Lombok Post
NTB

Dirut PT GNE Dicopot

MATARAM-Rencana perombakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) bukan isapan jempol. Penyegaran direksi perusahaan mulai dilakukan Gubernur NTG H Zulkieflimansyah. Hal itu ditandai dengan dicopotnya Direktur Utama (Dirut) PT Gerbang NTB Emas (GNE) H Syahdan Ilyas.

Pria berusia 69 tahun itu didepak melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) pemegang saham, 6 Maret lalu. Namun setelah sekian lama diberhentikan, Syahdan baru merelakan jabatannya setelah upaya lobi-lobi ke gubernur mentok. Siang kemarin (19/3), ia menyerahkan jabatannya kepada pelaksana tugas (Plt) Dirut PT GNE Ahmad Jaelani.

Terkait hal itu, Gubernur NTB H Zulkieflimansyah mejelaskan, pencopotan Dirut PT GNE dilakukan karena Syahdan Ilyas sudah cukup sepuh untuk mengurus perusahaan daerah. Ia menginginkan ada penyegaran di tubuh BUMD. Harapannya kinerja perusahaan bisa semakin baik ke depan. “Penyegaran saja tidak ada masalah apa-apa,” katanya.

Meski pemecatan itu dikaitkan dengan dugaan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN), termasuk dugaan temuan Rp 3,1 miliar, namun gubernur membantahnya. “Saya lihat beliau sudah sepuh, kita cari yang muda-muda,” katanya.

Ia berharap PT GNE ke depan memperjelas jenis usaha, memperbaiki manajemen perusahaan,  pengelolaan keuangan, dan menghasilkan dividen bagi daerah.

Untuk menjaring calon Dirut GNE yang baru, pemprov membentuk panitia seleksi (Pansel) yang dipimpin langsung Karo Perekonomian NTB Wirajaya Kusuma. Pansel itu akan mencari dan menyeleksi calon Dirut PT GNE. “Tim terdiri dari unsur pemerintah dan akademisi,” katanya.

Sama seperti Pansel JPT Pratama, mereka nanti akan menyerahkan nama tiga besar calon direktur kepada gubernur. Hanya saja prosedurnya lebih sederhana. Kriteria yang dicari adalah yang muda dan berpengalaman mengelola perusahaan. Usia minimal 30 tahun dan maksimal 55 tahun, serta pendidikan minimal S1.

Ia mengakui tidak mudah mencari calon dirut muda, profesional dan pengalaman. Sebab gaji dan profil perusahaan bagi sebagian kaum profesional kurang menjanjikan. Solusinya ke depan gaji Dirut GNE bisa dinaikkan dari Rp 13 juta menjadi Rp 25 juta sebulan. Namun dengan catatan harus dibuat perjanjian kinerja di awal. Mereka harus memasang target untuk dicapai, sehingga mereka tidak kabur di tengah jalan.

Wirajaya menekankan, pemprov berharap PT GNE menjadi perusahaan yang sehat, kompetitif, dan menghasilkan dividen. Sehat dalam arti manajemen keuangan perusahaan bagus, tidak ada unsur KKN dalam pengelolaan perusahaan.

Seorang dirut tidak boleh mengangkat kerabat, keluarga atau saudara di perusahaan tersebut. Hal itu bertentangan dengan Pasal 30, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 54 Tahun 2017 tentang BUMD. “Dirut memang punya kewenangan tapi tidak boleh ada hubungan keluarga,” sindirnya.

Seleksi dirut baru akan disegerakan. Sebab perusahaan tersebut butuh sentuhan manajemen yang bagus agar bisa maju. Jumlah modal yang dimiliki PT GNE sebesar Rp 20 miliar, baik berupa aset, modal, dan uang segar yang dipakai setiap tahun.

Syahdan Bantah KKN

Terpisah, mantan Dirut PT GNE H Syahdan Ilyas menjelaskan, ia sudah menerima pemberhentian dirinya. “Saya menyampaikan surat ke pak gubernur menyetujui hasil RUPS Luar Biasa itu,” katanya.

Syahdan membantah pemecatannya dilakukan karena adanya temuan auditor Rp 3,1 miliar pada PT GNE. Ia juga membantah dirinya melakukan KKN selama memimpin perusahaan tersebut. “Tidak ada. Tidak benar ada nepotisme di sana itu,” tegasnya.

Dalam pengelolaan perusahaan, selama ini ia menjalankan prinsip-prinsip profesionalisme. Syahdan meminta semua pihak berhati-hati dalam komentar apalagi main tuding. Dalam pengangkatan pegawai dan direksi, ia  bekerja sama dengan BKD dan RSJ. “Saya bekerja berdasarkan aturan,” tegasnya. (ili/r7)

Berita Lainnya

Banjir Dompu Rendam Lima Wilayah, 3.140 Warga Mengungsi

Redaksi LombokPost

500 Ribu Warga Belum Tersentuh Listrik

Redaksi LombokPost

Ayo Nyoblos, Jangan Golput Ya

Redaksi LombokPost

Bantu Buat Paparan Lebih Mudah Diingat dan Dipahami

Redaksi LombokPost

Tiga Investor Global Hub Angkat Kaki

Redaksi LombokPost

Batik Ijo Komit Kembangkan Smart City

Redaksi LombokPost

Perbaikan IC Molor, PUPR Belum Bersikap

Redaksi LombokPost

Wapres Tinjau Rehab Rekon Lagi

Redaksi LombokPost

Pemprov Siapkan Program Sasambo Gemilang, Sasar 10 Ribu Keluarga Miskin

Redaksi LombokPost