Lombok Post
Selong

Polres Lotim Ciduk Bandar Sabu

TERTANGKAP: HE, 38 tahun, tersangka pengedar sabu digeledah tim Satresnarkoba Polres Lotim di rumahnya di Desa Kesik, Kecamatan Masbagik, Kamis (14/3) malam.

SELONG-Satresnarkoba Polres Lotim menangkap dua orang yang diduga bandar sabu di Desa Kesik, Kecamatan Masbagik, Kamis (14/3) malam. Dari tangan terduga, ditemukan barang bukti 10 paket klip berisi narkotika jenis sabu seberat sekitar 3 gram. “Para pelaku ini sudah menjadi incaran. Kita telusuri dari penangkapan sebelumnya,” kata Kasatresnarkoba Polres Lotim Iptu Surya Irawan kepada Lombok Post, kemarin (15/3).

Penangkapan berawal dari pengintaian yang ditambah dengan informasi warga sekitar. Dari laporan tersebut, dilakukan pengembangan. HE, 38 tahun, dan YG, 26 tahun tertangkap dengan barang bukti.

Surya menerangkan, pihaknya mendalami informasi sebelum penangkapan. Selama ini, Masbagik memang telah ditandai sebagai zona merah narkoba di Lotim. Selain itu juga Terara, Selong, dan Labuhan Haji. “Ternyata penangkapan sebelumnya berkaitan dengan yang kita tangkap ini,” terangnya.

Dengan tertangkapnya bandar tersebut, Surya berharap peredaran narkoba bisa berkurang di sekitar Masbagik. Karena itu pihaknya akan terus mengembangkan kasus ini. Akibat perbuatannya, pengedar barang haram itu dijerat pasal 114 dan 112 dengan ancaman kurungan minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun penjara. (tih/r7)

Berita Lainnya

Perjuangan Pedagang Cilok di Pusuk Sembalun

Redaksi LombokPost

Bocah Lima Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Embung Jago

Redaksi LombokPost

Rp 50 Juta kok kayak Gini?

Redaksi LombokPost

Kementerian PUPR Tarik 126 Fasilitator, Pembangunan RTG Terancam Terganggu

Redaksi LombokPost

Serah Terima Surat SuaraTunggu Penyortiran dan Pelipatan

Redaksi LombokPost

Destinasi Wisata di Sembalun Belum Direhab, Diguncang Gempa Lagi

Redaksi LombokPost

Rekompak: Konstruksi RTG yang Rusak Akibat Gempa Belum Sempurna

Redaksi LombokPost

Gempa Tak Ganggu Ujian Nasional

Redaksi LombokPost

Dapur Umum Rumahan ala Pengungsi Desa Pesanggrahan, Montong Gading

Redaksi LombokPost