Lombok Post
Metropolis

Per Kolam Bioflok Panen 1,5 Kuintal

TEKNOLOGI KEREN: Beberapa petugas memeriksa hasil kualitas air kolam bioflok di Mapak Indah, Sekarbela, Kota Mataram, beberapa waktu lalu.

MATARAM-Budibdaya ikan dengan sistem bioflok tengah digandrungi. Ikan diternakan dalam kolam bundar berukuran diameter 2 meter. Dengan kolam sekecil ini, tidak memakan tempat yang banyak. Sangat baik untuk daerah perkotaan dengan ketersediaan lahan yang terbatas.

Kepala Dinas Perikanan Kota Mataram Hj Baiq Sujihartini mengatakan, salah satu yang telah terbukti berhasil yakni Kelompok Usaha Bersama (KUB) Bunga Harapan. Berlokasi di Mapak Indah, Sekarbela, Kota Mataram. “Per lubang berhasil panen antara 90 kg sampai 1,5 kuintal,” ujar Tini bangga.

Hasil ini patut dibanggakan. Karena hasilnya ternyata dua kali lipat lebih menguntungkan dibanding dengan dengan kolam konvensional. Tini meyakinkan kolam bioflok ini akan terus dikembangkan. Dengan menggandeng KUB-KUB yang memiliki semangat kerja tinggi dan punya kemuan keras dalam budivdaya ikan. “Saat ini masih lele saja, tapi ini juga bisa gurami, patin, dan nila,” terangnya.

Tini masih menyasar para pembudidaya di pesisir pantai. Tujuannya, agar para nelayan yang selama ini sering mengeluh karena cuaca buruk tidak bisa melaut. Dapat terjawab persoalannya dengan sistem bioflok. “Inilah yang dinamakan urban farm,” cetusnya.

Selain hasil panen dua kali lipat lebih menguntungkan, pakan yang digunakan juga lebih irit. Bahkan hebatnya lagi, sistem ini membuat ikan tak terlalu amis. Begitupun keunggulan juga ada pada rasanya yang disebut lebih gurih. “Teknologi bioflok ini sangat tepat memenuhi kebutuhan produksi ikan kita yang terus meningkat,” tandasnya. (zad/r7)

Berita Lainnya

Akibat Terlalu Banyak Janji! Rp 476 Miliar Jadup Belum Dibayar

Redaksi LombokPost

Lepas Rindu di Lumbung Suara, Prabowo Datang ke NTB Bersama Nissa Sabyan

Redaksi LombokPost

Penyaluran Jadup Kian Tak Jelas

Redaksi LombokPost

Panen Ikan Semudah Memetik Sayur

Redaksi LombokPost

Pengumuman PPPK setelah Pilpres

Redaksi LombokPost

Pemecatan ASN Paling Lambat 31 April

Redaksi LombokPost

Kaling Rentan Terseret Politik Praktis

Redaksi LombokPost

Tren Statistik Gaya Hidup Warga Kota, Happy dengan Rokok, Abaikan Bahan Pokok

Redaksi LombokPost

Lebih Dekat dengan Amiruddin ‘Pawang’ Kompor Gas Lulusan SMA : Buat Kompor Gas 8 Tungku dari Bekas Kompor Minyak Tanah

Redaksi Lombok Post