Lombok Post
Feature

Di Balik Blusukan Presiden Jokowi di Kantor Lombok Post

Lombok Post kedatangan tamu istimewa. Presiden Joko Widodo. Orang nomor satu di Indonesia itu datang bersama Ibu Negara Hj Iriana Joko Widodo. Bercengkrama dengan awak redaksi, Kepala Negara menggali sudut pandang media terhadap penanganan gempa di Lombok-Sumbawa.

SIRTUPILLAILI, Mataram

====================

RUANG redaksi Lombok Post siang kemarin mendadak riuh. Semua jurnalis yang sedang bekerja sontak berdiri melihat sosok pria berbaju putih, dengan senyum khas, masuk ke dalam newsroom. Anda pasti mengenalnya. Dia Presiden Joko Widodo.

Kunjungan Presiden ke Lombok Post benar-benar mendadak. Tak ada dalam jadwal resmi kunjungan Kepala Negara selama di Lombok. Maka, jadilah kunjungan mantan Gubernur DKI Jakarta itu menjadi kejutan yang sungguh tiada tara.

Di tengah begitu banyak hati yang berbunga-bunga, Presiden dengan ramah menyapa dan menyalami awak redaksi Lombok Post. Satu per satu. Presiden pun mengajak berbincang-bincang. Guyub. Gayeng. Hangat dan santai.

Oh ya. Kami harus bercerita. Newsroom kami saat ini memang masih menempati ruang yang tidak begitu luas di lantai pertama Gedung Graha Pena. Ruang newsroom yang jembar di lantai tiga, masih dalam proses renovasi. Selepas gempa bermagnitudo 7.0 Agustus 2018 lalu, kami harus bekerja di newsroom sementara terlebih dahulu.

Maka, jadilah Presiden harus rela impit-impitan dengan awak redaksi di ruangan newsroom yang tak luas tersebut. Toh tak masalah. Presiden pun rela kala kami todong untuk berswafoto. Berkali-kali bahkan. “Berani” kami atur-atur pula.

“Sebelah sini Pak Presiden. Sebelah sini Presiden,” begitu permintaan awak redaksi dalam swafoto tersebut. Presiden melayani. Dengan senyumnya yang khas itu.

Di ruang newsroom, Presiden Jokowi sesekali memerhatikan seisi ruangan. Direktur Lombok Post Alfian Yusni yang menyambut Presiden menjelaskan, ruangan itu sebelumnya hanya ruangan rapat.

”Tadinya, saat gempa, ruang redaksi bahkan sempat pakai tenda di luar,” tutur Alfian.

Begitulah cara Lombok Post tetap hadir di hadapan pembaca. Meski sempat mengalami sejumlah keterbatasan saat gempa masih mendera.

Sebagai media utama di NTB, Lombok Post tidak pernah berhenti menyuguhkan informasi bermanfaat bagi publik. Khususnya perkembangan penanganan korban gempa Lombok-Sumbawa. Berita-berita penanganan gempa tetap menjadi salah satu isu utama di harian Lombok Post.

Dari newsroom, oborolan pun berlanjut di lobi Gedung graha Pena. Kali ini lebih jembar. Tak perlu lagi impit-impitan. Presiden Jokowi berbincang santai dengan Direktur Lombok Post Alfian Yusni dan General Manajer Lombok Post Haliluddin. Perbincangan sambil berdiri santai. Saat itu, Presiden Jokowi meminta masukan terkait kondisi ekonomi masyarakat dan perbaikan rumah pascagempa.

Dalam kesempatan itu Alfian Yusni menyebutkan, bantuan dari pemerintah yang diberikan Presiden Jokowi sangat membantu masyarakat Bumi Gora. Kondisi warga sangat memprihatinkan dan mereka sudah pasrah dan bertawakkal dengan musibah yang menimpa.

Terkait pembangunan ekonomi, Alfian menambahkan, dunia usaha membutuhkan dukungan pemerintah, agar terus berkembang. Kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah berpengaruh besar terhadap keberlangsungan perusahaan.

Alfian pun meminta Presiden memberikan keringanan pajak buat perusahaam media cetak di daerah. Presiden mengamini itu. Bahkan beberapa waktu lalu sudah mengikstrusikan Menteri Keuangan untuk menghitung ulang pajak media cetak.

Terkait penanganan korban gempa, Presiden Jokowi menjelaskan, pemerintah pusat dan daerah bersama lembaga-lembaga sosial sudah hadir di tengah masyarakat. Hanya saja, bantuan perbaikan rumah sempat terkendala aturan.

Artinya pemerintah daerah tidak segera mencairkan bantuan karena persoalan regulasi. Untungnya saat ini, bantuan perumahan sudah banyak yang tersalur. Buktinya banyak rumah telah berdiri.

“Memang belum semua rumah masyarakat korban gempa sudah dibangun. Sebagian masih proses,” jelasnya.

Hasil pantauan lapangan menurut Jokowi, bantuan perumahan untuk korban gempa sudah banyak kemajuan. Hal itu akan terus dipercepat agar masyarakat korban gempa segera tertangani.

Terkait kondisi ekonomi, masyarakat terdampak gempa memang kondisinya masih memprihatinkan. Namun perlahan denyut kehidupan ekonomi mereka mulai banagkit.

”Masyarakat sudah beraktivitas seperti biasa,” katanya.

Jokowi juga mengatakan, dirinya memantau perkembangan melalui media. Sehingga ia tetap berharap masukan dari media untuk mengevaluasi kebijakan pembangunan yang dilakukan pemerintah. Termasuk dalam hal rehabiltiasi dan rekonstruksi pascagempa di Lombok dan Sumbawa. (*/r8)

Berita Lainnya

Menelusuri Penyebaran Islam di Pulau Lombok dari Buku Karya Dr Jamaluddin (2)

Menelusuri Penyebaran Islam di Lombok dari Buku Karya Dr Jamaluddin (1)

Mantap, Polterkpar Lombok Masuk PATA

Redaksi Lombok Post

Makan Limbah, Ikan Jadi Berkelamin Ganda

Rebecca Alexandria Hadibroto, Dua Tahun Berturut-turut Juarai Kejuaraan Balet Dunia

Para Orang Tua yang Membantu Anak Menapaki Jalan Sukses di Festival Akuatik Indonesia

IPK 4 Dapat VIP, di Bawah 3 Nonton YouTube

Ngajinya Bagus Meski Tubuh Dirajam Tato

Redaksi LombokPost

Seharian di Rumah Tengah Hutan Komika Dodit Mulyanto

Redaksi LombokPost