Lombok Post
Selong

Sepuluh Warga Tanjung Luar Digigit Anjing

DIGIGIT LAGI: Kabid Kesehatan Hewan, Disnakeswan Lotim drh Heru Rachmadi memperlihatkan foto beberapa korban gigitan anjing liar di Desa Tanjung Luar, Kecamatan Keruak di kantornya, kemarin (15/3).

SELONG-Pemerintah Desa Tanjung Luar, Kecamatan Keruak meminta Disnakeswan Lotim untuk melakukan eliminasi anjing liar. Permintaan tersebut dilayangkan setelah warganya dikabarkan digigit anjing liar. “Sekitar empat hari lalu. Ada sepuluh warga kami yang digigit,” kata kepala Desa Tanjung Luar Mukti Ali kepada Lombok Post, kemarin (15/3).

Ali menerangkan kejadiannya terjadi di Dusun Kampung Tengah. Permintaan melakukan eliminasi dalam rangka mengantisipasi adanya kemungkinan virus rabies. Sebab seperti yang disosialisasikan Disnakeswan, setiap ada gigitan, masyarakat mesti segera melapor.

Terpisah, Kabid Kesehatan Hewan, Disnakeswan Lotim drh Heru Rachmadi membenarkan laporan tersebut. Bahkan dia memperlihatkan surat pemdes dan foto-foto korban. Dokter yang pernah belajar di salah satu universitas veteriner ternama di Jepang itu menerangkan jika sesuai permintaan, eliminasi akan segera dilakukan pekan depan.

“Lombok harus waspada. Sesuai SOP, sudah tugas kita memastikan jika anjing yang menggigit itu tidak tertular virus rabies,” kata Heru.

Menurut Heru, adanya kasus gigitan bukan berarti positif rabies. Akan tetapi pemerintah harus waspada. Melihat sudah adanya rabies di Pulau Sumbawa. Sehingga, mengomentari berita di Lombok Post (14/3) terkait kecaman pecinta hewan untuk tindakan eliminasi, Heru mengatakan, eliminasi yang dilakukan sudah termasuk dalam SOP.

“SOP-nya itu ada laporan warga tentang adanya gigitan. Ini sudah jelas, ada warga yang digigit. Maka kita harus memastikannya. Caranya kirim sampel. Kan harus dimatikan dulu,” terang dokter hewan yang pada Agustus 2019 mendatang akan purnatugas.

Pengendalian populasi tidak hanya dengan eliminasi selektif. Melainkan vaksinasi dan Kastrasi atau strelisasi. “Jadi yang kita lakukan tidak hanya eliminasi. Sosialisasi dan vaksinasi juga kita lakukan. Khususnya bagi hewan yang berpemilik,” pungkasnya. (tih/r7)

Berita Lainnya

Perjuangan Pedagang Cilok di Pusuk Sembalun

Redaksi LombokPost

Bocah Lima Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Embung Jago

Redaksi LombokPost

Rp 50 Juta kok kayak Gini?

Redaksi LombokPost

Kementerian PUPR Tarik 126 Fasilitator, Pembangunan RTG Terancam Terganggu

Redaksi LombokPost

Serah Terima Surat SuaraTunggu Penyortiran dan Pelipatan

Redaksi LombokPost

Destinasi Wisata di Sembalun Belum Direhab, Diguncang Gempa Lagi

Redaksi LombokPost

Rekompak: Konstruksi RTG yang Rusak Akibat Gempa Belum Sempurna

Redaksi LombokPost

Gempa Tak Ganggu Ujian Nasional

Redaksi LombokPost

Dapur Umum Rumahan ala Pengungsi Desa Pesanggrahan, Montong Gading

Redaksi LombokPost