Lombok Post
NTB

Jangan Endapkan Dana Desa!

ASPIRASI: Sekjen Kemendes-PDTT Anwar Sanusi (kanan) berbincang dengan pendaping desa usai membuka rapat koordinasi di Hotel Lombok Raya Mataram, kemarin (18/3).

MATARAM-Puluhan triliun dana desa disalurkan setiap tahun. Gairah pembangunan desa pun semakin menggeliat. Infrastruktur desa juga membaik.

Namun, masih banyak masalah dalam pengelolaan dana desa. Mulai dari penyaluran yang tersendat-sendat, hingga penyalahgunaan dana desa.

        Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes-PDTT) Anwar Sanusi menyebut, tahun ini dana desa se-Indonesia Rp 70 triliun. Dalam lima tahun terakhir total Rp 257 triliun sudah disalurkan ke desa. Provinsi NTB tahun ini mendapat Rp 1,18 triliun.

Dengan dana itu, sudah banyak perubahan. Mulai dari penataan infrastruktur fisik seperti jalan desa untuk menunjang perekonomian warga 190 ribu km lebih se-Indonesia. Juga embung desa, irigasi, penataan pasar, dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Juga perbaikan pelayanan publik di tingkat desa.

”Sedikit demi sedikit wajah desa mulai berubah,” katanya saat membuka rapat koordinasi penguatan kapasitas masyarakat desa wilayah Bali, NTB, dan NTT di Hotel Lombok Raya Mataram, kemarin (18/3).

Meski demikian, ia mengakui masih banyak kekurangannya. Dana yang dibutuhkan untuk membangun desa masih harus ditambah. ”Pemerintah berkomitmen terus menambah dana desa,” ujarnya.

Dalam praktiknya, penyaluran dana desa sering tersendat dan mengendap, termasuk di NTB. Data Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) NTB menunjukkan, baru Rp 144 miliar yang diserap empat kabupaten, yakni Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, dan Lombok Utara. Sementara daerah lainnya belum mampu menyerap dana desa. Selain itu, dalam beberapa kasus dana desa disalahgunakan pemerintah desa.

Anwar tidak membantahnya. Idealnya dana desa yang sudah ditransfer pusat ke rekening Pemkab harus disalurkan langsung ke rekening kas desa. Dana itu tidak boleh mengendap lebih dari 10 hari. ”Aturannya begitu, harus segera dicairkan ke kas desa,” ujarnya.

Tapi kondisi di lapangan selalu saja ada kendala, sehingga Pemkab menunda pencairan. Pemerintah desa kerap terlamgat menyampaikan laporan penggunaan dana sebelumnya, sehingga pencairan tahap berikutnya tidak bisa. ”Kami sedang berupaya membuat format laporan sesederhana mungkin tapi tidak mengabaikan aspek akuntabilitas,” katanya.

Demikian juga dengan penyalahgunaan dana desa. Kasus-kasus penyelewengan di beberapa daerah cukup menganggu. Sejak 2016 juga sudah dibentuk Satgas Dana Desa. Satgas itu berperan sebagai pengawas penggunaan dana desa. Ketika ada temuan, Satgas bisa menyerahkan ke aparat penegak hukum. ”Tapi kami memilih preventif, mengarahkan agar tidak melakukan kesalahan,” ujarnya.

Peran pendamping desa juga diperkuat.Tapi jumlahnya masih kecil, hanya 37 ribu-an orang di Indonesia. Satu pendamping bisa menangani tiga sampai empat desa. ”Kami minta ditambah,” harapnya.

Menurut Anwar, akar masalah dari semua itu adalah sumber daya manusia (SDM)di desa. Karena itu, hadirnya Balai Latihan Masyarakat ditujukan agar kapasitas masyarakat desa menintkat, baik dari sisi pengetahuan dan keterampilan. ”Desa harus dihuni orang yang punya kapasitas,” ujarnya.

Kemendes-PDTT bahkan berencana mengirim 600 orang kepala desa ke luar negeri. Mereka akan diajak belajar agar punya refrensi untuk menata desanya. Ia berharap kepala desa dari NTB ikut Kemiskinan Ditarget Turun Dua Perserta

Banyaknya dana dan program di desa membuat Pemprov optimis kemiskinan bisa ditekan. Bahkan bila diteruskan, Sekda NTB H Rosyadi Sayuti yakin bisa menekan angka kemiskinan dua persen per tahun. Terlebih Pemprov akan mengintervensi 99 desa wisata selama lima tahun ke depan. ”Dengan intervensi Kemendes diharapkan kemiskinan bisa terus ditekan,” katanya.

Dengan Balai Latihan Masyarakat yang baru dibentuk, ke depan masyarakat desa akan lebih berdaya. Balai itu akan membentuk kader-kader yang menjadi penggerak desa wisata hingga penggerak ekonomi desa. ”Kami akan membantu menyiapkan kantor dan gedung balai latihan,” katanya. (ili)  

Berita Lainnya

Ayo Dukung Duta Bahasa NTB

Redaksi Lombok Post

Karantina Mataram Musnahkan Bibit Kubis Berbakteri Asal Amerika

Redaksi LombokPost

Warga Sekotong Harus Hati-hati! Ikan dan Beras Terindikasi Terpapar Merkuri

Redaksi LombokPost

Pemprov Masih Konsultasi

Redaksi LombokPost

Dewan Usulkan Bentuk Pansus

Redaksi LombokPost

Rastra untuk NTB Akan Dihapus

Redaksi LombokPost

AP Diminta Tidak Ngutang Terlalu Lama

Redaksi LombokPost

Awas, Dana Desa Rawan Dikorupsi!

Redaksi LombokPost

Emi Dapat Umrah Gratis

Redaksi LombokPost