Lombok Post
Giri Menang

Dapat Anggaran Tambahan Rp 1,6 Miliar, Jokowi Minta Pembangunan Rumah Dipercepat

SERAP ASPIRASI WARGA: Presiden Joko Widodo saat mendengarkan pertanyaan dari Abdul Aziz, salah seorang warga korban gempa saat bekunjung ke Gedung Hakka Narmada Jumat kemarin (22/3).

GIRI MENANG-Progres pembangunan rumah korban gempa di Lombok Barat (Lobar) masih belum memuaskan. Dari 13.942 unit rumah yang rusak berat akibat gempa, baru 365 unit rumah yang telah siap huni. Dengan ribuan sisanya masih dalam proses pembangunan hingga belum dibangun sama sekali. Ini menjadi sorotan Presiden Jokowi saat bertandang ke Gedung Hakka Narmada, kemarin (22/3).

“Gempa terjadi Bulan Agustus. Berarti ini sudah tujuh bulan,” ucapnya.

Jokowi pun mengaku sudah meminta para menteri untuk mempercepat pembangunan rumah bagi korban gempa. Tetapi dalam prakteknya, ada banyak prosedur yang memang harus dilalui. Jika prosedur itu tidak diikuti, akan banyak pejabat yang melanggar aturan. Sehingga ia pun akhirnya meminta prosedur ini dirampingkan. Ini agar warga segera mendapatkan bantuan perbaikan rumah sesuai keinginannya.

“Yang pilih Risha, Riko, Rika atau Risba silakan. Uangnya perlu saya sampaikan kepada masyarakat, itu sudah masuk sebelum Desember sebesar Rp 3,5 triliun ke NTB. Ditambah lagi Rp 1,6 triliun di 2019. Sehingga yang terkumpul di NTB itu sudah Rp 5,1 triliun,” bebernya.

Hanya saja, itu memang harus disalurkan oleh pemerintah dan pihak bank melalui mekaniskme dan prosedur. Ini yang kemudian akhirnya dikatakannya memang membuat beberapa kendala percepatan pembangunan rumah korban gempa. “Saya juga dapat laporan dari Pak Bupati kendala yang dihadapi, materialnya di lapangan kurang. Mulai dari semen hingga baja ringan. Maka saya minta Menteri bisa mengirim semen dan bahan bangunan lainnya ke Lombok secepatnya,” tegas dia.

Salah seorang warga asal Narmada Abdul Aziz kepada Jokowi lantas menanyakan bagiamana nasib warga yang belum terdata untuk menerima bantuan. Aziz juga menanyakan komitmen Jokowi menangani pembangunan rumah bagi korban gempa jika tidak terpilih kembali menjadi presiden.

 “Yang tambahan kerusakan itu sudah diproses. Semua yang rumahnya rusak akibat gempa akan mendapatkan bantuan,” tegasnya.

Itu sudah diusulkan kembali oleh pemerintah kabupaten kota. Sehingga ia mengimbau masyarakat yang rumahnya rusak akibat gempa tidak khawatir kalau mereka tidak akan mendapatkan bantuan.

“Itu kenapa saya sering turun ke lapangan untuk melihat masalahnya dan segera menyelesaikan. Masyarakat jangan merasa ditinggalkan, saya akan tetap ke sini menyelesaikan persoalan ini. Saya akan kembali dua tiga bulan lagi untuk mengetahui apa masalahnya dan bagaimana menyelesaikannya,” pungkasnya.

Dari data Dinas Perumahan dan Pemukiman Lobar, jumlah rumah yang sudah selesai dibangun saat ini sebanyak 365 unit. Dengan rincian 50 unit Risba, 115 Riko, 10 unit Rika, dan 50 unit Riko yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat. Dengan ketentuan biaya perbaikan akan diganti dengan bantuan dari pemerintah pusat.

Kabid Perumahan Dinas Perkim Lobar Lalu Ratnawi menerangkan ada 3.246 warga korban gempa yang belum terdata sudah kami usulkan ke pemerintah pusat. Dengan perkiraan Pemkab Lobar, bantuan rekening bagi korban gempa yang disulkan ini bisa keluar bulan ini.

Total anggaran yang diusulkan bagi 3.246 warga korban gempa ini mencapai 75,6 miliar. Itu di luar bantuan Rp 1,4 triliun yang sebelumnya sudah diterima lebih dulu. (ton/r10)

Berita Lainnya

Disperindag Cek Kecurangan SPBU

Muhammad Naja, Bocah Penderita Lumpuh Otak yang Hafal 30 Juz

Redaksi LombokPost

Alhamdulillah, Bantuan Jadup Cair Besok

Gubernur: Uang Tak Menjamin Kebahagiaan

Gerindra Gelar Deklarasi Kemenangan Prabowo-Sandi

Mengunjungi Masjid Ridwan, Masjid Berarsitektur China di NTB

Redaksi LombokPost

Mengunjungi Masjid Ridwan Arsitektur China Desa Pakuan

Jalan Rusak, Pariwisata Ikut Lumpuh

Korban Gempa Menjerit Lagi