Lombok Post
Metropolis

Butuh Diskusi untuk Cari Solusi

MATARAM-Gerbang Tembolak Kota Mataram semakin ramai. Seiring dengan itu, aktivitas swafoto para pengunjung juga semakin membahayakan.

Kondisi ini membuat Forum Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan (FLLAJ) NTB dan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) IX Mataram mengingatkan Pemkot Mataram. Dua lembaga ini mengaku banyak menerima keluhan masyarakat. Sebab tempat berswafoto berada di jalan Baypass BIL II yang merupakan jalur bebas hambatan non-tol.

Dalam beberapa kali diskusi, baik FLLAJ NTB dan BPJN IX Mataram ingin mendengarkan langsung apa yang sedang direncanakan Pemkot Mataram. Sayangnya, sampai saat ini belum ada tanda-tanda solusi yang ditawarkan Pemkot Mataram.

Ditanya hal itu, Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Mataram H Mahmuddin Tura, berencana akan menindaklanjuti keinginan FLLAJ NTB dan BPJN IX Mataram untuk menggelar diskusi terkait dengan penataan dan penertiban aktivitas swafoto di kawasan ini.

“Kalaupun ekspos itu memang terlalu teknis, nanti coba kami lakukan diskusi dengan mereka, kita tugasi dishub kota,” tegasnya, kemarin (20/3).

Menurutnya, diskusi semacam ini memang sangat diperlukan. Ini bisa diartikan sebagai bentuk perhatian semua pihak, sehingga tidak ada salahnya mendengar usulan dan saran dari pihak lain. Termasuk yang menjadi bagian dari forum itu adalah Dinas PUPR, Ditlantas Polda, Organda dan masih banyak lagi.

Memang sampai saat ini, baik FLLAJ NTB maupun BPJN IX Mataram sendiri belum melayangkan surat secara resmi. Tetapi kata Mahmuddin, bahwa Pemkot Mataram sudah seharusnya mengambil inisiatif terlebih dulu. Karena ikon tersebut berada di wilayah kendali Pemkot Mataram.

“Secara formal belum ada penyampaian, tetapi hal ini jelas akan kami tindak lanjuti,” terangnya.

Sebagai langkah penertiban, ia menyebut bahwa patroli sudah sering dilakukan Dishub Kota Mataram. Namun ia mengakui belum bisa dikatakan secara aktif dan masif. Karena terkendala keterbatasan personel, sehingga patroli pun tidak dilakukan sepanjang hari.

Dijelaskan, penataan gerbang tembolak masih terus disusun. Didalamnya ada fasilitas rest area, ruang terbuka hijau dan green belt, yang rencananya akan terintegrasi dengan Monumen Mataram Metro. Karena sarana penunjang itu belum bisa terealisasi dalam waktu dekat, maka dalam forum diskusi nanti, Mahmuddin berharap FLLAJ NTB bisa memberikan saran terbaik.

“Apakah nanti dipasang rambu kurangi kecepatan atau rambu lain, atau bantuan penambahan petugas patroli. Namun terpenting adalah yang swafoto atau pengguna jalan aman dan selamat,” pungkasnya. (yun/r5)

Berita Lainnya

Buat Wisata Kuliner Ikan di Sekarbela

Redaksi LombokPost

Muhir Keok, Malik Melenggang

Redaksi LombokPost

Jadup Mulai Ada Titik Terang

Redaksi LombokPost

Aneh, Usulan Perda Koperasi Dihapus Begitu Saja

Redaksi LombokPost

Zohri Kembali Pertajam Rekor Jadi 10,13 Detik

Redaksi LombokPost

Partai Beringin Panas Dingin

Redaksi LombokPost

Gubernur Bantah Ucapkan Selamat kepada Calon Presiden Tertentu

Redaksi LombokPost

Gubernur Zul Yakin Jokowi Tak Cuekin NTB

Redaksi LombokPost

Kebutuhan Uang Selama Ramadan Rp 2,9 Triliun

Redaksi LombokPost