Lombok Post
Metropolis

Pemecatan ASN Paling Lambat 31 April

MATARAM-Enam aparatur sipil negara (ASN) di Kota Mataram yang tersangkut kasus korupsi dan sudah berkekuatan hukum tetap akan dipecat. Langkah itu sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Dalam Negeri, Menpan-RB, dan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 15 tahun 2018.

SKB itu mengatur tentang penegakan hukum terhadap ASN yang melakukan tindak pidana kejahatan jabatan atau tindak pidana kejahatan yang ada hubungannya dengan jabatan. Informasinya, para ASN yang tersangkut hukum paling lambat akan dipecat 31 April mendatang.

Sekda Kota Mataram H Effendi Eko Saswito mengatakan, pihaknya sudah melakukan pendataan kepada ASN yang sudah melakukan tindakan pidana yang sudah memiliki keputusan tetap. Mereka bertugas di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD). Seperti, Dinas Pendidikan (Disdik) serta Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Eko juga sudah meminta Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram untuk memproses masalah ini. Sampai mana kejelasan dari ASN yang tersangkut hukum tersebut.

Untuk kasus mantan Kepala Disdik Kota Mataram H Sudenom sebut Eko, belum inkracht. Padahal, kasus Sudenom sudah inkracht karena tidak ada banding. “Kalau inkracht pasti dipecat. Tapi kita liat dulu aturannya,” sebutnya.

Sementara itu, Kabid Pengembangan Aparatur BKPSDM Kota Mataram Ahmad Mujahidin saat dikonfirmasi melalui via telepon mengenai jumlah ASN yang melakukan tindak pidana dan sudah inkracht belum memberikan jawaban. (jay/r7)

Berita Lainnya

Buat Wisata Kuliner Ikan di Sekarbela

Redaksi LombokPost

Muhir Keok, Malik Melenggang

Redaksi LombokPost

Jadup Mulai Ada Titik Terang

Redaksi LombokPost

Aneh, Usulan Perda Koperasi Dihapus Begitu Saja

Redaksi LombokPost

Zohri Kembali Pertajam Rekor Jadi 10,13 Detik

Redaksi LombokPost

Partai Beringin Panas Dingin

Redaksi LombokPost

Gubernur Bantah Ucapkan Selamat kepada Calon Presiden Tertentu

Redaksi LombokPost

Gubernur Zul Yakin Jokowi Tak Cuekin NTB

Redaksi LombokPost

Kebutuhan Uang Selama Ramadan Rp 2,9 Triliun

Redaksi LombokPost