Lombok Post
Headline Kriminal

Polisi Akhirnya Turun Tangan Tertibkan Galian C Ilegal

ALAT BERAT: Polisi menyita satu excavator yang digunakan untuk pertambangan galian C ilegal di Desa Pemepek, Kecamatan Pringgarata, Lombok Tengah.

MATARAM- Subrata dan Rifai pengusaha pertambangan di Desa Pemepek, diproses hukum jajaran Subdit IV Ditreskrimsus Polda NTB. Keduanya diduga melakukan aktivitas pertambangan tanpa izin.

Kasubdit IV Ditreskrimsus Polda NTB AKBP Darsono Setyo Adjie mengatakan, kasus keduanya sudah rampung ditangani jajarannya. Subrata dan Rifai bahkan telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Loteng untuk menjalani proses penuntutan.

”Kemarin (Kamis, Red) pelimpahannya ke JPU,” kata Darsono, kemarin (22/3).

Tindak pidana yang melibatkan Subrata dan Rifai, merupakan kasus pertambangan yang diduga ilegal di Desa Pemepek, yang kesekian kali ditangani kepolisian. ”Banyak sekali di sana. Kita berupaya untuk terus melakukan upaya persuasif dan penindakan,” ujarnya.

Menurut Darsono, aktivitas pertambangan ilegal tentunya merugikan lingkungan. Pemda juga merugi karena kehilangan pendapatan dari sektor pajak.

Lebih lanjut, kedua tersangka memiliki usaha pertambangan ilegal di tempat berbeda. Lokasi pertambangan Subrata berada di Dusun Cerorong, Desa Pemepek. Yang bersangkutan telah melakukan penambangan pasir secara ilegal selama dua bulan.

Lahan yang akan ditambang Subrata memiliki luasan 30 are. Namun, saat ditindak polisi, tersangka baru menambang di areal seluas dua are. ”Lahan tambangnya itu sewa ke orang lain,” terang Darsono.

Jika Subrata menyewa lahan, lain dengan Rifai. Kata Darsono, tersangka Rifai menambang di tanah miliknya sendiri. ”Luasnya sampai 1,8 hektare. Tapi, yang ditambang baru 50 are,” ujarnya.

Rifai diketahui sudah enam bulan melakukan aktivitas ilegal di Dusun Sedau Timur, Desa Pemepek. Per harinya, kedua tersangka bisa memasok pasir hingga sebanyak 30 truk. Satu truk dihargai dengan nominal Rp 150 ribu.

”Dari satu lokasi, per hari bisa mengeruk 90 meter kubik tanah dan pasir,” beber dia.

Untuk mempermudah aktivitas galian C, kedua tersangka dibantu dengan alat berat. Saat polisi mengecek lokasi pertambangan, beberapa alat berat ditemukan terparkir.(dit/r2)

Berita Lainnya

Honda PCX Punya Warna Baru

Bank Mandiri Serahkan CSR ke Tiga Sekolah di Loteng

Menelusuri Penyebaran Islam di Pulau Lombok dari Buku Karya Dr Jamaluddin (2)

Korban Gempa Dikadali, BPBD Terima Laporan Bahan Rumah Korban Gempa Tak Sesuai Spek

Menelusuri Penyebaran Islam di Lombok dari Buku Karya Dr Jamaluddin (1)

Kedubes Prancis Kunjungi Poltekpar Lombok

Zohri Spektakuler! Genggam Tiket ke Tokyo 2020

BNI Tebar 100 Ribu Bingkisan Ramadan

Hearing Buntu, Aldi Tempuh Jalur Hukum