Lombok Post
Tanjung

Wabup Tidak Banyak Tahu Pergantian Direktur RSUD

TANJUNG-Pergantian Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Lombok Utara (KLU) menjadi polemik. Wakil Bupati KLU Sarifudin bahkan berjanji akan berdiskusi dengan Baperjakat (Badan Pertimbangan dan Kepangkatan) termasuk Inspektorat.

“Rencana pergantian (direktur RSUD) saya tahu. Cuma siapa yang akan menggantinya saya tidak diajak bicara,” ujarnya, kemarin (14/3).

Wabup mengakui, pernah membicarakan wacana pergantian direktur  RSUD bersama bupati, sekda dan BKD. Diskusi ini sekitar dua bulan lalu. Dalam mutasi awal tahun ini, posisi direktur RSUD tidak ikut digeser karena saat itu prosesnya belum final.

“Beberapa masalah teknis masih harus dibenahi, termasuk komunikasi antara pemkab dengan pemprov,” ungkapnya.

Setelah itu ia tidak pernah tahu proses selanjutnya. Bahkan saat pelantikan direktur RSUD yang  baru, ia tidak mendapatkan kabar. Meski begitu, ia tidak mempermasalahkannya. Namun menurutnya, SDM di KLU yang mampu menduduki jabatan direktur RSUD, cukup banyak.

“Apalagi mereka lebih mengenal kondisi sosial masyarakat KLU,” sambungnya.

Wabup mengatakan, menjadi ASN merupakan suatu kebanggaan. Karenanya jenjang karir ASN harus diperhatikan sesuai kinerjanya. Pemkab tidak boleh membatasi karir ASN hanya karena alasan tidak suka.

“Dalam dunia birokasi itu, pimpinan tidak boleh menempatkan orang sesukanya,” tandasnya.

Ia menambahkan, sebagai pengawas dan pembina ASN, ia ingin bertemu langsung dengan mantan direktur RSUD dan direktur RSUD yang baru. Dari pertemuan ini, ia ingin mendengar keluh kesah sekaligus menyampaikan masukan.

“Sebagai pimpinan, kami tentu berhak untuk melakukan komunikasi, evaluasi, dan pengawasan,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BKDPSDM KLU M Najib mengatakan, mutasi tersebut sudah sesuai prosedur. Proses pengangkatan dr Syamsul Hidayat dari dokter umum menjadi Direktur RSUD KLU tidak ada masalah.

“Sebelum diangkat menjadi direktur RSUD, dr Syamsul ditempatkan sebagai dokter umum sampai kontrak kerja lamanya habis,” tegas Najib. (fer/r3)

Berita Lainnya

Progres RTG Belum Sesuai Harapan

Bupati Dorong Percepatan Pembangunan di KLU

DASI dan Lombok Post Buka Puasa dengan Korban Gempa

Bapenda Segera Tertibkan Reklame Kedaluarsa

17 Ribu Data Korban Gempa Bermasalah

Jayaboard Restorasi Gedung Sekolah

Pemkab KLU Bakal Datangi Kemenkum HAM RI

Redaksi LombokPost

2.400 Paket Santunan Segera Disalurkan

Lahan Polteknik Vokasi Diklaim Sudah Clear