Lombok Post
Sportivo

Dua Cabor Non PPLP Terancam Dicoret

PERKUAT POWER: Petinju putri NTB meningkatkan kemampuannya saat berlatih di Padepokan GOR 17 Desember Mataram, bulan lalu.

MATARAM-Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2017 menjadi pelajaran penting bagi Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) NTB. Persiapan atlet non PPLP yang turun di Popnas kurang maksimal.

Tahun ini, mereka ingin mempersiapkan diri lebih awal. Hanya saja, sampai saat ini dua cabang olahraga (Cabor) non PPLP belum ada persiapan. Kepala Dispora NTB Hj Husnanidiaty Nurdin mengatakan, rencananya NTB akan mengirim 10 cabor di Popnas. Lima cabor PPLP ditambah cabor non PPLP. “Cabor yang ada di PPLP sudah tidak ada masalah. Mereka semua akan dikirim,” kata Husnanidiaty kepada Lombok Post, kemarin (18/3).

Dari data yang ada, NTB akan mengikuti cabor voli pantai, pencak silat, taekwondo, atletik, dan karate. Ditambah lagi cabor non PPLP seperti basket, tinju, sepak bola, bulu tangkis, tenis meja, dan renang. ”Kita kirim mereka berdasarkan hasil Popwil dan kemampuan atletnya,” ungkap dia.

Persoalan saat ini, kata dia, ada pada cabor non PPLP. Sejak awal, Dispora menginginkan cabor non PPLP menyerahkan nama atlet yang akan dikirim ke Popnas. ”Kita lakukan metode itu supaya atlet dapat terkontrol,” jelasnya.

Berdasarkan kesepakatan awal, cabor harus menyetorkan nama atlet yang akan dibawa ke Popnas, akhir Februari lalu. ”Tetapi, masih saja ada cabor yang ngeyel,” keluhnya.

Dari rekapitulasi data, ada dua cabor yang belum menyerahkan nama. Yaitu, cabor sepak bola dan tinju. ”Kita sudah meminta ke mereka (cabor). Sampai sekarang belum juga dikirim nama atletnya,” bebernya. Dispora sudah memanggil semua cabor yang turun di Popnas, Jumat (15/3) lalu. Sepak bola belum melakukan seleksi ulang. ”Bagaimana kita mau melihat kemampuan tim sepak bola kalau sampai sekarang belum diseleksi,” keluhnya lagi.

Begitu juga cabor tinju. Mereka akan melakukan seleksi pada Juni mendatang. ”Persiapan mereka terlalu mepet kalau seleksi bulan Juni,” ungkapnya.

Untuk itu, Dispora memberikan batas waktu hingga akhir Maret mendatang. Dua cabor itu harus menyerahkan nama atletnya. ”Konsekuensinya kalau tidak menyerahkan nama, kita tidak akan berangkatkan mereka,” ungkapnya.

Kuota atlet yang akan diberangkatkan ke Popnas belum ditentukan secara  pasti. Namun, jika ada atlet yang berpotensi menyumbangkan medali tetap akan diberangkatkan. ”Kita prioritaskan atlet yang memiliki peluang meraih medali,” tegasnya. (arl/r10)

Berita Lainnya

Zohri Spektakuler! Genggam Tiket ke Tokyo 2020

Kembali ke Puncak Berkat Kun

Redaksi LombokPost

PENENTU JUARA, BARCELONA VS ATLETICO MADRID

Redaksi LombokPost

Ancaman Sudah Nyata, Tak Ada Waktu untuk Santai

Redaksi LombokPost

Perbakin Usulkan Petembak Nasional ke Pelatda

Redaksi LombokPost

Rohani Akan Dititip di Pelatnas

Redaksi LombokPost

BSLU Cup II Datangkan Petenis Meja Terbaik Indonesia

Redaksi LombokPost

Perda Solusi Atasi Masalah Anggaran Olahraga

Redaksi LombokPost

Atletik Belum Panik, Hasil Jatim Open akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost