Lombok Post
Tanjung

10 Desa Persiapan di KLU Minta Kepastian

KANTOR SEMENTARA: Sejumlah warga mengurus sejumlah administrasi di kantor sementara Desa Persiapan Menggala, beberapa waktu lalu.

TANJUNG-10 Desa Persiapan di Kabupaten Lombok Utara (KLU) meminta kepastian waktu menjadi desa definitif. Hingga saat ini belum ada kabar hasil evaluasi dan penilaian yang dilakukan tim kabupaten dan provinsi terhadap desa-desa persiapan tersebut. Padahal, tahun ini merupakan tahun terakhir pengurusan desa persiapan menjadi desa definitif.

“Informasinya hanya empat desa yang bisa definitif, tapi kita butuh kepastiannya,” ujar Kaur Pemerintahan Desa Persiapan Menggala Kecamatan Pemenang Barat Akbar kemarin (25/3).

Ia mengungkapkan, Desa Persiapan Menggala sudah siap menjadi desa definitif. Apalagi desa ini sudah memiliki kantor yang dibangun dari iuran masyarakat.

“Kami berharap ada kejelasan mengenai status desa kami apakah definitif atau tidak,” harapnya.

Untuk menjadi desa definitif sejumlah persyaratan harus dipenuhi. Mulai dari batas desa, jumlah penduduk, jumlah dusun, struktur desa, potensi desa, dan kantor sementara. Ia yakin persyaratan tersebut telah dipenuhi desanya.

“Karena itu kami berharap agar desa kami segera definitif,” tandasnya.

Sementara itu Kabag Pemerintahan Setda KLU H Rubain menerangkan, mengakui adanya informasi yang menyebutkan hanya empat desa persiapan di KLU yang berpeluang menjadi desa definitif. Namun bukan berarti hanya empat desa itu yang lolos, sementara yang lain tidak lolos.

Menurutnya keputusan definitif atau tidak, tergantung pusat. Namun terlebih dahulu akan dicek kesiapannya oleh pemprov selaku perwakilan pusat di daerah. Pemprov akan melihat kondisi di lapangan, baru setelah itu pusat akan turun mengambil sampel.

“Kalau di tingkat kabupaten hanya menfasilitasi saja. Yang jelas sekarang masih dievaluasi dan dinilai belum mana definitive atau belum,” jelasnya.

Terpisah, Ketua Komisi I DPRD KLU Ardianto menegaskan, raperda desa persiapan menuju definitif sedang dalam proses pembahasan. Raperda ini ditargetkan bisa tuntas sebelum masa jabatannya berakhir Agustus mendatang.

“Bisa tidaknya menjadi desa definitif diketahui setelah rapeda sudah tuntas dibahas dan disampaikan ke gubernur dan mendagri. Yang jelas kami upayakan perda ini bisa tuntas sebelum jabatan kami berakhir di DPRD,” tegasnya. (fer/r3)

Berita Lainnya

Pengelolaan Sampah Belum Optimal

Redaksi Lombok Post

Wisman Ikut Rayakan HUT RI

Redaksi Lombok Post

Polri Teliti Tingkat Kepercayaan Masyarakat

Redaksi Lombok Post

Perbaikan Data Anomali Sudah 80 Persen

Redaksi Lombok Post

Ratusan Warga Terima Kunci dan Kartu Garansi RTG Kumac

Redaksi Lombok Post

10 ASN Dapat Predikat ASN Teladan

Redaksi Lombok Post

Karang Taruna Pemenang Timur Latih Pemuda Berwirausaha

Redaksi Lombok Post

Mantan Ketua Komisi III Belum Kembalikan Randis

Redaksi Lombok Post

Antisipasi Kebakaran Lahan, Polres Lombok Utara Bentuk Gahutlah

Redaksi Lombok Post