah ditetapkan pemerintah. Dan sejauh ini, khusus untuk KSB masih aman dan terkendali,’’ katanya.

Bambang juga berharap, dalam rangka menjamin HET gabah di tingkat petani, pihaknya berharap pemkab membuat regulasi khusus. Misalnya melalui peraturan daerah (perda).

‘’Perda bisa saja dibuat untuk mengatur harga gabah. Supaya gejolak harga bisa dikendalikan, dan petani tidak dirugikan,’’ ujarnya.

Dia juga memuji kinerja Dandim 1628/Sumbawa Barat beserta seluruh jajaran Kodim 1628. Menurutnya, kerja sama yang sudah dilaksanakan selama ini harus terus ditingkatkan. Sehingga petani, khusus di KSB bisa mendapatkan hasil maksimal dan ekonomi mereka juga meningkat.

‘’Tugas Babinsa itu bagaimana membantu petani. Nah ini sudah berjalan baik di KSB,’’ pujinya.

Sementara itu, Kadis Pertanian, Perkebunan dan Peternakan KSB Suhadi mengatakan, selama beberapa tahun terakhir, hasil panen padi di KSB selalu mengalami peningkatan. Hal ini tidak lepas dari peran pemerintah melalui sejumlah program yang digulirkan maupun dalam proses pendampingan yang dilakukan petugas lapangan.

‘’Pendampingan terus kita maksimalkan. Demikian juga dengan program-program pro petani terus kita tingkatkan dan kuatkan,’’ katanya. (far/r3)

Berita Lainnya

Bawaslu Sumbawa Limpahkan Dua Kasus ke Kepolisian

Redaksi LombokPost

Polisi Musnahkan Sabu dan Miras

Redaksi LombokPost

Ciptakan Pemilu Damai, Polres Sumbawa Gelar Tabligh Akbar

Redaksi LombokPost

Mandi di Embung, Pelajar Tenggelam

Redaksi LombokPost

Puluhan Miliar DD “Parkir” di Kas Daerah

Redaksi LombokPost

Bawaslu Sumbawa Temukan Dugaan Money Politic

Redaksi LombokPost

Ayo Hijaukan Kembali Wilayah DAS

Redaksi LombokPost

Dewan Pertanyakan Penanganan Banjir Utan

Redaksi LombokPost

Mahasiswa Australia Kunjungi Tambang Amman Mineral

Redaksi LombokPost