Lombok Post
Metropolis

MV Sun Princess, Kapal Pesiar Keenam yang Kunjungi Lombok

PELANCONG ASING: Para wisatawan asing penumpang Princess Cruise turun di Pelabuhan Lembar menggunakan sekoci dan disambut musik Gendang Beleq, kemarin (15/3).

MATARAM-Keindahan Pulau Lombok tak pernah redup di mata para wisatawan yang menggunakan kapal pesiar. Kemarin, kapal pesiar MV Sun Princess tiba di Lembar. Di lambungnya ada 2.191 wisatawan. Ini adalah kapal pesiar keenam yang datang membawa wisatawan ke Lombok semenjak Januari 2019.

Selain 2.191 orang wisatawan, kapal MV Sun Princess juga membawa 855 orang anak buah kapal. Kapal yang memiliki panjang 261 meter itu datang langsung dari Pelabuhan Darwin, Australia. Tiba di Lembar pukul 06.15 Wita. Selanjutnya, dari Lombok, kapal yang dinakhodai Capten Jon Paul Briyant tersebut akan melanjutkan perjalanannya ke Phu My, salah satu kota di Vietnam.

Karena keterbatasan pelabuhan yang belum bisa disandari kapal pesiar, dari kapal, wisatawan turun menggunakan sekoci. Mereka disambut tabuhan musik Gendang Beleq. Turis yang sebagian paro baya itu nampak terhibur dengan musik penyambutan yang energik.

Lona, salah seorang wisatawan asal Inggris mengaku cukup senang. Ia suka dengan musik tradisional Lombok tersebut. Tapi ia belum bisa memberikan kesan apa-apa tentang Lombok karena baru pertama kali datang.

”Saya belum ke mana-mana jadi belum tahu,” katanya.

Sementara Nicole Elizabeth, warga negara Chili, datang bersama temannya Herman Henrus Bento, salah satu anak buah kapal MV Sun Princess. Dia baru pertama kali datang ke Lombok, dan tertarik karena keindahan alam Lombok yang dilihatnya di internet.

”Saya suka wisata alam dan budaya,” katanya singkat.

 Mereka berencana belanja souvenir ke Mataram dan jalan-jalan ke Pantai Senggigi. Namun saat baru tiba di pelabuhan, hujan mengguyur sehingga dia merasa kurang beruntung bila tidak bisa menikmati suasana pantainya.

Dalam kunjungan tersebut, turis jalan-jalan di Lombok dengan paket one day tour. Mereka berkeliling selama satu hari di Lombok. Ada delapan titik yang dikunjungi seperti Museum, Pasar Seni, Pura Lingsar, Taman Narmada, Pantai Senggigi, Desa Sade. Ada juga yang memilih ke Mandalika, Gili Trawangan, yang mengambil paket menyelam.

Kepala Dinas Pariwisata NTB H Lalu Mohammad Faozal megatakan, MV Sun Princess merupakan kapal pesiar keenam yang masuk ke Lombok tahun ini. Dengan kapasitas kapal pesiar yang cukup besar, ia memperkirakan wisatawan yang diangkut kapal pesiar lebih dari 3.000 orang.

Itu menunjukkan, NTB sudah sangat terbuka dengan wisatawan dan mereka juga paham dengan kondisi pemulihan pascagempa. Informasi detail tentang destinasi juga sudah mereka terima.

Satu operator seperti Lombok Paradise saja mencatat 5.000 wisatawan. Belum dari operator lain. ”Artinya secara destinasi kita sudah recovery (pulih),” katanya.

Tahun 2018, Juli sampai Desember penerimaan kapal pesiar ditutup karena gempa. Januari 2019 baru dibuka lagi. Ia membantah ada pembatalan kapal pesiar karena sampah. Jumlahnya memang turun dari tahun sebelumnya, tapi itu wajar karena mereka menunggu apakah recovery selesai atau belum.

11 Kapal Pesiar akan Datang Lagi

Heri Nur Cahyono, Operator Lombok Paradise mengatakan, tanggal 25 Maret mendatang akan ada lagi kapal pesiar dengan 1.100 penumpang dari Darwin, Australia langsung ke Lombok yang sandar.

Bahkan dalam waktu dekat kurang lebih 11 kapal sudah konfirmasi akan sandar ke Lombok. Satu kapal berkapasitas 1.000 sampai 2.000 orang penumpang.

”Pasti akan membuat Lombok bangkit lagi, lebih ramai lagi,” katanya.

Kedatangan wisaman menunjukkan Lombok sudah pulih. Lombok sudah layak dikunjungi. Mereka akan terus promosi agar Lombok bangkit lagi. Kapal-kapal pesiar besar dia minta datang ke Lombok untuk menghidupkan pariwisata Lombok.

”Tamu-tamu bule saja berani datang ke Lombok apalagi tamu domestik,” katanya.

General Manager Pelindo III Lembar Erry Ardiyanto mebambahkan, kedatangan ribuan wisatawan tentu membawa dampak positif bagi kebangkitan pariwisata di Lombok. Ribuan orang yang turun tentu akan terjadi transaksi berupa jasa transportasi, kemudian berbalanja makanan dan souvenir.

Untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan Pelabuhan Lembar, Pelindo III Lembar berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Lembar, Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan Lembar, Polairud, Basarnas, Dinas Pariwisata NTB, Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Barat.

Sementara itu, kehadiran mereka membuat denyut nadi pariwisata hidup kembali. Itu terlihat dari senyum bahagia para sopir bus, pemandu wisata, hingga pedagang souvenir yang menyambut turis asing di pelabuhan.

Salah satunya Herry Sabwan, salah satu pemandu wisata yang memandu para turis. Ia dan rekan-rekannya sangat senang dengan datangnya wisatawan ke Lombok. Itu wajar karena dalam beberapa bulan terakhir, kunjungan wisatawan ke Lombok lumayan sepi. (ili/r8)

Berita Lainnya

Akibat Terlalu Banyak Janji! Rp 476 Miliar Jadup Belum Dibayar

Redaksi LombokPost

Lepas Rindu di Lumbung Suara, Prabowo Datang ke NTB Bersama Nissa Sabyan

Redaksi LombokPost

Penyaluran Jadup Kian Tak Jelas

Redaksi LombokPost

Panen Ikan Semudah Memetik Sayur

Redaksi LombokPost

Pengumuman PPPK setelah Pilpres

Redaksi LombokPost

Pemecatan ASN Paling Lambat 31 April

Redaksi LombokPost

Kaling Rentan Terseret Politik Praktis

Redaksi LombokPost

Tren Statistik Gaya Hidup Warga Kota, Happy dengan Rokok, Abaikan Bahan Pokok

Redaksi LombokPost

Lebih Dekat dengan Amiruddin ‘Pawang’ Kompor Gas Lulusan SMA : Buat Kompor Gas 8 Tungku dari Bekas Kompor Minyak Tanah

Redaksi Lombok Post