Lombok Post
Sportivo

500 Hari Mencari Alvarito

Alvaro Morata

VALENCIA-Jangan tanya berapa banyak gol yang dicetak Alvaro Morata. Tapi, berapa lama dia baru mampu menciptakan gol lagi setelah melewati masa paceklik. Seperti Atletico Madrid yang harus menunggu sampai empat laga pertama di bulan Februari demi gol pertama Alvarito, julukan Morata.

Kalau Atleti harus menunggu sampai 21 hari, maka timnas Spanyol lebih lama-lama lagi. Karena kali terakhir Morata menambah pundi-pundi golnya bagi La Furia Roja, julukan timnas Spanyol, terjadi pada laga uji coba menjamu Kosta Rika di La Rosaleda, Malaga, 12 Nopember 2017.

Nah, andai kembali gagal menambah koleksi golnya pada laga pertama Kualifikasi Euro 2020 melawan Norwegia di Mestalla, Valencia, dini hari nanti WIB, maka genap 500 hari masa penantian Morata akan gol ke-14-nya bagi Spanyol. ”Saya sudah lepas dari periode buruk. Tapi, saya tak memikirkan yang dulu-dulu. Yang saya butuhkan cuma konfidensi (menciptakan gol),” ucap Morata, dikutip Marca.

Menghindari 500 hari tanpa gol tak hanya menambah koleksi golnya di timnas. Kembali ganas di depan gawang lawan maka kepercayaan entrenador Spanyol Luis Enrique bisa direbut lagi. Sejak kehadiran Lucho di Las Rozas, kamp latihan timnas Spanyol, usai Piala Dunia 2018 lalu, Morata hanya dua kali main sebagai starter.

Striker pinjaman dari Chelsea itu hanya main 198 menit. Enrique lebih memilih Rodrigo sebagai striker utama ketimbang kembali memilih Morata. Meski, penyerang Valencia itu cuma mampu menyumbangkan dua gol dari 17 gol Spanyol era Enrique. Atau, hanya 11,7 persennya. ”Sabtu malam menajdi hari yang paling saya nantikan selama ini,” tutur penyerang 26 tahun itu.

Dia ingin Enrique bisa seperti Diego Simeone, pelatihnya di Atletico. ”Karena, dia sudah mempercayaiku, dan saya mampu menemukan form terbaik saya,” tambah pemain dengan total 27 caps bagi timnas itu. Problem produktivitas Morata tersebut sejalan dengan sulitnya Spanyol punya striker haus gol. Selain Morata dan Rodrigo, Enrique juga pernah menjajal Paco Alcacer sebagai opsi striker murninya.

Sayangnya, Enrique tak memanggil mesin gol Borussia Dortmund itu pada dua laga fase Kualifikasi Euro 2020 ini. Usai melawan Lovene alias Singa, julukan Norwegia, Sergio Ramos dkk melawat ke kandang Malta, pada Rabu dini hari nanti WIB (27/3). Sebaliknya pelatih yang sukses bersama Barcelona itu memanggil striker 30 tahun Getafe, Jaime Mata.

Mata juga bukanlah solusi ideal untuk mengatasi persoalan minimnya kontribusi gol dari pemain nomor sembilan. Lupakan soal kontribusinya bagi Azulones, julukan Getafe. Dia sudah mencetak 13 gol dari 25 laga La Liga musim ini. Di timnas, pemain yang juga sama-sama lahir di Madrid seperti Morata itu masih nihil caps. Ini jadi debutnya dipanggil datang ke Las Rozas. ”Senang dapat bersaing dengan striker-striker top di timnas seperti Alvaro atau Rodrigo,” klaim Mata, dikutip AS. ”Bedanya, saya sekarang sudah 30 tahun, usia yang tidak lagi muda,” tambah Mata.

Enrique sendiri enggan berspekulasi terkait peluang gol-gol dari Morata. Seperti dikutip dari Mundo Deportivo, dia hanya mengharap pemain-pemainnya lebih improve ketimbang dari laga-laga sebelumnya. ”Begitu pula pemain-pemain yang berada di skema serangan,” lanjutnya. (ren/jpg/r10)

Berita Lainnya

Zohri Spektakuler! Genggam Tiket ke Tokyo 2020

Kembali ke Puncak Berkat Kun

Redaksi LombokPost

PENENTU JUARA, BARCELONA VS ATLETICO MADRID

Redaksi LombokPost

Ancaman Sudah Nyata, Tak Ada Waktu untuk Santai

Redaksi LombokPost

Perbakin Usulkan Petembak Nasional ke Pelatda

Redaksi LombokPost

Rohani Akan Dititip di Pelatnas

Redaksi LombokPost

BSLU Cup II Datangkan Petenis Meja Terbaik Indonesia

Redaksi LombokPost

Perda Solusi Atasi Masalah Anggaran Olahraga

Redaksi LombokPost

Atletik Belum Panik, Hasil Jatim Open akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost