Lombok Post
Praya

Akses Air Bersih Masih Rendah, Loteng Akan Dibangungkan SPAM

KUNJUNGAN KERJA: Jajaran Anggota Komisi IV DPRD NTB, saat kunjungan kerja ke Pemkab Lombok Tengah. Mereka diterima Sekda HM Nursiah, di ruang rapat utama kantor bupati, kemarin (25/3).

        PRAYA-Akses air bersih warga Lombok Tengah, masih rendah. Angkanya, baru 80 persen. Kalau dibandingkan kabupaten/kota lain di NTB, jauh tertinggal. Karena, ada yang sampai 90 persen. Sehingga, pemerintah pusat akan membantu pembangunan sistem penyediaan air minum (SPAM).

        “Anggarannya, semua dari pusat. Loteng duduk manis saja,” cetus Anggota Komisi IV DPRD NTB H Ruslan Turmuzi, saat kunjungan kerja di kantor bupati, kemarin (25/3).

        Kalau sudah terwujud, Ruslan optimis tidak ada lagi warga Loteng, yang tidak menikmati air bersih.  “Lihat saja,” ujarnya, dihadapan Wakil Ketua DPRD NTB H Abdul Hadi, Sekda HM Nursiah, Direktur Utama PDAM Loteng Lalu Kitab, para anggota Komisi IV DPRD NTB lainnya dan para pejabat lingkup Pemkab.

        Senada dikatakan Anggota Komisi IV DPRD NTB Lalu Wireginawang. Ia menegaskan, mau tidak mau Pemkab Loteng harus menyiapkan infrastruktur dan fasilitas lengkap, dalam mensukseskan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Salah satunya, persoalan air bersih.

        “Kalau untuk KEK Mandalika, kami siapkan dari pipanisasi Tibu Lempanas di Desa Aik Berik, Kecamatan Batukliang Utara,” sambung Direktur Utama PDAM Loteng Lalu Kitab.

        Hanya saja, keluh Kitab pipanisasi yang sudah terbangun, terputus akibat banjir dan longsor. Disatu sisi, PDAM tidak bisa berbuat banyak memperbaikinya. Itu karena, menjadi kewenangan pemerintah pusat, sebagai penyedia bantuan. “Selain itu, kami juga bekerja sama dengan ITDC, membangun penyulingan air bersih,” bebernya.

        Kalau masyarakat atau pelanggan umum, terangnya memanfaatkan sumber mata air lainnya. Salah satunya, pengelolaan air bersih di bendungan Batujai. Sementara, warga di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Teluk Awang, sedang dibangunkan alat penyulingan air bersih. Itu mencakup, pelayanan pelabuhan juga.

        “Berbicara pengelolaan di bendungan Batujai, air ditempat itu mulai menyusut,” sambung Plt Camat Praya Barat HL Muhammad Amin. Informasinya, lanjut Amin 25 juta meter kubik, menjadi 8 juta meter kubik saja.

        Yang terlupakan, tekan Asisten I Setda Loteng tersebut, bagaimana nasib warga di wilayah Selong Belanak. Karena, mereka juga membutuhkan akses air bersih. Apalagi, Selong Belanak mulai membangun. “Prinsipnya, kita mohon arahan, bimbingan dan bantuan Komisi IV DPRD NTB,” tambah Sekda Loteng HM Nursiah.(dss/r2)

Berita Lainnya

Perempuan Harus Ikut Membangun Daerah

Redaksi LombokPost

LIA Alami Lonjakan Penumpang Lima Persen

Redaksi LombokPost

Petugas TPS Desa Pengembur Dipecat

Redaksi LombokPost

16.080 Siswa SMP/MTs Laksanakan UN

Redaksi LombokPost

Logistik Dapil II dan III Tertukar

Redaksi LombokPost

Pemerintah Dorong UMKM Bangkit

Redaksi LombokPost

650 Orang di Lombok Tengah Terima Jadup

Redaksi LombokPost

Dua Pejabat Pemkab Loteng Belum Lapor LHKPN

Redaksi LombokPost

Terus Tingkatkan Kualitas Guru

Redaksi LombokPost