Lombok Post
Metropolis

Lawan Sampah, Rauf Ingin Ubah TPS Jadi Lapak

BAU SAMPAH: Tampak pinggir jalan Roro Jonggrang dekat perbatasan Getap, Babakan dipenuhi oleh tumpukan sampah, kemarin (24/3). Keberadaan sampah itu menyebabkan bau tak sedap.

MATARAM-Tiga imbauan sekaligus yang dipasang di sepetak tanah kosong di pinggir jalan Roro Jonggrang, Babakan tak membuat warga segan membuang sampah di sana. Bahkan sampah tercecer luas. Hingga aroma busuk dengan mudah tercium saat orang-orang melintas di jalan itu.

Lurah Babakan Abdul Rauf mengatakan, penanganan pada TPS ilegal itu baru dimulai satu bulan terakhir. Sebelumnya pihaknya bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Matram berhasil mensterilkan TPS ilegal di jalan Lalu Mesir, Babakan atau sebelah barat, kantor Lurah. “Itu baru kami mulai tangani dalam satu bulan terakhir,” kata Rauf.

Ia memulai sosialisasi dengan imbauan agar masyarakat tidak buang sampah di sana. Tidak hanya itu, Rauf juga mengandeng kelompok masyarakat. Ikut mengimbau dan membangun kesadaran masyarakat.

“Bahkan kami sudah tempatkan seorang penjaga yang mengawasi tempat itu, dari Linmas kami, rumahnya persis ada di depan tanah itu,” terangnya.

Tapi kenapa belum efektif? Rauf mengatakan, sosialisasi itu butuh proses. Linmas yang ditunjuk hanya diminta memanggil dan memperingatkan warga. Agar tak mengulangi buang sampah di sana lagi. Membangun kesadaran warga di sana diakuinya tidak mudah. “Bahkan dulu kita pasang pagar, pagarnya malah dibakar,” tuturnya.

Karena itu pendekatan yang dilakukan berbeda. Mulai dari kepala lingkungan yang harus gencar melakukan sosialisasi. Meminta agar warganya tidak buang sampah di sana. Tetapi dikumpulkan di satu tempat dan nantinya akan diangkut oleh motor roda tiga.

“Nanti setiap Jumat, kami akan ajak aparat kelurahan, lingkungan, dan warga gotong royong di sana agar ada rasa tanggung jawab bersama untuk menjaganya,” ulasnya.

Rauf mengatakan, penanganan sampah di lahan kosong itu memang harus berkelanjutan. Tidak hanya bisa selesai dengan imbauan dan gotong royong. Selama ada tanah kosong itu ada di sana, lambat laun akan memancing lagi warga tak bertanggungjawab membuang sampah di sana. “Makanya kita mau nantinya di sana didorong saja jadi lapak dagang,” harapnya.

Hadirnya lapak dagangan tidak hanya akan membuat warga segan buang sampah di sana. Tetapi juga akan membuat para pedagang ikut menjaga kebersihan di sekitar tanah kosong. Hanya dengan cara itu, menurut Rauf lahan kosong yang selama ini susah ditertibkan dari sampai itu bisa bersih.

“Ya nanti kita koordinasikan dengan pemiliknya dulu, seperti apa,” tandasnya. (zad/r7)

Berita Lainnya

Buat Wisata Kuliner Ikan di Sekarbela

Redaksi LombokPost

Muhir Keok, Malik Melenggang

Redaksi LombokPost

Jadup Mulai Ada Titik Terang

Redaksi LombokPost

Aneh, Usulan Perda Koperasi Dihapus Begitu Saja

Redaksi LombokPost

Zohri Kembali Pertajam Rekor Jadi 10,13 Detik

Redaksi LombokPost

Partai Beringin Panas Dingin

Redaksi LombokPost

Gubernur Bantah Ucapkan Selamat kepada Calon Presiden Tertentu

Redaksi LombokPost

Gubernur Zul Yakin Jokowi Tak Cuekin NTB

Redaksi LombokPost

Kebutuhan Uang Selama Ramadan Rp 2,9 Triliun

Redaksi LombokPost