Lombok Post
Bima - Dompu

Kasus Bunuh Diri di Dompu Mengkhawatirkan

DITANGISI: Jenazah seorang remaja asal Desa Tolo Kalo yang mengakhiri hidupnya dengan meminum racun serangga Dupont Lannate saat disemayamkan di rumah duka.

DOMPU-Racun serangga Dupont Lenate kembali makan korban. Kali ini, Siti Rahmawati, remaja asal Desa Tolo Kalo Kecamatan Kempo, Dompu menjadi korbannya.

Siswi SMAN 2 Kempo ini nekat mengakhiri hidupnya, dengan meminum racun serangga tersebut hanya karena masalah sepele. Dia tidak terima dibentak oleh ibu kandungnya.

Kapolsek Kempo Iptu Yuliansyah mengatakan, korban dinyatakan meninggal sekitar pukul 23.30 Wita, Rabu lalu (20/3). Korban sempat mendapat perawatan selama satu jam di Puskesmas Kempo. Tapi, nyawanya tidak tertolong, karena terlalu banyak menelan racun.

“Korban sudah dikebumikan siang ini (kemarin) di TPU Desa Tolo Kalo,” katanya pada Radar Tambora (Lombok Post Grup).

Dia mengungkapkan, aksi nekat korban dilakukan di dalam kamar tidurnya, sekitar pukul 22.30 Wita. Sebelum bunuh diri, korban sempat cekcok dengan ibu kandungnya.

 Berdasarkan pengakuan ibunya, malam itu korban sedang berada di dapur dan tiba-tiba terdengar suara piring jatuh. Lantas sang ibu menanyakan perihal suara itu. Tapi, justru korban menjawabnya dengan lantang hingga terkesan membentak.

“Melihat sikap anaknya yang kurang sopan, ibunya memarahi korban,” jelas Yuliansyah.

 Usai kena marah, korban terdiam dan masuk kamar. Di kamar itu korban menegak cairan Duppon Lennate. Seketika korban pun kejang-kejang.

Sang ibu yang saat itu berada di ruang keluarga, mendengar suara ribut di kamar korban. Ia lantas membuka pintu kamar dan melihat korban sudah tergeletak di lantai dengan mulut dipenuhi busa. Dia pun sontak histeris sembari mengangkat kepala korban. Ayah korban dan beberapa tetangga berupaya membantu korban dengan memberikannya air kelapa. Korban kemudian dilarikan ke puskesmas setempat.

“Namun korban tidak tertolong dan akhirnya menghembuskan nafas terakhir,” pungkasnya.

Beberapa hari sebelumnya, kasus bunuh diri dengan cara meminum racun juga terjadi di Kecamatan Hu’u, Dompu. Kali ini korbannya adalah Umi Raehana, siswi SMKN 1 Hu’u asal Desa Sawe. Siswa 16 tahun ini juga mengakhiri hidupnya dengan meminum racun serangga Dupon Lannate. Aksi nekat korban dilakukan di dalam kamarnya dengan pintu terkunci.

Korban pertama kali diketahui temannya Sarina, sekitar pukul 09.00 Wita usai pulang jalan-jalan pagi. Saat itu Sarina mendatangi rumahnya  dan mengetuk pintu kamar korban. Namun tidak ada jawaban.

 Sarina terus memanggil korban, tetap tidak ada jawaban. Karena khawatir terjadi apa-apa, Sarina membuka paksa pintu kamar korban.

Begitu kamar dibuka, Sarina kaget melihat kondidi korban. Ia langsung berteriak memanggil kedua orangtua korban. Saat itu korban dalam kondisi terkapar dengan mulut berbusa. Korban langsung dilarikan ke RSUD. Sayang, nyawanya tidak tertolong. Korban dinyatakan meninggal oleh dokter karena terlalu banyak menelan racun.

Belum diketahui apa penyebab korban bertindak nekad. Namun informasi yang berkembang,  diduga korban memiliki masalah dengan orang tuanya.

Korban tidak terima lantaran handphone yang diberikannya ke sang pacar diambil kembali orangtuanya. Merasa kecewa dan malu, korban memilih mengakhiri hidup.

Anggota DPR Kabupaten Dompu Abdullah mengaku perihatin dengan banyaknya kasus bunuh diri di Dompu. Apalagi alasan korban mengakhiri hidupnya, terbilang sangat sepele. “Apalagi kasus bunuh diri ini, terjadi setiap bulan sepanjang tahun ini,” ungkap Bang Doel Sawe sapaan akrab politisi PKS ini.Abdullah mengungkapkan, di Kecamatan Hu’u saja, korban meninggal dengan cara meminum racun sudah empat orang. Belum lagi di kecamatan lainnya. Karenanya ia berharap ada penanganan khusus, agar kasus bunuh diri ini tidak terulang kembali “Sulit dicegah memang. Bahkan berbagai upaya dilakukan oleh semua pihak dalam membentengi kasus ini, tapi tidak mempan,” pungkasnya. (jw/r3)

Berita Lainnya

Banyak ASN Tidak Peduli Lingkungan

Redaksi LombokPost

Rumah Warga yang Dirusak Massa Diperbaiki

Redaksi LombokPost

UNBK di Kota Bima, Hari Pertama Mati Listrik, Hari Kedua Lancar

Redaksi LombokPost

Puluhan Cangkang Penyu Dimusnahkan

Redaksi LombokPost

Wawali Bima Dukung Pelatihan IT bagi Santri

Redaksi Lombok Post

KPK dan Jamwas Pantau Kasus Dam Kota Bima

Redaksi LombokPost

Sandiaga Janjikan Kesejahteraan

Redaksi LombokPost

Nongkrong, Punggung Tertancap Panah

Redaksi LombokPost

Belajar Nyetir, Masuk Jurang

Redaksi LombokPost