Lombok Post
Sportivo

Audisi Striker Utama Italia

Fabio Quagliarella

UDINEAllenatore Italia Roberto Mancini sudah menahkodai Azzurri untuk delapan laga. Dalam delapan laga tersebut angka produktivitas Giorgio Chiellini dkk sangat irit. Hanya sekali Italia mencetak dua gol dalam 90 menit. Yakni saat menang 2-1 atas Arab Saudi (29/5/2018). Tujuh sisanya masing-masing hanya satu gol.

Mancini yang butuh solusi instan akhirnya memutuskan memanggil striker kawakan Fabio Quagliarella. Performa penyerang 36 tahun ini di Serie A musim ini sedang ciamik. Quagliarella tercatat sebagai capocannoniere Serie A dengan 21 gol. Dan penyerang Sampdoria itu diharapkan ‘meledak’ saat Italia menjalani matchday pertama grup J kualifikasi Euro 2020 versus Finlandia di Stadion Friuli dini hari nanti (24/3).

Quagliarella kepada RAI Sport kemarin (22/3) mengatakan, tak mungkin menolak panggilan timnas. Meski terakhir menjadi bagian juara dunia empat kali itu sembilan tahun silam. Tepatnya 18 November 2010 saat Italia bermain 1-1 versus Rumania.

“Saya berada di usia dimana seseorang bisa mengatur emosi jadi sangat senang bisa berada di sini. Saya sudah melalui pengalaman hidup yang sangat ramai maupun sangat sepi,” kata Quagliarella.

Eks penyerang Napoli dan Torino tersebut berterima kasih kepada Mancini yang memberikan kepercayaan kepadanya. Dan mengingat usianya yang sudah 36 tahun pantang buatnya menyia-nyiakan kans yang ada.

“Dipanggil bergabung dengan timnas adalah sumber kepuasan. Di tim ini terdapat banyak pemain muda dan buat saya sangat menyenangkan bisa berada diantara mereka saat ini,” ucap pemain yang meraih hat-trick scudetto bersama Juventus itu (2012-2014).

Quagliarella bermain 26 kali buat Italia dan berkontribusi enam gol. Dan dari keenam golnya itu, separo dicetak ketika bermain di ajang kualifikasi Euro. Statistik itu juga yang membuat Mancini sreg dengan Quagliarella.

Lantas bagian tubuh manakah diantara Quagliarella yang paling tajam jika membela Italia? Dari keenam gol, lima diantaranya dicetak dari kaki kanan. Sedangkan sisanya dihasilkan kaki kiri.

Sejak masuknya Mancini sebagai arsitek Italia, pelatih 54 tahun itu memang gemar balen. Alias memanggil penyerang-penyerang Italia yang sempat terbuang. Misalnya Mario Balotelli maupun Sebastian Giovinco.

Balotelli sempat absen empat tahun (2014-2018) sebelum comeback saat Italia melakoni ujicoba international lawan Arab Saudi (29/5/2018). Sedangkan Giovinco absen tiga tahun (2015-2018).

Mancini kepada Goal kemarin mengatakan Quagliarella dipanggil karena secara kondisi fisik jauh lebih bugar dibandingkan Balotelli. Meski Balotelli mencetak lima gol dalam delapan laga Ligue 1 bersama Olympique Marseille akan tetapi Mancini menuntut Balotelli lebih prima.

“Mario (Balotelli) tidak dalam kondisi terbaik buat timnas. Dia jelas lebih berkembang dengan klub barunya namun kami ingin dia mendapatkan pengalaman lebih banyak darinya dan itu membutuhkan waktu,” ujar Mancini di markas Italia Coverciano.

Eks pelatih Manchester City tersebut sebetulnya punya pilihan lain untuk posisi nomor sembilan. Yakni penyerang Torino Andrea Belotti. Akan tetapi performa Belotti sama halnya dengan Balotelli belum dianggap kompetitif.

Musim ini Belotti bermain 30 laga buat Torino di semua ajang dan berkontribusi 12 gol dan dua assist. Dan musim ini sempat mengalami masa paceklik gol dalam enam giornata (19 Januari sampai 23 Februari).

“Tentu dia (Belotti, red.) akan kembali satu hari nanti bersama Azzurri. Seandainya dia bisa konsisten maka pintu akan selalu terbuka buatnya,” tutur Mancini.

Nah, selain Quagliarella yang diharapkan tokcer maka penyerang musa Juventus Moise Kean pun digadang-gadang Mancini. Pemain 19 tahun itu tampil impresif saat Juventus menang atas Udinese (9/3) di Juventus Stadium. Kean menyumbang dua gol ketika Bianconeri menang 4-1 atas Udinese.

“Moise (Kean) mengalami banyak improvisasi dalam permainan yang ditunjukkannnya saat ini. Mari kita harap Moise akan bermain sedashyat Balotelli ketika awal bergabung,” kata Mancini. Kean punya satu caps bersama Italia. Yakni saat Italia menang 1-0 atas Amerika Serikat (21/11). (dra/jpg/r10)

Berita Lainnya

Zohri Spektakuler! Genggam Tiket ke Tokyo 2020

Kembali ke Puncak Berkat Kun

Redaksi LombokPost

PENENTU JUARA, BARCELONA VS ATLETICO MADRID

Redaksi LombokPost

Ancaman Sudah Nyata, Tak Ada Waktu untuk Santai

Redaksi LombokPost

Perbakin Usulkan Petembak Nasional ke Pelatda

Redaksi LombokPost

Rohani Akan Dititip di Pelatnas

Redaksi LombokPost

BSLU Cup II Datangkan Petenis Meja Terbaik Indonesia

Redaksi LombokPost

Perda Solusi Atasi Masalah Anggaran Olahraga

Redaksi LombokPost

Atletik Belum Panik, Hasil Jatim Open akan Dievaluasi

Redaksi LombokPost