Lombok Post
Metropolis

Kemenpar Gelontorkan Rp 3,8 Miliar untuk Penataan Kota Tua Ampenan

HARUS DIJAGA Seorang warga melintas di depan salah satu bangunan yang nampak sudah usang dan tidak terawat di kawasan Kota Tua Ampenan, kemarin (15/3).

MATARAM-Penataan kawasan Kota Tua Ampenan telah menjadi permasalahan klasik yang selalu dihadapi Pemkot Mataram. Kawasan yang digadang-gadang menjadi pusat pariwisata kota, nyatanya sampai saat ini masih dalam kondisi yang memprihatinkan. Di beberapa tempat, bangunan sudah dipenuhi dengan coret-coretan dan ada yang nyaris roboh.

Menanggapi hal itu, Wakil Wali Kota Mataram H Mohan Roliskana mengatakan, pemkot tidak bisa menangani sendiri persoalan ini. Karena butuh dana yang cukup besar untuk melakukan penataan. “Makanya pada setiap kesempatan, kami selalu meminta dukungan stakeholder dan pemprov agar bisa meneruskan keinginan kita (pemkot) ke pemerintah pusat,” terangnya, kemarin (15/3).

Mohan mengaku, hal yang paling dilematis dalam melakukan penataan, pasti berhadapan dengan masyarakat yang menjadi pemilik bangunan tua itu. Sebab yang terjadi selama ini, bangunan kebanyakan tidak ditempati dan pemanfaatannya berakhir sebagai gudang. “Kalau sudah jadi gudang, praktis kan tidak terawat,” keluh Mohan.

Berbicara penataan, Pemkot Mataram selama ini sudah menyanggupi untuk perbaikan-perbaikan dalam skala kecil. seperti pengecatan untuk mempertahankan kondisi dan suasana khas Kota Tua. Namun kembali lagi, kalau pemkot diinstruksikan untuk menata ulang secara keseluruhan, tentu saja APBD Kota Mataram tidak mampu untuk itu.

Sehingga melalui Dispar NTB, pemkot telah menyampaikan permohonan bantuan dukungan, untuk penataan kawasan Kota Tua Ampenan. Mohan menjelaskan, tahun ini pemkot kebagian anggaran sebesar Rp 3,8 miliar dari Kemenpar. Untuk menata kawasan PKL, ornamen-ornamen, infrastruktur, dan fasilitas pendukung lainnya.

“Tentu saja kita tidak bisa sendiri dalam menangani persoalan penataan ini, sebab butuh biaya yang cukup besar,” ungkapnya.

Sementara, dalam rangka sosialisasi awal, Mohan menyebut kalau Dispar Kota Mataram telah bertemu dengan para pegiat pariwisata. Tujuannya untuk mendengarkan usulan semua pihak dan mempersiapkan masterplan penataan.

Karena itu, Mohan sebenarnya memiliki harapan besar pada masyarakat di sekitar kawasan Kota Tua Ampenan, bahwa harus bisa memahami apa yang menjadi target pemerintah. Untuk menjaga tatanan kawasan itu, pemkot bahkan pernah melayangkan surat agar masyarakat bisa bersinergi membantu pemerintah.

“Sebab harus ada upaya kerja keras untuk bisa mengajak masyarakat, mau menjaga bangunan di sana, dan masyarakat sudah harus mempersiapkan diri dalam menyambut ini,” tandasnya. (yun/r7)

Berita Lainnya

Korban Gempa Dikadali, BPBD Terima Laporan Bahan Rumah Korban Gempa Tak Sesuai Spek

Kedubes Prancis Kunjungi Poltekpar Lombok

Dapil Satu-Dua Milik Kepala Garuda

320 Jamaah Belum Lunasi BPIH

Korban Gempa Tarawih di Masjid Darurat

Caleg Gagal Malas Hadiri Rapat Paripurna

Pansus DPRD Terima LKPJ Wali Kota Tahun Anggaran 2018

Perjuangan Para Pahlawan Demokrasi Mewujudkan Pemilu Jujur dan Adil

Restoran Siap Saji Dapat Toleransi