Lombok Post
Metropolis

Sudah Sampai Luar Negeri, Produsen Siapkan Tahu Siap Saji

JAGA KUALITAS: Dua orang konsumen membeli tahu 151 A untuk dijadikan oleh-oleh, belum lama ini.

Nama tahu 151 A cukup dikenal, bahkan sampai keluar negeri. Kualitas rasa tahu ini berbeda seperi tahu pada umumnya.

ALI ROJAI, Mataram

===================

JALAN Prabu Rangkasari, Dasan Cermen, Kecamatan Sandubaya, Kota Mataram terlihat ramai. Kendaraan roda dua maupun roda empat lalu lalang di jalan tersebut. Memanfaatkan hari libur jalan ini seperti tidak ada matinya. Jika anda melintas dari arah selatan, tepatnya di sebelah utara jembatan Abian Tubuh anda akan menemukan plang tahu 151 A. Nama toko tahu ini persis sama dengan nama rumah. Yakni 151 A.

Waktu itu tempat ini tidak terlalu ramai. Hanya beberapa orang yang terlihat duduk asyik menghadap ke jalan. Sesekali pengendara sepeda motor dan mobil parkir di toko itu. Mereka tidak lain hanya untuk membeli tahu 151 A yang katanya sudah melegenda sejak puluhan tahun.

Tahu 151 A sudah cukup dikenal di kalangan masyarakat, bahkan wisatawan. Usaha yang didirikan H Abdul Muhamimin sejak 1967 konsumennya tidak hanya dari dalam negeri, namun juga luar negeri. Tidak jarang para turis lokal maupun mancangera memburu tahu ini untuk dijadikan oleh-oleh. “Kebanyakan pelanggan kita dari luar,” sebut MH Abdul Muhamin, pemilik usaha tahu 151 A.

Harga tahu 151 A lebih mahal dibandingkan dengan tahu yang dijual pada umumnya. Per biji kata Muhaimin, sapaan karibnya menjual tahunya dengan harpa Rp 5 ribu. Beda dengan harga tahu di pasar atau pedagang umumnya dengan uang Rp 5 ribu bisa mendapatkan tiga biji. Namun kata dia, belum tentu rasanya akan sama seperti tahu buatannya.”Tahu ini lebih gurih dan lezat,” akunya.

Menjaga kualitas menjadi  modal utama Muhaimin dalam menjalankan bisnis satu ini. Dalam memproduksi tahu ia selalu menjaga kualitas kedelai yang digunakan. Sebelum kedelai digunakan sebagai bahan pembuatan tahu, terlebih dahulu ia menjemurnya. Setelah itu dibersihkan, lalu direbus. Kedelai yang digunakan ini harus benar-benar bersih. Tidak ada ampas. Karena ini akan mempengaruhi kualitas tahu. Jika kedelai ini tidak dalam keadaan bersih atau masih ampasnya maka lalu diproduksi maka akan menghasilkan tahu yang lebih banyak. Namun dari segi rasa  kurang. Jadi kata dia, orang akan tahu rasa ini dari kualitas yang ia ciptakan sendiri. “Sekarang kita bisa produksi lebih banyak, tapi dari kualitas kita turun. Nah seperti itu saya tidak mau,” cetusnya.

Sampai kapan pun ia akan mempertahankan kualitas. Caranya dengan mengedepankan pengolahan dan bahan-bahan yang digunakan. Lidah seseorang tidak bisa dibohongi untuk merasakan makanan itu enak atau tidak. Oleh sebab itu, akan tetap menjaga kualitas tahu yang dirintisnya dari tahun 60-an ini. “Kami dalam bisnis ini menjaga kualitas. Kalau tidak seperti itu pelanggan akan lari,” sebutnya.

Sejauh ini akunya, untuk konsumen kebanyakan dari luar daerah seperi dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi. Bahkan ada yang dari luar negeri datang ke sini untuk memesan tahu. Seperti dari Malaysia dan Saudi Arabia. Selain itu banyak juga  konsumen yang memesan secara online untuk dikirim. “Dua hari tahu ini bisa bertahan. Tapi kalau dimasukkan di dalam kulkas atau tempat dingin bisa satu minggu,” tutur pria 50 tahun ini.

Dalam menjaga kualitas rasa tahu Muhaimin juga tidak memproduksi dalam jumlah yang cukup besar. Dalam sehari ia memproduksi tahu seribu biji dengan bahan pilihan. “Dalam satu hari 10 cetak. Percetak akan menghasilkan 100 biji tahu,” akunya.

Sementara anaknya Hj Maisaroh mengatakan usaha ini yang membuat ia dan saudaranya bisa sekolah sampai sarjana. Bahkan kini, orang tuanya sudah melebarkan sayap usaha ini dengan memperluas toko untuk pemasaran. Kini kata dia, tidak hanya tahu mentah saja yang dijajakan, melainkan juga ada kerupuk tahu dan tahu goreng yang siap saji. “Ini bisa diorder langsung,” cetus perempuan berjilbab ini.

Memasuki zaman yang serba online ini menurutnya, usaha tahu ini harus memberikan banyak varian kepada konsumen. Tak hanya tahu mentah saja, namun juga harus ada pilihan. Seperti tahu krispi, tahu goreng, dan kerupuk tahu. Di sini (toko) sebut dia, para konsumen bisa langsung menikmati tahu siap saji. Bahkan bisa dipesan secara online. “Kalau mau coba kualitas tahu 151 A, silahkan datang ke Abian Tubuh,” sarannya. (*/r7)

Berita Lainnya

Buat Wisata Kuliner Ikan di Sekarbela

Redaksi LombokPost

Muhir Keok, Malik Melenggang

Redaksi LombokPost

Jadup Mulai Ada Titik Terang

Redaksi LombokPost

Aneh, Usulan Perda Koperasi Dihapus Begitu Saja

Redaksi LombokPost

Zohri Kembali Pertajam Rekor Jadi 10,13 Detik

Redaksi LombokPost

Partai Beringin Panas Dingin

Redaksi LombokPost

Gubernur Bantah Ucapkan Selamat kepada Calon Presiden Tertentu

Redaksi LombokPost

Gubernur Zul Yakin Jokowi Tak Cuekin NTB

Redaksi LombokPost

Kebutuhan Uang Selama Ramadan Rp 2,9 Triliun

Redaksi LombokPost