Lombok Post
Bima - Dompu

Wawali Bima Dukung Pelatihan IT bagi Santri

SERIUS : Ratusan santri Ponpes Al Husainy Kota Bima mendengarkan pemaparan narasumber dalam kegiatan sosialisasi informasi dan teknologi (IT), Kamis (14/3) kemarin.

KOTA BIMA--Pondok Pesantren Al Husainy, Kota Bima menjadi lokasi selanjutnya pelatihan informasi dan teknologi (IT) dan kewirausahaan, Kamis (14/3). Kegiatan yang dilaksanakan Santripreneur Indonesia dan Kementerian Komunikasi dan Informasi RI dengan sub bidang Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti Kominfo) ini sebelumnya telah dilaksanakan di beberapa kabupaten/kota di NTB.

      Wakil Wali Kota (Wawali) Bima Feri Sufyan hadir membuka acara yang diikuti 300-an santri dan masyarakat sekitar. Kegiatan juga dirangkai dengan pelantilkan pengurus Santripreneur Indonesia Cabang Kota Bima.

“Kami sangat bahagia dengan adanya acara ini, semoga acara ini dapat berlanjut dan bermanfaat bagi masyarakat dan santri-santri Al Husainy,” kata wawali.

Feri menyampaikan semua pihak memang perlu mengetahui penggunaan IT secara bijak. Apalagi pemerintah terus mengembangkan infrastruktur termasuk di dalamnya jaringan informasi dan komunikasi. Sehingga santri-santri harus siap untuk memanfaatkannya.

“Program ini selaras dengan program Pemerintah Kota Bima yaitu target menciptakan 10.000 wirausaha baru,” tandasnya.

Perwakilan Santripreneur Indonesia KH Ahmad Hambali mengatakan, teknologi informasi bagi para santri mempunyai sisi positif dan negatif. Sisi positifnya bisa dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar dan berbisnis. Sebaliknya bisa juga menjerumuskan para santri jika tidak dibimbing dan diberikan pengarahan yang baik.

“Para santri dan siswa-siswi harus memaksimalkan sisi positif dengan adanya media sosial. Misalnya digunakan untuk mengembangkan bisnis,” ujarnya.

Pengasuh Ponpes Al Husainy KH Ramil H Ahmad menyampaikan pihaknya mengapresiasi terselenggaranya kegiatan di tempatnya. Diharapkan ilmu yang didapat benar-benar dimanfaatkan oleh santri dalam mengembangkan keahlian diri terutama dalam hal bisnis/berwirausaha.

“Semoga bisa berlanjut program-program baru untuk pengembangan potensi santri-santri,” ucapnya.

Salah satu narasumber M Agus Susilo menyampaikan bahwa teknologi informasi penggunaannya sekarang dilindungi oleh undang-undang. Barang siapa yang menyalahgunakannya bisa terjerat pasal-pasal yang pada akhirnya membawa si pengguna ke dalam penjara.

“Para santri diharapkan bisa menggunakan IT terutama internet untuk mengembangkan potensi Kota Bima,” sambungnya.

Narasumber terakhir KRT Noorwahyudi  mengatakan,  pemanfaatan teknologi informasi dalam bidang kewirausahaan. Bahwa dalam dunia yang semakin maju ini, tidak menutup kemungkinan hampir semua bidang bisnis menggunakan teknologi informasi untuk menunjang keberlangsungan suatu bisnis atau perusahaan. (ida/r6)

Berita Lainnya

Banyak ASN Tidak Peduli Lingkungan

Redaksi LombokPost

Rumah Warga yang Dirusak Massa Diperbaiki

Redaksi LombokPost

UNBK di Kota Bima, Hari Pertama Mati Listrik, Hari Kedua Lancar

Redaksi LombokPost

Puluhan Cangkang Penyu Dimusnahkan

Redaksi LombokPost

Kasus Bunuh Diri di Dompu Mengkhawatirkan

Redaksi LombokPost

KPK dan Jamwas Pantau Kasus Dam Kota Bima

Redaksi LombokPost

Sandiaga Janjikan Kesejahteraan

Redaksi LombokPost

Nongkrong, Punggung Tertancap Panah

Redaksi LombokPost

Belajar Nyetir, Masuk Jurang

Redaksi LombokPost