Lombok Post
Metropolis

Ahyar Bisiki Presiden Jokowi, Rehab Rekon Terkendala Semen dan Tukang

DATANG LAGI: Presiden Joko Widodo bersama Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh memantau perkembangan pembangunan rumah tahan gempa di Pengempel Indah, Kota Mataram, kemarin (22/3).

MATARAM-Presiden Joko Widodo kembali mengunjungi Kota Mataram, kemarin (22/3). Dalam kunjungan kali ini presiden memantau perkembangan rehabilitasi dan rekonstruksi rumah korban gempa di Lingkungan Pengempel Indah, Bertais, Kota Mataram.

Orang nomor satu di Indonesia itu datang di Pengempel Indah sekitar pukul 2 siang. Setelah sebelumnya ibadah salat jumat di masjid Nurul Yaqin, Bertais. Di Pengempel Indah kehadiran Jokowi langsung disambut Wali Kota Mataram. Keduanya beberapa kali terlihat ngobrol santai. Apa isinya? “Saya laporkan kondisi perkembangan rehabilitasi dan rekonstruksi,” kata Ahyar.

Pemkot Mataram melalui PPK BPBD telah menerima bantuan dari pemerintah sebesar Rp 216,425 miliar. Lalu pada 21 Maret,  pemerintah pusat kembali menyalurkan bantuan Rp 55,14 miliar. “Saat ini (anggaran tambahan itu) itu ada di rekening PPK BPBD,” terangnya.

Sehingga total bantuan yang diterima hingga 21 Maret Rp  271,565 miliar. Nilai ini mencakup untuk perbaikan semua rumah rusak di Kota Mataram. Dari berbagai kategori tingkat kerusakan. Baik untuk rusak berat sebanyak 2.396 unit, rusak sedang 2.777 unit, dan rusak ringan sebanyak 8.264 unit.

Selain itu, Ahyar juga menyampaikan beberapa kendala dalam pembangunan rumah tahan gempa.  “Kita kekurangan tukang dan semen,” ungkapnya.

Kekurangan tukang membuat progres pengerjaan rumah tahan gempa di Kota Mataram lamban. Salah satunya di kawasan Pengempel Indah.  Sebagai perbandingan data di sana ada 131 unit rumah rusak berat. Lalu, 52 unit rumah rusak sedang, dan sebanyak 2 rumah rusak ringan.

Sementara progresnya hingga kemarin ada sebanyak 26 unit yang sudah selesai dikerjakan. Lalu 105 unit yang sedang dikerjakan. Sisanya belum selesai sebanyak 44 unit. “Itu yang saya sampaikan pada beliau (Presiden),” terangnya.

Sementara itu Presiden Jokowi langsung merespons beberapa keluhan yang masuk. Di antaranya, dia berjanji akan meminta BUMN yang bergerak di industri semen, menyuplai kebutuhan semen di Pengempel Indah. “Kita minta di drop langsung,” kata Jokowi.

Ia juga mengakui menerima keluhan lain. Terkait ketersediaan material bangunan. Sehingga secara tidak langsung berpengaruh terhadap progres pengerjaan rumah tahan gempa di Pengempel Indah. “Target saya ya ingin secepat-cepatnya,” terangnnya.

Salah satu upaya yang dilakukan yakni dengan mempercepat proses administrasi. Pencairan bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi total anggaran yang sudah dicairkan untuk NTB sebesar Rp 5,1 triliun. “Langsung saya tandatangani kemarin, sehingga bisa ditransfer langsung kemarin (21/3),” tandasnya. (zad/r7)

Berita Lainnya

Gerindra Belum Tentukan Siapa Wakil Ketua DPRD

Redaksi LombokPost

Alhamdulillah, Semua Karyawan Sudah Dibayarkan THR

Redaksi LombokPost

Ketika Terminal Mandalika Menjadi Ladang Rezeki Pedagang Asongan

Redaksi LombokPost

Korban Gempa Dikadali, BPBD Terima Laporan Bahan Rumah Korban Gempa Tak Sesuai Spek

Kedubes Prancis Kunjungi Poltekpar Lombok

Dapil Satu-Dua Milik Kepala Garuda

320 Jamaah Belum Lunasi BPIH

Korban Gempa Tarawih di Masjid Darurat

Caleg Gagal Malas Hadiri Rapat Paripurna