Lombok Post
Metropolis

Hore, Bantuan Termin Ketiga Segera Cair

SIAPKAN MAKAN SIANG: Salah seorang warga Lingkungan Tegal, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram memasak untuk makan siang di Risha yang dibangun, kemarin.

MATARAM-Pembangunan rumah rusak berat di Lingkungan Jangkuk, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram hampir rampung. Kini, dana termin ketiga untuk pembangunan rumah rusak berat segera cair.

Dana itu nantinya akan digunakan oleh kelompok masyarakat (pokmas) untuk membeli bahan finishing rumah yang dibangunnya.

Pokmas Gotong Royong misalnya. Pokmas yang membangun rumah dengan pilihan Rumah Instan Konvensional (Riko) ini sudah mulai mengurus pencairan dana termin kedua. “Kita sudah meminta para anggota merembukkan bahan-bahan yang akan dibeli,” kata Ketua Pokmas Gotong Royong Lingkungan Jangkuk Gupran, kemarin (19/3).

Sebelumnya, Gupran sempat miskomunikasi dengan salah satu anggotanya. Dimana, salah seorang anggotanya bernama Munawar sempat mempertanyakan anggaran bantuan bagi rumah rusak berat pada pembelian bahan-bahan.

Waktu itu, kata dia, Munawar mendapatkan jatah pembelian kayu. Sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang ada di Pokmas, Munawar mendapat jatah kayu sesuai ukuran rumahnya 24 batang. Namun yang datang waktu itu 20 batang, sisanya masih dalam proses pembuatan.

Selain itu, Munawar mempermasalahkan nota yang diberikan usaha dagang (UD) yang mengantar kayu. Di mana, nota itu dianggap Munawar sebagai nota pembelian. Padahal itu adalah nota angkut jumlah barang yang dikirim. “Ini hanya miskomunikasi saja,” ujarnya.

Gupran sempat kesal dengan sifat Munawar yang waktu itu dianggapnya main-main. Di mana, kayu yang datang diantarkan ke rumahnya hanya 20 batang. Sementara ia sudah memesan kayu unuk Munawar 24 batang. “Sempat saya mau menelepon UD. Ternyata  kayunya yang sisanya empat batang masih dalam proses pembuatan,” sebutnya.

Setiap pembelian barang Gupra terlebih dahulu komunikasi dengan anggotanya. Barang apa yang akan dibeli dan maunya seperti apa. Kini, pada dana termin ketiga, dana ini akan difokuskan untuk penbelian daun pintu dan kusen.

Anggota ingin membeli  bahan-bahan ini dengan kulitas terbaik. “Bahan-bahan yang dibeli tergantung maunya anggota. Mau pakai kayu, mau pakai baja ringan, itu terserah anggota,” sebutnya.

Sementara itu, anggota Pokmas Gotong Royong Lingkungan Jangkuk Munawar mengaku salah dengan permasalahan ini. Waktu itu, kata dia, saat barang (kayu) diantarkan ke rumahnya, ia tidak ada di rumah. “Waktu itu anak-anak yang terima barang,” sebutnya.

Munawar mengaku tidak tahu jika empat kayu itu masih dalam proses pembuatan. Sehingga dirinya berpikiran negatif pada ketua pokmas. “Sekarang semuanya sudah clear. Kini kita diminta memesan barang pada termin ketiga ini” tukasnya.

Di sisi lain, hingga kini tunggakan bantuan rumah rusak kategori sedang dan ringan sebesar Rp 55 miliar belum disalurkan pemerintah pusat. Pemerintah Kota Mataram sudah melakukan rapat teknis di Jakarta beberapa waktu lalu agar kekurangan itu segelar disalurkan.

“Waktu itu saya rapat bersama DPR RI dan dihadiri pengawas penanganan bencana DPR RI. Saya juga sudah menyampaikan ini kepada Fahri Hamzah perwakilan NTB yang duduk di DPR RI,” kata Asisten I Setda Kota Mataram Lalu Martawang, kemarin (19/3).

Diungkapkan, dalam rapat tersebut, pemerintah pusat telah berjanji akan mentransfer kekurangan dana bantuan gempa dalam waktu dekat ini. Bahkan rencananya pekan ini akan dilsalurkan. Mengingat pada 12 April mendatang sudah masuk masa transisi tanggap darurat.  “Kita minta agar kekurangan ini langsung ditranfer ke rekening BPBD Kota Mataram,” pintanya.

Setelah itu lanjut Martawang, baru dana ini ditransfer ke rekening masing-masing penerima bantuan yang sudah terakomodasi melalui Surat Keputusan Wali Kota Mataram dengan total rumah rusak sedang 2.777 unit dan rusak ringan 8.264 unit.

“Sebagian dari korban yang rumahnya rusak sedang dan ringan sudah ditransfer pada tahap pertama. Sedangkan kekurangan Rp 5,5 miliar ini untuk korban yang belum dapat pada tahap pertama,” sebutnya.

Kini lanjut Martawang, dengan adanya gempa bumi 5,8 skala richter (SR) pada Minggu (17/3) masyarakat tidak ada pilihan lagi untuk tidak membuat rumah tahan gempa dengan dana bantuan yang diberikan. “Silakan warga memilih. Mau membangun rumah tahan gempa dengan konsep Risha atau pun Riko,” terangnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Mataram HM Kemal mengatakan, proses pembangunan rumah rusak ringan dan sedang ditargetkan rampung pada 22 April 2019. Oleh sebab itu, fasilitator dan masyarakat penerima bantuan diminta untuk bergerak cepat. ”Kalau dana sudah cair, cari tukang secepatnya guna melakukan perbaikan,” pintanya. (jay/r5)

Berita Lainnya

Buat Wisata Kuliner Ikan di Sekarbela

Redaksi LombokPost

Muhir Keok, Malik Melenggang

Redaksi LombokPost

Jadup Mulai Ada Titik Terang

Redaksi LombokPost

Aneh, Usulan Perda Koperasi Dihapus Begitu Saja

Redaksi LombokPost

Zohri Kembali Pertajam Rekor Jadi 10,13 Detik

Redaksi LombokPost

Partai Beringin Panas Dingin

Redaksi LombokPost

Gubernur Bantah Ucapkan Selamat kepada Calon Presiden Tertentu

Redaksi LombokPost

Gubernur Zul Yakin Jokowi Tak Cuekin NTB

Redaksi LombokPost

Kebutuhan Uang Selama Ramadan Rp 2,9 Triliun

Redaksi LombokPost